Di Balik Kebelet Nonton Sang Pemimpi

1 12 2009

Satu lagi Film karya Riri Riza “Sang Pemimpi” yang diangkat dari Novel Andrea Hirata bakal  diputar serentak di bioskop-bisokop tanggal 17 Desember 2009, Film yang pasti banyak mengisahkan perlawanan hidup dari ketidakmampuan yang mengisahkan rantai kemiskinan menjadi daya dorong untuk perubahan hidup yang lebih sejahtera. Dua tokoh Ical dan Arai pasti akan menyuguhkan sebuah pesan kepada kita (penonton) bahwa harapan dan keinginan bisa terwujud bukan dari faktor keberuntungan an sich tapi dari keyakinan, kebersamaan, semangat dan kerja keras.

Seperti film pendahulunya “ Laskar Pelangi “yang  kental dengan suasana melayu di Pulau Belitung, film Sang Pemimpi tidak jauh berbeda aroma kemelayuan apalagi lokasi syuting lebih banyak menyajikan potret kehidupan Kota Manggar. Mulai dari sekolah, bioskop sampai pelabuhan ikan yang berlimpah dengan tangkapan hasil laut untuk komoditas ekspor.  Nama kota Manggar inilah yang banyak mengingatkan saya akan pentingnya hidup berbagi, komitmen dan membangun harapan-harapan. Di kota Manggar ini pula,  empat belas  tahun yang lalu mengajarkan saya untuk pertama kalinya bersentuhan dengan comunity development, hipotesa langsung civil society, penelitian sosial, akrab dengan akar rumput, bergerak ke bawah tanpa istana, tanpa kursi dan tanpa sumpah jabatan. Dari tempat  inilah semua bermula, menikmati hidup tanpa embel-embel, berjalan dan bertingkah tanpa ada maunya. Yang pada akhirnya menetapkan keteguhan (konklusi ideologis) bahwa perubahan itu harus diawali   dan dimulai melalui gerakan kebudayaan, bukan perubahan-perubahan atas akibat dari  pengaruh struktural.

Lepas dari kerumunan Mas Bintang ( Sri Bintang Pamungkas ) seorang deklarator Forum Demokrasi Islam Indonesia yang lebih memilih gerakan politik untuk menguasai piramida yg paling kerucut agar kekuasaan dapat mudah di genggam dengan begitu rasionalisasi kaum miskin lebih mudah di genre kan menjadi kaum sejahtera lahir batin. Kebetulan saat itu saya menjabat sebagai sekretaris POKJA terkaget-kaget arah paradigma gerakan yang bermuara pada kekuasaan. Keyakinan dan keteguhan Mas Bintang dalam mengatasi carut marut bangsa ini adalah amal kebaikan dengan teori-teori politik kekuasaan yang diyakininya. Walau akhirnya saya berpisah dengan jalan yang membawa keyakinan masing-masing. Saya lebih memilih ke grass root sebagai ladang amal sholeh, Mas Bintang memilih jalur politik kekuasaan sebagai ijtihad yang diyakininya.

Keyakinan itu membawa saya untuk mengeksplorasi keingintahuan dunia akar rumput. Sekitar medio September 1995 dengan menaiki pesawat baling-baling Fokker 27 Flight No. MZ 104 ( saya ingat no flightnya karena satu-satunya yang berangkat pada pagi hari dari Soekarno-Hatta, dan MZ 104 telah jatuh yang menewaskan seluruh penumpang di kawasan hutan dekat bandara ) membawa saya ke bandara Buluh Tumbang Tanjung Pandan. Dari bandara menuju Manggar, sepanjang jalan  saya banyak menyaksikan sisa-sisa ekplorasi penambangan timah. Sumber kekayaan yang banyak dinikmati kaum pemilik modal ketimbang lebih banyak mengangkat harkat martabat penduduk belitung itu sendiri. Kini timah telah habis di hisap oleh komprador kapitalis. Yang masih nampak terlihat rerimbunan pepohonan hijau sesekali saya masih menyaksikan monyet melintas sambil bercanda ria seolah menikmati takdir yang Tuhan telah berikan.

Dengan jarak tempuh kurang lebih dua jam akhirnya saya tiba di Kota Manggar, satu-satunya penginapan sekaligus travel yang menjemput saya dibandara adalah hotel Nusa Indah. Setelah rehat di hotel kelas melati itu, saya mulai melangkah menemui akar rumput ditemani oleh sahabat baru saya yang bernama Yusril penduduk asli kota Manggar. Akar rumput yang menjadi objek kegelisahan saya adalah komunitas nelayan. Saya mengunjungi rumah-rumah nelayan yang berukuran 3 X 4 meter terbuat dari bilik bambu. Mendengar kisah keluh kesahnya, mendengar harapan-harapan hidupnya, menyaksikan semangat perlawanan ekonomi profan (duniawi) yang tidak berpihak kepadanya.

Malam harinya para nelayan Manggar berkumpul di rumah Yusril, saya memberikan pencerahan dan motivasi yang membangun harapan-harapan. Membangun kelompok nelayan yang berangkat dari gerakan penyadaran bahwa kesejahteraan itu bukan milik orang beruang saja. Malam itu, dengan pengetahuan yang baru seumur jagung, seolah-olah saya sudah seperti sinterklas saja.

Karena masih jamannya orde baru kegiatan pertemuan di rumah Yusril di endus oleh intelejen, seperti biasa berwatak refresif yang mengatasnamakan stabilitas keamanan. Berita pertemuan nelayan juga sampai ditelinga para pemilik modal. Mereka (pemilik modal) telah menjadikan nelayan sama halnya dengan alat-alat produksi tangkapan ikan seperti kapal dompeng, kail pancing, dan ransum. Nelayan diberikan kemudahan fasilitas peralatan tangkapan ikan di laut, namun hasil yang mereka tangkap harus diberikan (dijual) kepada para pemilik modal dengan harga yang tidak berdasarkan mekanisme pasar, harga berdasarkan kemauan pemilik modal. Saya menyaksikan perihnya pelelangan ikan yang tidak tercium bau amisnya ikan.

Di kota Manggar saya banyak merenung dan belajar. Memulai hidup dengan membumikan suara-suara kaum proletar. Walau pada akhirnya saya harus kalah untuk membobol kekuatan para pemilik modal yang memang sangat establish. Saya yang masih lemah, saya yang belum kuat, saya yang baru pertama kali menemui akar rumput akhirnya pulang dengan catatan-catatan panjang yang memuat pahit getir nelayan di Manggar Pulau Belitung. Saya tinggalkan Manggar dengan kekalahan secara profan, pernah suatu hari Yusril berujar “ jika telah meminum air di Manggar, kelak suatu hari akan berkunjung kembali ke Manggar”.

Empat belas tahun lamanya, saya rindu dengan nelayan Manggar. Kebiasaan pada malam hari minum kopi di kedai yang dipenuhi oleh penduduk Manggar dengan bersepeda yang jumlahnya mencapai ratusan. Kini Manggar hanyalah kenangan, Setidak-tidaknya film Sang Pemimpi sebagai jembatan silaturahmi ruhaniyah dengan Nelayan Manggar  dapat ber-resonansi dengan pertalian alam semesta.

17 Desember nanti berapa hari lagi ya ?





Surat Dari Anak Sekolah Kaum Dhuafa ; Untuk Indonesiaku Bebas Korupsi

8 11 2009

P6244695Seorang ahli pendidikan, Vigotsky pernah mengatakan “proses pembelajaran  anak berlangsung dalam zona perkembangan proksimal”. Ini artinya potensi anak akan berkembang melalui proses aktifitas yang beragam dan terkoordinasi

Mengembangkan potensi anak melalui proses pembelajaran   di antaranya dapat dilakukan dalam bentuk aktifitas sosial. Pelibatan anak dalam aksi sosial dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada anak memahami harga kejujuran, keadilan dan kebenaran. Ketiga domain ini hendaklah menjadi bagian integral pada diri anak, sehingga harapan ke depan generasi kita lebih cinta kejujuran, kebenaran dan keadilan.

Carut-marut soal penegakan hukum akhir-akhir ini amat memprihatinkan. Rakyat tengah disodorkan perilaku para pejabat penegak hukum dalam atmosfir fatsun yang buruk. Hal ini dapat mempengaruhi para generasi penerus bangsa yang kehilangan panutan dan kepercayaan pada akhirnya secara tidak sengaja terjadi penularan ‘pembelajaran’ sehingga menjadi ‘pengetahuan’ untuk melakukan kegiatan yang menyimpang norma dan etika.

Ledakan kemarahan itu bermula ketika kasus korupsi yang di lakukan Anggoro menjadi lakon dagelan seolah-olah uang menjadi permakluman tindakan korupsi dapat dinegosiasikan.

Prihatin atas kejadian yang tengah melanda, Drupadi Foundation bermaksud menyampaikan pesan moral kepada pemerintah melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru saja terpilih oleh rakyat, juga kepada lembaga penegak hukum yaitu POLRI, Kejaksaan RI dan KPK. Pesan yang ditulis oleh anak-anak binaan Drupadi Foundation melalui SD Alam Anak Soleh ini memberikan dukungan dan harapan agar bangsa Indonesia di masa mendatang bebas dari korupsi.

Adalah pantas pesan melalui surat yang ditulis oleh anak-anak sekolah dari kaum dhuafa. Pertama bahwa kemiskinan yang sampai saat ini mereka alami akibat budaya korupsi yang menjangkiti hampir di semua birokrasi. Kedua negara gagal mensejahterakan akibat struktur ekonomi yang tidak banyak berpihak kepada rakyat sehingga terjadi marjinalisasi dan akhirnya ketidakmampuan itu adalah bentuk yang harus diterima.

Harapan kami semua tentunya surat yang diberi judul “ Surat Dari Anak Sekolah Kaum Dhuafa, Untuk Indonesiaku Bebas Korupsi “ yang ditulis pada tanggal 8 Nopember 2009 menjadi cahaya baru dari kepudaran atas hilangnya sebuah kepercayaan menjadi harapan dan menumbuhkan kepercayaan baru kepada pemerintah dan lembaga penegak hukum.

Selamat bekerja Presiden

Selamat bekerja POLRI

Selamat bekerja Jaksa Agung

Selamat bekerja KPK

Ayo berantas Korupsi !!!

Kami yang selalu melihat dan mendengar !

Agustian ( Ketua Drupadi Foundation )





Jalan Panjang Sanggar Buyung Upik Di Toboh Marunggai

28 10 2009

P5274268Kamis, 8 Oktober 2009 pukul 04.00
Relawan Drupadi yang berjumlah 7 orang menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan masih terkantuk-kantuk karena pukul 01.00 baru kelar pembekalan materi traumatic healing. Mengingat pukul 06.00 ada meeting koordinasi dengan relawan Rumah Hati dan Lazuardi di terminal 2F maklum saja selama ini koordinasi lebih banyak lewat hp sehingga relawan harus melawan rasa kantuk dan tetap menjaga stamina agar misi kemanusiaan di area bencana berjalan sesuai dengan rencana.

Sekitar pukul10.00 para relawan yang berjumlah 21 orang sudah menginjakkan kakinya di bandara Minangkabau, uniknya para relawan yang terhimpun di Mustang 88 FM Peduli sangat beragam, ada yang baru pertama kali terjun dan ada juga yang sudah sudah terbiasa di daerah-daerah bencana misalnya pernah ikut dalam misi kemanusiaan gempa di Yogyakarta. Spesialisasinya pun macam-macam ada dokter, paramedis, conselor, penyiar ( Thanks y Grace dari KISS FM ) driver, dan yang ringan tangan untuk urusan logistik dan keperluan relawan. Walau tim baru bertemu satu sama lain relawan sudah saling melengkapi.

Hari pertama dan kedua tim masih mencari titik yang “sesuai” untuk dijadikan sasaran rehabilitasi mental pasca gempa. Mulai dari ulakan pauh kambar sampai sikucur koto V kampung dalam, akhirnya dihari ketiga diputuskan untuk melakukan pemusatan rehabilitasi di korong toboh marunggai nagari sikucur kecamatan koto V kampung dalam kabupaten Padang Pariaman.

Menurut data korban dan kerusakan di koto V Kampung Dalam sebagai berikut :

1. Jumlah Korban
Korban Meninggal : 30 orang
Luka Berat : 42 orang
Luka Ringan : 15 orang

2. Jumlah Kerusakan
Fasilitas Umum (Jln, Jembatan, Pasar
Irigasi )
Rusak Berat : 15
Rusak Sedang : 10
Rusak Ringan : 0

3. Rumah Ibadah
Rusak Berat : 123
Rusak Sedang : 41
Rusak Ringan : 3

4. Kantor
Rusak Berat : 14
Rusak Sedang : 5
Rusak Ringan : 0

5. Sekolah
Rusak Berat : 30
Rusak Sedang : 9
Rusak Ringan : 0

6. Rumah Penduduk
Rusak Berat : 5,111
Rusak Sedang : 881
Rusak Ringan : 269

7. Data Kependudukan
Jumlah Kepala Keluarga (KK) : 6,479
Jumlah Penduduk : 26,670

Menuju toboh Marunggai ditempuh hampir 1.5 jam dari kota pariaman mengingat jalan yang menaiki bukit dan jalan yang rusak apalagi sisi tebing jalan yang rawan longsor mengingat struktur tanah yang labil akibat gempa, ditambah lagi mobilisasi akses jalan menuju toboh marunggai dan home base relawan di kota Pariaman, tim harus kerja secara ekstra dengan kehati-hatian yang tinggi. Belum lagi untuk urusan komunikasi (signal) hp antara ada dan tiada melengkapi rasa “suasana” medan yang berat. Namun demikian semangat tim relawan tak pernah pudar justru menjadi petualangan yang mengasyikan.

Pengertian Dan Lingkup Kegiatan Traumatic Healing

P6014505Traumatic adalah sesuatu yang berhubungan dengan pengalaman yang menggucangkan jiwa. Penyebab trauma itu sendiri bisa disebabkan meninggalnya orang yang kita cintai, kekerasan yang dialami, bencana alam yang datang dengan tiba-tiba dan tak pernah diduga dampaknya dan kecelakaan yang menimbulkan kerugian harta benda dan kematian.

Menurut Mary Allen Copeland ( Living Without Depresion ) ciri-ciri trauma adalah sebagai berikut ; diam, bicara sendiri, menangis, tampak gelisah, sedih dan takut oleh sebab itu diperlukan treatment berupa healing menurut John M. Echols proses penyembuhan dari suatu penyakit yang diderita akibat dari suatu peristiwa yang dialami.
Relawan Mustang Peduli 88 FM yang terdiri dari jejaring Drupadi Foundation, Rumah Hati, Lazuardi Biru memusatkan perhatian traumatic healing di Korong Tobo Marunggai Nagari Sikucur Kabupaten Padang Pariaman dengan sasaran pada anak-anak.

Memulai aktifitas traumatic healing pada tanggal 10 Oktober dan berakhir pada 20 Oktober 2009. Posko relawan yang diberi nama Sanggar Buyung Upik mendapat respon yang sangat luar biasa dari penduduk mengingat program yang dijalankan membawa efek positif terhadap psikologis tumbuh kembang anak. Terlihat dari dimulainya program ini anak yang mengikuti berkisar 30 anak dan pada hari kedua dan seterusnya mencapai 150 anak

1 st treatment
Selalu menciptakan suasana senang ( happy atmosphere ) dengan materi yang disajikan sbb ;
Game
Brain game
Creativities
Story telling

2 st treatment
Sampaikan Nasihat ( Giving advice )
Tausyiah
Silaturrahiem
Empathy
Simpathy

Sabtu, 17 Oktober 2009
Hari yang begitu akan diingat oleh relawan yang sudah bermukim lama selama 8 hari di toboh Marunggai harus berpamitan dengan anak-anak yang mulai terlibat hubungan emosional dengan para relawan. Hari itu juga telah di deklarasikan dan diperkenalkan eksistensi sanggar yang diberi nama Sanggar Buyung Upik. Mungkin dihari-hari yang kan datang jika anak-anak telah tumbuh dewasa meningat sanggar Buyung Upik sama dengan membangkitkan masa depan dari porak-poranda kampung penghasil kopra dan coklat.

Sanggar Buyung Upik adalah tempat bermain, berkumpul dan belajar dengan semboyan, saling sapa, sopan, silaturahiem, dan semangat. Berteman buku dan kesederhanaan kiranya sanggar Buyung Upik adalah teman yang indah dan sulit terlupakan.

Tim traumatic healing selanjutnya diteruskan oleh Bu Titik (Lazuardi Biru) namun mengingat curah hujan, dan gempa susulan (mengakibatkan bukit sepanjang 800 meter terlihat membelah dengan rongga hampir 3 meter) diputuskan Tim untuk turun dan mengakhiri misinya.

Selamat berjuang sahabat di toboh Marunggai
Ada canda
Ada tawa
Ada rasa cinta
Terus semangat

LET’S START & DO IT

“REDIREDT OUR BROTHERS AND SISTERS INTO A BALANCE CONDITION”

(Bob D Mc. Donald, Ph D)





Dari TPS 53 ; Suarakan Pesan Wakil Rakyat Tentang Banjir

15 04 2009

life-jacket-vest-baju-pelampung-150x150Tanggal 9 April 2009 perhelatan Pemiliham Umum untuk memilih wakil rakyat digelar serentak diseluruh pelosok tanah air dengan biaya sebesar 21,8 trilyun rupiah yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Tentu jumlah biaya yang fantastik harus di-imbangi oleh terpilihnya wakil rakyat yang cerdas, berkualitas dan dekat dengan konstituennya.

Adalah mementum yang sangat tepat bila TPS 53 di design untuk menyampaikan sebuah pesan kepada wakil rakta terpilih dengan amanah yang dinamakan ” TRIPERA 53 ” Tiga Pesan Rakyat TPS 53 yang isinya agar dibuatkan UU / Perda yang mengatur tentang tatacara pendirian perumahan yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan, agar dibuatkan UU / Perda yang memberikan jaminan keselamatan dan perlindungan atas terjadinya bencana alam maupun bencana sosial dan dibuatnya master plant banjir di wilayah kabupaten Bekasi.

Pesan-pesan itu di representasikan dalam bentuk happening art di TPS dengan memakai baju pelampung yang dikenakan saat mencontreng, dapur umum dan pesan yang dituliskan pada empat kain putih untuk wakil rakyat baik DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD Provinsi. Ditambah alunan suara Mas Dewo yang sarat dengan lagu-lagu kritik sosial.

Drupadi Foundation mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mempublikasikan ( teman-teman wartawan media cetak dan elektreonik) sehingga dapat diketahui oleh publik terutama pengambil kebijakan. Semoga Banjir yang kerap kali datang setiap tahunnya dapat dilawan dengan rasa sadar bahwa keseimbangan alam semesta menjadi sahabat dan cerdas ketika kita “ngeh” dan menyegerakan mencari solusi yang tepat.

 ” Kliping Dari Sahabat Jurnalis”

Kamis, 9 April 2009 | 22:01 WIB

TPS Bernuansa Banjir di Tarumajaya

Bekasi, Warta Kota

Anang Ma’ruf (35) melepas baju pelampung yang baru dikenakannya. Seorang petugas berpakaian hansip (pertahanan sipil) membantunya melepaskan baju warna oranye itu. Sang petugas lalu meminta Anang memasukkan surat suara yang baru dicontrengnya ke kotak suara.

“Saya senang ada inisiatif seperti ini. Biar mereka yang terpilih ingat bahwa persoalan banjir di perumahan ini harus segera diselesaikan,” ujar Anang seusai menggunakan hak pilihnya,

Tak hanya Anang yang mengenakan baju pelampung. Setiap warga yang hendak memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 53 Perumahan Villa Mutiara Gading, Setia Asih, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/4) pagi itu tidak keberatan mengenakan baju pelampung saat pencontrengan.

Sebidang tanah lapang yang dijadikan lokasi TPS itu memang dihias warga layaknya tempat penampungan korban banjir. Di pintu masuk TPS teronggok perahu karet. Warga yang hendak memberikan suara diminta duduk antre di tempat yang disediakan. Begitu tiba gilirannya, warga yang dipanggil kemudian diberi baju pelampung. Warga melakukan pencontrengan surat suara sembari mengenakan baju pelampung itu.

Usai memberikan suaranya, warga yang keluar dari bilik suara tampak antusias menuliskan pesan-pesan sosial di lembaran kain berukuran 3 m x 1 m. Terbentang empat lembaran kain yang bisa menjadi media penulisan oleh warga.

Masing-masing lembaran kain itu ditujukan untuk para wakil rakyat, baik itu DPRD Kabupaten Bekasi, DPRD Provinsi Jawa Barat, DPR, maupun DPD. Isinya beragam, seperti: Udah Banjir Baru Mikir; Jangan Janji Doang yang Penting Bukti; Kami Warga VMG Sudah Jenuh Dengan Banjir; dan sebagainya.

Usai membubuhkan tulisan pesan, warga yang keluar dari area TPS mendapat segelas mi seduh dari dapur umum. Tinggal dikasih air panas dan disantap di lokasi atau dibawa pulang, terserah warga. Benar-benar mirip penampungan warga yang terserang musibah banjir.

“Semua ini hasil swadaya warga, bukan sumbangan simpatisan partai mana pun. Ini cara kami menyampaikan aspirasi setelah bertahun-tahun tak dihiraukan. Sejak tahun 2001 tempat ini jadi langganan banjir,” tutur Ujang Suherman, Ketua KPPS 53.

Musik dan lagu

Sepanjang pelaksanaan pemungutan suara itu, warga juga dihibur alunan lagu yang dibawakan band dadakan bentukan warga setempat. Mereka beranggotakan sekelompok warga dari Komunitas Gempar 15.

“Nama Gempar 15 itu karena kebetulan kami tinggal di RW 15, bukan dari simpatisan partai nomor 15,” tutur Ruslan, Ketua RW 15, tempat TPS itu berada. Penyajian lagu dimaksudkan menggugah kesadaran warga agar mendatangi TPS untuk memberikan suaranya. Begitulah, hingga Warta Kota meninggalkan lokasi, lagu-lagu dari Iwan Fals pun berulang-ulang dinyanyikan grup band dadakan itu. “Wakil Rakyat. Seharusnya Merakyat.” (Ichwan Chasani/Warta Kota)

Pemilih di Desa Setia Asih Pakai Pakaian Pelampung

Kamis, 09 April 2009 , 13:43:00

BEKASI, (PRLM).- Warga RW 15, Desa Setia Asih Kec. Tarumajaya, Kab. Bekasi menyampaikan aspirasinya dengan cara yang unik di hari pemilihan umum legislatif. Setiap pemilih yang akan masuk pada bilik suara wajib dikenakan pelampung. Bukan tanpa alasan tiga Tempat Pemungutan suara, yaitu TPS 53, TPS 54, dan TPS 55 di RW 15 ini menyelenggerakan dengan cara unik.

“Sebagai bentuk aspirasi kita, dengan diadakannya pileg ini. Para calon legislatif yang jadi nantinya dapat membawa aspirasi warga Tarumajaya yang tiap tahun wilayah menjadi langganan banjir,” ucap Ketua RW 15, Desa Setia Asih Kec. Tarumajaya, Kab. Bekasi Ruslan Hemon saat ditemui saat berlangsungnya pemungutan suarat di TPS 53, Kamis (9/4).

Tidak hanya itu, kekompakan warga RW 15, Taruma Jaya ini juga ditunjukan dengan mencantumkan Tripera (Tiga pesan Rakyat) RW 15. Mereka meminta kepada siapapun caleg yang nantinya duduk sebagai wakil rakyat dapat membuat undang-undang (UU) atau peraturan daerah (perda) tentang tata cara pendirian perumahan yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan kesejahteraan, serta UU atau Perda tentang kewajiban melindungi rakyat dari bencana. (A-186/kur)***  (Sumber: Pikiran Rakyat)

Pemilu – pemilihan legislatif

TPS Unik di Bekasi, Tiap Pemilih Wajib Berpelampung

Kamis, 9 April 2009 – 15:27 wib

Tedi Suteja – Global

BEKASI – Ada hal menarik di TPS 53 yang berlokasi di Perumahan Villa Mutiara Gading RT04/RW15, Desa Setia Asih, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Pemilih di TPS itu diwajibkan mengenakan pelampung.

Pelampung ini harus dikenakan para calon pemilih saat mereka melakukan pencontrengan. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk kritik warga perumahan yang sudah terbiasa dengan banjir di lingkungan meraka saat musim penghujan datang.

“Selain menggunakan pelampung, warga juga menuliskan pesan-pesan singkat kepada para caleg yang sedang berlaga di spanduk yang telah disiapkan,” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Suherman di lokasi, Kamis (9/4/2009).

Tema banjir ini, lanjutnya, sengaja dipilih untuk menggugah para calon wakil rakyat yang terpilih nanti untuk memperhatikan perumahan mereka yang menjadi langganan banjir.

Warga berharap, dalam pemilihan wakil rakyat ini aspirasi warga perumahan dapat lebih diperhatikan. Pasalnya, sejak tahun 2000 hingga sekarang, pemerintah Kabupaten Bekasi kurang aspiratif dalam menangani dan menanggulangi banjir di wilayah warga Bekasi.

Meski begitu, hal tersebut tidak lantas menyurutkan semangat calon pemilih untuk berpartisipasi dalam pesta demikarsi kali ini. Pasalnya, sebanyak 70 persen pemilih sudah menggunakan hak pilihnya.
(lsi) (Sumber: okezone.com) 

Sambil Nyontreng, Warga Gelar Aksi Keprihatinan
Eko Purnomo – Bekasi, Tempat Pemungutan Suara (TPS) 53 di RT 4 RW 15  Perumahan Villa Mutiara Gading Satu, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggunakan pembatas batang pohon pisang serta melakukan aksi tanda tangan sebagai bentuk keprihatinan.

Selain sebagai bentuk keprihatinan, aksi yang dilakukan di TPS 53 pada pemilu legislatif, Kamis (9/4) hari ini juga sebagai bentuk ungkapan untuk para wakil rakyat terpilih agar tidak ingkar dengan janji-janjinya.

Salah seorang warga, Ruslan kepada ELSHINTA mengatakan, coretan, baik berupa tanda tangan maupun berupa ungkapan kekecewaan melalui untaian kata-kata ini rencananya akan dibawa kepada wakil rakyat terpilih.

Warga Perumahan Villa Mutiara Gading Satu selama ini sangat mengeluhkan kondisi wilayahnya yang selalu mengalami kebanjiran saat turun hujan dan belum ada penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah setempat. (der) (Sumber : Elshinta)





MENEROPONG PERKEMBANGAN SERTIFIKASI GURU DI KABUPATEN / KOTA BEKASI

4 02 2009

sertifikasiSebagaimana kita ketahui bersama program sertifikasi guru yang dijalankan saat ini dilandasi oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya merealisasikan program sertifikasi guru saat ini dalam rangka mengejewantahkan parameter guru berkualitas yang selama ini masih hanya dalam angan-angan.

Program sertifikasi guru dilaksanakan untuk mengakomodir berbagai kompetensi yang harus dimiliki guru agar dapat memenuhi standar guru professional dan berkualitas. Kompetensi tersebut terdiri dari: 1) kompetensi akademik yaitu kapasitas keilmuan yang harus selalu diupdate dari waktu ke waktu, 2) kompetensi pedagogi yaitu kemampuan mengembangkan pendekatan-pendekatan dalam pengajaran, sehingga siswa akan memperoleh kenikmatan dalam mengikuti proses pembelajaran, 3) kompetensi personaliti yaitu peta kepribadian seorang guru yang patut menjadi teladan bagi setiap siswanya serta masyarakat  sekitarnya. 4) kompetensi sosial yaitu kepiawaian guru dalam berkomunikasi dan mengkomunikasi hal-hal yang penting  dalam aktifitas sehari-hari baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya . Lebih jelasnya ke empat kompetensi tersebut dapat dipetakan dalam diagram di bawah ini.

dia-1

Keempat kompetensi di atas adalah barometer standar guru berkualitas, sehingga adalah suatu hal yang wajib untuk dilakukan oleh setiap guru untuk selalu memperbaiki kinerja dan kapasitas keilmuan yang selama ini dimiliki. Agar setiap guru akan merasakan adanya kesiapan dalam  program sertifikasi sebagai wadah uji kompetensi pada profesi yang dijalankan.

Sebagaimana kita ketahui pelaksanaan program sertifikasi guru ini melibatkan banyak pihak yang menjadi institusi penjamin kesuksesan eksekusi program ini. Mereka adalah LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan), Konsorsium Sertifikasi Guru di Jakarta dan guru itu sendiri sebagai sebuah profesi yang akan diuji kapasitasnya.

Melihat begitu banyaknya pihak yang dilibatkan, sehingga memungkinkan akan munculnya berbagai masalah yang akan dihadapi dalam proses pensertifikasian guru tersebut. Ini berarti akan menjadi batu sandungan untuk kelancaran dan kesuksesan program sertifiasi guru ini. Untuk itu  ada baiknya setiap pihak yang terkait dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara  akurat dan tepat sasaran.

Semua pihak di atas yang terkait dalam pelaksanaan sertifikasi guru telah diatur dengan jelas porsi kewenangannya dalam Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi Guru. LPMP bertugas mendata peserta, mempersiapk,an NUPTK para guru  serta pendanaan kegiatan penilaian portofolio dan PLPG yang diperuntukkan bagi guru-guru yang belum lulus dalam penilaian portofolio tersebut. .

Sedangkan Dinas Pendidikan kabupaten/kota bertugas menangani database guru untuk NUPTK, perekrutan calon, sosialisasi program kepada calon peserta, pengumpulan dan pengiriman dokumen portofolio ke LPTK, pengembalian dokumen asli pada setiap peserta sertifikasi guru, penyampaian hasil penilaian portofolio/PLPG dari LPTK, pendistribusian sertifikat kepada setiap peserta dan pengusulan tunjangan kepada Dinas Pendidikan Provinsi/Dirjen PMPTK di Jakarta.

LPTK berwenang dalam menyelenggarakan penilaian portofolio, dan juga melibatkan assessor dari LPTK mitra dan LPMP, Selain itu juga mengirim hasil penilaian ke Jakarta untuk diverifikasi, mengumumkan hasil setelah diverifikasi dan melaksanakan PLPG, menerbitkan dan mengirimkan sertifikat beserta foto kopinya yang telah dilegalisasi kepada peserta. Terakhir adalah membuat database hasil penilaian setiap portofolio guru yang telah dinilai.

Yang menjadi beberapa catatan penting dalam  sertifikasi guru di Bekasi adalah masih adanya masalah yang timbul di lapangan walaupun program  sertifikasi guru ini sudah akan memasuki tahun ketiga. Peta persoalan yang timbul dalam proses sertifikasi dapat dilihat pada diagram berikut ini.

dia-2

I. Portofolio Guru

Para guru dalam program sertifikasi ini diberikan kesempatan untuk mengumpulkan berbagai macam bentuk dokumen atau sertifikat yang pernah diikuti oleh guru selama ini selain aktifitas mengajar di kelas. Sertifikat yang dikumpulkan bisa diklasifikasikan ke dalam beberapa hal, lihat pada tabel berikut ini.

Tabel 1

NO.

JENIS DOKUMEN

1. Ijazah Pendidikan
2. Sertifikat Pelatihan
3. Sertifikat Seminar dan Workshop
4. Sertifikat Kegiatan Sosial
5. Sertifikat Penghargaan Prestasi
6. Surat Tugas
7. Jadual KBM
8. Jadual Khotib
9. Rencana Program Pengajaran
10 Lembar Penilaian Atasan

Kekurangjujuran dalam melampirkan dokumen portofolio kerap terjadi. Hal ini disebabkan keinginan yang cukup besar dari rekan-rekan guru untuk lulus sertifikasi dari jalur penyeleksian portofolio ini. Sebagian mereka beranggapan dengan lulus penilaian berkas portofolio, ada harapan tidak sulit-sulit lagi untuk mengikuti program PLPG bagi guru-guru yang tidak lulus penyeleksian portofolio tersebut.

Mengkopi sertifikat orang lain dan membuat surat keterangan dari program kegiatan yang belum pernah dilaksanakan adalah contoh kekurangjujuran dalam pengumpulan berkas portofolio. Hal ini bukan saja merugikan pihak di luar diri guru, akan tetapi juga akan berdampak terhadap kinerja performansi yang sebenarnya sangat diharapkan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Di bawah ini tabel yang menunjukkan beberapa sikap kekurangjujuran dan dampak yang ditimbulkan kaitannya dengan kinerja guru di lapangan.

Tabel. 2

NO.

JENIS KETIDAKJUJURAN

DAMPAK KINERJA

1.

Pemalsuan Sertifikat Manipulasi nilai siswa dan kemalasan membuat soal yang akan diberikan kepada siswa dengan mengkopi soal-soal dari soal yang sudah ada

2.

Pembuatan Surat Tugas Menghilangkan motivasi untuk melakukan tugas-tugas lain sejenis. Asumsinya walaupun tidak melaksanakan tugas, mereka tetap memperoleh surat tugas yang digunakan untuk cum.

3.

Pemalsuan Surat     Penghargaan Meniadakan rasa keinginan berprestasi di dalam pekerjaan, karena surat penghargaan mudah diperoleh dan mudah dimodifikasi untuk kepentingan sendiri.

II. Legalisasi Sertifikat Pendidik

Sesuai dengan buku Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi Guru.sertifikat pendidik yang diberikan kepada para rekan guru yang telah lulus program sertifikasi hendaknya diberikan bukan hanya sertifikat aslinya saja, akan tetapi juga harusnya di lengkapi dengan 3 lembar foto kopi sertifikat pendidik tersebut yang telah dilegalisasioleh pihak berwenang, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Hal yang mungkin terjadi bila saja pengiriman hanya sertifikat pendidik asli tanpa dilengkapi foto kopi sertifikat yang terlegalisasi tersebut adalah terganggunya jam mengajar guru ketika mereka sendiri yang harus mengurus legalisasinya. Ini berarti siswalah yang dirugikan karena kehilangan tatap muka dengan guru yang seharusnya mengajar di kelas.

Selain itu, kurang efisiensinya proses tersebut akan berdampak terhadap keterlambatan guru dalam memperoleh tunjangan yang seharusnya sudah diperoleh hanya karena kekuranglengkapan foto kopi sertifikat pendidik yang belum dilegalisasi.

III. Sosialisasi Program Sertifikasi

Sosialisasi program sertifikasi kepada para guru di Bekasi masih dirasakan kurang optimal. Hal ini dapat dibuktikan dengan  masih banyaknya rekan-rekan guru yang belum mengetahui bagaimana cara menyusun dokumen portofolio sesuai dengan petunjuk yang ada.

Selain itu juga  dapat dilihat  masih banyak di antara mereka yang belum mengetahui tentang makna dan tujuan adanya program sertifikasi guru. Dengan ketidakjelasan ini memungkinkan para rekan guru yang akan disertifikasi tidak mengetahui apa sebenarnya kualitas yang harus mereka tingkatkan. Dan yang terjadi sebaliknya adalah hanya mengumpulkan sebanyak-banyaknya sertifikat dan surat tugas yang belum tentu kebenarannya.

Pengrekrutan peserta sertifikasi juga belum sesuai dengan ketentuan yang ada. Mekanisme pengrekrutan peserta  di antaranya adalah pertama, calon peserta harus sudah menyelesaikan jenjang pendidikan S1 atau setara dengan Diploma IV. Kedua, calon peserta sudah menjadi guru PNS. Ketiga, atau calon peserta berprofesi sebagai guru tetap sebuah yayasan yang bermasa kerja minimal 5 tahun.

REFLEKSI

Dari deskripsi informasi tentang berbagai permasalahan Program Sertifikasi Guru Dalam Jabatan di atas tampaknya masih banyak yang harus kita benahi untuk peningkatan mutu pelaksanaan program ini. Pembenahan atas program ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota Bekasi, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh stakeholder pendidikan yang ada di Bekasi. Untuk itu koreksi dan perbaikan harus sama – sama menjadi masalah bersama agar semua persoalan sertifikasi guru yang muncul dari waktu ke waktu dapat  dilengkapi kekurangannya dan dicarikan solusi pemecahannya demi kepentingan kemajuan mutu pendidikan di Kabupaten / Kota Bekasi.

( Muhammad Hatta, M.Ed, Koordinator Lembaga Pendidikan Drupadi Foundation)





ORIENTASI KERJA DAN PROFIL KINERJA PENGAWAS PENDIDIKAN DI KABUPATEN / KOTA BEKASI

4 02 2009

orienSalah satu ciri dari pendidikan yang berkualitas adalah adanya pengawasan yang ketat (tight supervision) dalam pelaksanaan proses pendidikan di setiap jenjang institusi pendidikan di suatu wilayah tertentu. Pengawasan yang  dimaksud adalah pengawasan yang dilakukan bukan hanya dari institusi dinas pendidikan akan tetapi alangkah baiknya  pengawasan juga dilakukan oleh para elemen-elemen masyarakat yang terkait dengan proses pelaksanaan pendidikan (stakeholders). Pengawasan yang komprehensif dari berbagai pihak dalam proses pendidikan akan memberikan dampak positif dan kebermaknaan dalam optimalisasi fungsi dan peranan komunitas sebagai stakeholder pendidikan.

Mewujudkan pengawasan yang professional dalam dunia pendidikan dipandang amatlah perlu dengan mendeskripsikan secara konkrit  tentang orientasi kerja pengawas pendidikan. Hal ini sangat penting direalisasikan agar yang dilakukan sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat.

I. ORIENTASI KERJA

Seorang pengawas pendidikan memiliki peran dalam membina para kepala sekolah, guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran, metode mengajar dan evaluasi pengajaran. Untuk lebih jelasnya peta kewenangan seorang pengawas pendidikan dapat dilihat pada Diagram berikut ini.

diagram1

  1. Pembinaan Kepala Sekolah

Pengawas dapat memberikan masukan (input) serta kritikan yang membangun dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain; 1) Membantu kepala sekolah dalam mengembangkan peningkatan mutu manajemen pendidikan di sekolah, 2) Membantu kepala sekolah dalam melakukan pembinaan kepada guru-guru, 3) Membantu kepala sekolah dalam mengembangkan in-service training bagi para guru dan staf administrasi,  4) Membantu Kepala sekolah dalam mengembangkan kinerja mitranya di sekolah dalam hal ini para guru dan staf Tata Usaha

  1. Pembinaan guru-guru

Guru adalah ujung tombak dalam proses pencapaian tujuan pendidikan di setiap jenjang pendidikan. Secara operasional yang dapat dilakukan oleh seorang pengawas pendidikan adalah; 1) Membantu guru melihat dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan, 2) membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar murid-murid., 3) Membantu guru dalam menggunakan sumber-sumber pengalaman belajar, 4) Membantu guru dalam menggunakan metode-metode dan alat-alat pembelajaran modern, 5) Membantu guru dalam memenuhi kebutuhan belajar murid-murid, 6) Membantu guru dalam menilai kemajuan belajar murid-murid dan hasil pekerjaan guru itu sendiri, 7) Membantu guru dalam membina reaksi mental dan moral kerja guru dalam rangka pertumbuhan pribadi dan jabatan guru, 8) Membantu guru agar lebih mudah melakukan penyesuaian terhadap masyarakat.

  1. Pembinaan Staf Tata Usaha

Pembinaan staf Tata Usaha adalah suatu hal yang penting untuk dilakukan oleh pengawas pendidikan. Pembinaan yang berhasil pada lini administrasi sekolah akan berdampak terhadap kelancaran administrasi sebagai bentuk penunjang keberhasilan dan kemajuan sekolah pada tingkat yang diharapkan. Adapun antara lain hal-hal yang dapat dilakukan  dalam pembinaan petugas Administrasi sekolah adalah; 1) Membina para petugas TU dalam mengembangkan peningkatan mutu pelayanan administrasi  pendidikan di sekolah, 2) Membina para staf dalam menunjang manajemen kualitas secara keseluruhan, 3) Memberikan in-service training kepada para staf dalam mewujudkan staf yang handal dan professional, 4) Bersama-sama dengan kepala sekolah memperhatikan pengembangan karir dan jabatan staf administrasi di sekolah.

II. PROFIL KINERJA PENGAWAS PENDIDIKAN

DI KOTA BEKASI

Yang diharapkan profil kinerja seorang pengawas pendidikan memiliki peran sebagai innovator dan inspirator dalam melakukan tugasnya di lapangan. Sebagai innovator berarti dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan penggunaan temuan-temuan baru yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran, seperti sosialisasi aplikasi berbagai pendekatan dan teknik-teknik terbaru dalam pengembangan bentuk strategi pengajaran di kelas. Pencapaian target atau tujuan pendidikan dengan demikian akan mudah direalisasikan.

Sedangkan sebagai inspirator berarti memberikan nasehat dan masukan berupa motivasi agar tercipta kemantapan kinerja bagi setiap kepala sekalah, guru-guru dan staf-staf TU.  Dengan demikian pelaksanaan tugas di lapangan akan selalu terinspirasi untuk selalu menjaga kestabilan dalam berkarya dan beraktifitas dalam dunia pendidikan.

Setiap pengawas pendidikan hendaknya memberikan arahan yang terbaik untuk setiap sekolah yang menjadi wewenangnya. Hal-hal yang dapat dilakukan antara lain:

1.     Menguasai berbagai pengetahuan yang dapat mendukung profesi sebagai pengawas pendidikan.

2.     Mengikuti perkembangan teraktual dalam dunia pendidikan, sehingga akan mudah mengadaptasi dan mengetuktularkan informasi tersebut kepada setiap kepala sekolah, guru-guru dan staf-staf TU di sekolah-sekolah.

3.     Mengerti tugas-tugas pokok dengan baik sebagai seorang pengawas

4.     Menggali potensi-potensi yang ada di setiap sekolah untuk mendukung proses pengawasan  di lapangan.

5.     Memelihara solidaritas antara pengawas, kepala sekolah, para guru dan staf-staf TU di setiap sekolah yang menjadi lahan garapannya.

6.     Mengorganisir dengan baik para kepala sekolah, guru-guru dan staf -staf TU agar saling menstimulir dan melakukan percepatan terhadap pencapaian kemajuan sekolah-sekolah.

Untuk lebih jelasnya Swearingen sedikitnya menyebut ada 8 fungsi  pengawas pendidikan:

  1. Mengkoordinasi semua proses pendidikan di sekolah,
  2. Memperlengkapi tugas fungsi kepala sekolah.
  3. Memperluas pengalaman para guru.
  4. Menstimulasi  usaha-usaha kreatif dalam pembinaan setiap sekolah.
  5. Memberikan penilaian yang terus menerus
  6. Menganalisa situasi belajar mengajar
  7. Memberikan pengetahuan dan skill kepada setiap staf-staf TU.
  8. Mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar para guru.

Dari beberapa deskripsi di atas tampaknya  aktifitas seorang pengawas pendidikan hendaknya harus memenuhi berbagai persyaratan yang menjadi bobot atau kapasitas yang harus dimiliki dalam berkarya. Hal ini penting untuk dibuktikan oleh setiap pengawas pendidikan dalam melaksanakan tugasnya sehar-hari. Oleh karena itu posisi seorang pengawas pendidikan memiliki peran strategis dalam memajukan dunia pendidikan. Dengan kata lain, Di manapun dan kapanpun pendidikan itu berlangsung akan berjalan dengan baik dan sesuai harapan jika fungsi kontrol baik yang dilakukan oleh pengawas pendidikan itu sendiri dan stakeholder pendidikan berfungsi optimal dalam dinamikanya.





Hari Yang Menyebalkan Di Istana Sa’addudin

3 01 2009

saad1Sejak surat dilayangkan ke Bupati Bekasi tentang keinginan para pimpinan kepemerintahan yang paling terkecil yaitu RT dan RW untuk bertemu dengan Bupati Bekasi yaitu Drs H. Sa’addudin MM guna menyampaikan permasalahan banjir di perumahan Vila Mutiara Gading yang tak pernah terselesaikan, barulah kami mendapat kabar pada hari yang ke-19 bahwa permohonan kami ingin bertemu dengan Bupati dikabulkan dengan agenda nomor 2088 dan pertemuan tersebut di atur melalui Sekretaris pribadi bupati yaitu hari senin tanggal 22 Desember 2008 jam 08.30 walau semula dijadualkan jam 09.00 mengingat ada perhelatan peringatan Hari Ibu di Kantor Kabupaten Bekasi.

Hari itu tanggal 22 Desember 2008 adalah hari yang sangat menyebalkan, buruknya pelayanan di kantor kabupaten Bekasi dengan birokrasi yang dijalankan secara tidak profesional. Betapa tidak seorang Bupati yang di usung oleh Partai Keadilan Sejahtera dengan jargon ” Bersih Peduli Profesional ” enggan menemui rakyatnya, enggan mendengar segala persoalan banjir untuk dijadikan sarapan pagi. Memang kedatangan kami membawa cerita pahit getir akan banjir yang selalu hadir pada musim penghujan, bukan datang dengan membawa upeti atau sodoran proposal yang bisa mendatangkan pemasukan kas daerah.

Ke-engganan Sa’addudin selaku orang nomor 1 di Bekasi menemui kami menandakan pencitraan buruk pada birokrasi di Kabupaten Bekasi, pertama bahwa pertemuan kami sesungguhnya sudah dalam agenda kerja bupati, kedua persoalan banjir yang kami ketengahkan merupakan representasi seluruh perumahan yang ada di Kabupaten Bekasi atas lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap pengembang yang membangun perumahan tanpa memperhatikan drainase dan aspek lingkungan.

Lucunya saat bupati enggan menemui kami justru mendelegasikan Pak Ocha dari Dinas Pengairan yang mewakilkan bupati (baru beberapa saat diberitahu oleh bupati) tidak dapat berbuat banyak memberikan solusi tentang banjir hal ini dapat dimaklumi karena kapasitasnya hanya pada ruang lingkup pengairan saja. Kenapa Sa’addudin jauh-jauh hari tidak mengkoordinasikan dengan instansi terkait misalnya Dinas Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan dll ? Sehingga pemecahan masalah banjir di kabupaten bekasi dapat ditarik benang merah.

Justru Sa’addudin sibuk menginstruksikan para camat dan anak buahnya untuk mempersiapkan jika banjir datang bukan penanggulangan masalah banjir itu sendiri secara komprehensif.

Tapi jika kita mendengar nasehat atau ceramah dari Sa’addudin yang sangat kental mengutip ayat-ayat suci dan Al-hadits seolah kita menjadi teduh dalam performa keshalehan. Sangat disayangkan performa ini memiliki dua ruang ganda yang berbeda, performa kesalehan dan performa mengaktualisasikan realitas seolah berdiri sendiri.

Jika kami kecewa terhadap attitude Bupati Bekasi wajar saja, karena saat PILKADA mayoritas pemilih diperumahan kami mempercayakan Sa’addudin untuk memimpin Bekasi. Apalagi setelah beliau mendaftarkan diri di KPU Bekasi. Malam harinya Sa’addudin menemui kami dengan performance santri serta meyakinkan kami dengan retorika keberpihakan kepada rakyat tentu dengan bumbu jargon PKS yang populer ” Bersih Peduli Dan Profesional “

Tulisan ini dimaksudkan untuk mengkritik terhadap kebijakan yang beliau jalankan agar kontrol rakyat terhadap pemerintah berjalan, sehingga kekuasaan yang diamanahkan dapat dijalankan dengan baik.

Salah satu ujian Sa’addudin tinggal ditentukan, apakah beliau berpihak kepada rakyat atau berpihak kepada pengembang dengan meng-iyakan atas serah terima perumahan Vila Mutiara Gading dari PT. ISPI Pratama ( Pengembang ) dengan pemerintah kabupaten dengan syarat layak dan kepatutan.

Kita lihat saja nanti !

Agustian ( Ketua Drupadi Foundation )





TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1430H :sebuah komitmen dan harmoni dari introspeksi, motivasi dan implementasi

29 12 2008

masjidku7“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati dimuka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Surat An-Nisa ayat 100)

“Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan RasulNya,maka hijrahnya iyu menuju Allah dan RasulNya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan”. (Hadist Riwayat Bukhari Muslim)

INTROPEKSI
Menjelang Tahun Baru 1430H ini sudah saatnya kita mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat. Introspeksi diri dalam menyambut tahun baru hijriah, adalah sangat-sangat perlu bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat, penilaian dan penimbanagan ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan kita. Intropeksi dilakukan untuk mengendalikan semua bentuk amalan perbuatan yang hendak kita lakukan dengan penuh pikiran, pertimbangan, dan pertanggung jawaban.

Kita sadar bahwa diakui atau tidak usia kita telah berkurang. Sementara investasi pahala untuk simpanan di akhirat masih sangat tipis, dibanding nikmat-nikmat Allah yang setiap detik selalu mengalir tiada putus-putusnya .

“Seorang mu’min tidak akan pernah terjerumus dalam jurang yang sama dua kali”. (HR Muslim).

Dari sini kita akan lebih banyak belajar pada sejarah untuk membangun masa depan kita. Dalam arti kata lain kita akan menjadi pribadi yang pandai membangun masa depan berdasarkan pikan masa lampau yang santun. Dan kita dengan langkah ini tidak mengulang kesalahan masa lalu.

MOTIVASI

Memahami tahun hijriyah akan lebih mengakrabkan kita dengan alam, dan otomatis akan lebih mendekatkan kita kepada Allah Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW. dari kota Makkah menuju kota Madinah. Setiap awal tahun hijriyah seperti ini kita seharusnya sebagai umat Islam segera membangun semangat baru untuk meningkatkan ketakwaan dalam diri kita. Meningkatkan ketaatan kepada Allah.

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada(Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.(Surat At-Taubah ayat 105).

Hijrah adalah momentum kebangkitan kaum Muslim. Nilai utamanya bukanlah pada proses perpindahannya. Tapi pada keyakinan tadi : Bahwa kita tidak pernah sendiri, ada Allah di atas kita, dan Allah-lah yang menjadi alasan dan tujuan segala gerak dalam hidup seorang hamba.Hijrah adalah perpaduan yang sangat seimbang antara keyakinan yang kuat dengan kekuatan amal yang nyata. Inilah motivasi yang paling tinggi bagi seorang mukmin. Perubahan besar yang terjadi karena perpaduan keduanya menjadi sangat luar biasa

Dari studi literatur ada 5 (lima) perpaduan unsur motivasi berbasis Qur’an :

1. Pekerjaan kita diperhatikan oleh Allah, sehingga menuntut optimasi tanpa batas.
2. Pekerjaan kita juga telah diberikan bingkai prinsip dasar oleh apa-apa yang dicontohkan oleh RasulNya. Bingkai        yang diberikan oleh Rasulullah ini begitu utuh, ada bingkai keadilan, ada bingkai    hubungan sosial, ada bingkai pelestarian lingkungan, ada bingkai waktu, ada bingkai hak dan kewajiban dan banyak lagi.
3. Pekerjaan kita mestilah berhasil guna, mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi banyak orang.
4. Ada banyak bagian yang kita tidak ketahui dari pekerjaan kita. Ada campur tangan yang tak terjangkau oleh akal dalam keberhasilannya atau bahkan kegagalannya.
5. Optimasi kerja akan selalu berhadapan dengan keterbatasan manusiawi. Tapi tidak ada yang sia-sia karena pekerjaan kita bukan saja berorientasi dunia, tapi harus menembus ruang dan waktu, menjadi tabungan pensiun di masa kekal dimana kita tidak dituntut untuk bekerja lagi.

Dengan datangnya tahun baru ini, semoga semangat untuk membangun kemegahan akhirat lebih kuat dari semangat untuk membangun kemegahan dunia. Dalam permulaan tahun baru hijriyah ini, kita umat Islam membangun tekad baru, untuk meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah dengan penuh kesadaran.

IMPLEMENTASI

Dengan datangnya Tahun Baru 1430H ini kita tingkatkan kuantitas dan kualitas amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan meninggalakan semua perbuatan yang tidak bermanfaat. Kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba Allah SWT yang taat akan perintahnya, dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangannya. Dan bukanlah Allah SWT telah berfirman bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah, dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan, baik itu dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi. Marilah kita ganti kemaksiatan dengan semangat memperbanyak amalan-amalan saleh.

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu Muhammad, maka jika kalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kamu sekalian dikembalikan”. (Surat An-Anbya34-35)

Manusia memiliki batasan waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak akan mengundurkannya barang sesaatpun, dan tidak dapat pula memajukannya. yang pasti kesempatan itu tidak akan pernah ada untuk kedua kalinya. Ini berarti umur kita bukannya semakin bertambah, tetapi sebaliknya dari tahun ketahun umur kita semakin berkurang. Oleh sebab itu marilah kita isi hidup kita ini dengan memperbanyak amalan soleh, belajar dengan giat, bekerja dengan ikhlas, dan beribadah dengan hanya mengharap ridho Allah SWT semata.

Maka marilah kita pergunakan kesempatan hidup ini dengan meningkatkan taqwa kita kepadanya dan menambah semangat beramal ibadah yang lebih besar lagi. Kembali kepada masalah introspeksi diri dalam menyambut tahun baru hijriah, adalah sangat-sangat perlu bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat, penilaian dan penimbangan ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan kita. Tapi itu semua dilakukan untuk mengendalikan semua bentuk amalan perbuatan yang hendak kita lakukan dengan penuh pikiran, pertimbangan, dan pertanggung jawaban.

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya”. (HR Achmad).

Berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan-perbuatan yang bijak. Adalah suatu tindakan yang bijak, jika manusia berbuat salah kemudian ia sadar dan memperbaiki kesalahannya dengan berbuat amalan yang baik dengan komitmen tidak akan mengulangi kesalahannya itu.

 

“Selamat Jalan 1429 H, Selamat Datang 1 MUHARRAM 1430H “
Semoga Allah memberi segala kemudahan bagi kita
Wallahu A’lam
Laa Haula wa Laa Quwwata Ila Billah

 (Eddy Prazet, DVM., Staf Ahli DRUPADI FOUNDATION)

 





“SAVE OUR PLANET”

26 12 2008

GLOBAL WARMING : dari “EARLY WARNING” menuju “AZAB”

earth1

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan ( khalifah ) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan nenyucikan Engkau?’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’(Surat Al-Baqarah ayat 30)

PENDAHULUAN

Climate is an ill-tempered beast, and we are poking it with sticks.”
(Professor Wally Broecker, Columbia University)

Global warming atau pemanasan global adalah gejala alam yang sangat mengkhawatirkan dan membahayakan bagi kelangsungan hidup manusia di muka bumi tercinta ini. Global warming atau pemanasan global itu adalah akibat dari menipis bahkan berlubangnya lapisan ozon pada atmosfer. Banyak sekali fungsi ozon bagi kelangsungan hidup manusia di muka bumi, diantaranya adalah sebagai pelindung muka bumi dari radiasi matahari yang sangat membahayakan kehidupan makhluk hidup di bumi kita tercinta ini

Global warming menunjukkan peningkatan suhu rata-rata udara permukaan bumi dan lautan pada dekade terakhir dan peningkatan suhu ini masih akan terus berlangsung. Suhu udara rata-rata permukaan bumi meningkat 0.74 + 0.18 C dalam 100 tahun terakhir. Prediksi bahwa suhu global cenderung meningkat sebesar 1.1 sampai 6.4 C antara tahun 1990 dan 2100.

PENYEBAB

Peningkatan suhu bumi sebenarnya dapat terjadi secara alami, namun penyebab utama global warming ini adalah tingginya level greenhouse gases, terutama CO2 dan metan dalam skala masif di atmosfer akibat aktifitas manusia, seperti tingginya laju pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam dan perubahan fungsi lahan terutama deforestasi. sebagai resiko dari aktivitas industri, transportasi, dan rumah tangga. Aktivitas tersebut meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan keinginan masyarakat modern yang semakin beragam.

Bumi, merupakan kesetimbangan antara energi (panas) yang dipancarkan matahari dan energi yang dilepaskan kembali ke luar angkasa. Secara alamiah, sekitar sepertiga energi dilepaskan kembali, sementara sisanya diserap atmosfir, daratan, dan lautan. Inilah yang membuat bumi menjadi hangat. Tapi, ketika komposisi atmosfer berubah sebagai akibat penambahan karbon dioksida, maka temperatur bumi pun ikut berubah.

Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya pasti mempengaruhi lingkungan. Semakin banyak jumlah manusia maka kecenderungan kerusakan lingkungan semakin besar. Semakin banyak kebutuhan manusia, semakin cepat terdegradasi lingkungan di sekitarnya.

Beberapa ilmuwan menyatakan pemanasan global terjadi karena faktor alam. Namun sebagian besar lagi menyatakan hal itu terjadi karena ulah manusia. Alquran menjawab perdebatan faktor penyebab pemanasan global melalui Surat Asy-Syura ayat 27. Di situ disebutkan bahwa penyebab kerusakan bumi itu adalah ulah manusia itu sendiri yang melampaui batas (berlebih-lebihan).

Kebutuhan manusia dapat diperhitungkan dan dipenuhi oleh sumber alam yang ada di muka bumi, namun keinginan manusia sangatlah banyak. Memenuhi semua keinginan manusia hanya akan memperburuk keadaan. Perbandingan pola produksi dan konsumsi di antara negara berkembang dan negara maju membuktikan hal tersebut.

Industrialisasi yang dilakukan negara-negara maju, terutama Amerika Utara dan Eropa. Mereka menyumbang sekitar 22 milyar ton karbon per tahun–terutama dari konsumsi BBM, industri, dan penebangan hutan. Di antara negara maju, penyumbang emisi terbesar adalah Amerika (36,1%) disusul Rusia (17,4%), Jepang, dan negara Eropa lainnya dalam persentase kurang dari 10%. Bandingkan dengan negara-negara berkembang seperti Asia, Amerika Selatan, dan Afrika yang “cuma” menyumbang sekitar 4 milyar karbon per tahun–itu pun bukan dari industri, melainkan perubahan penggunaan lahan.

Negara-negara berkembang punya hak dan keinginan untuk meningkatkan standar hidup mereka. Mau tak mau mereka akan mengkonversi hutan, menggalakkan industrialisasi, yang pada akhirnya akan menyumbang emisi lebih banyak ke atmosfir bumi.yang akan menimbulkan masalah-masxalah ekonomidan politik.

DAMPAK

Banyak literatur yang menyebutkan bahwa global warming turut bertanggungjawab terhadap terjadinya becana-bencana alam di belahan bumi ini, seperti gelombang panas, badai-badai tropis, banjir besar, ataupun kekeringan berkepanjangan yang melanda beberapa negara beberapa tahun terakhir ini. Selain menelan korban jiwa, bencana-bencana tersebut telah menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, dan sosial yang sangat besar. Meningginya level permukaan laut akibat global warming juga telah menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat penghuni pulau-pulau kecil di beberapa negara akan keberadaan tempat tinggalnya pada beberapa tahun yang akan datang.Permukaan air laut meningkat tujuh -23 inci di akhir abad yang lalu dan mengancam kawasan pantai dan menimbulkan badai dan angin topan. Asia adalah kawasan paling berbahaya. Lima negara yang terancam adalah Cina, India, Bangladesh, Vietnam, dan Indonesia.Akibatnya, temperatur global naik 0,6ºC dan permukaan air laut naik 20 cm. Kalau dibiarkan saja, tahun 2100 nanti temperatur global naik antara 1,4ºC hingga 5,8ºC dan permukaan laut bisa bertambah sampai 80 cm.

Pada tahun 1958 dilakukan pengujian kadar CO2 di pegunungan Manua Loa, Hawaii. Hasilnya kandungan CO2 di atmosfir meningkat jadi 316 ppmv–dibandingkan 200 ppmv di jaman es dan 280 ppmv di jaman sebelum industrialisasi modern. Belakangan, kadar CO2 sudah meningkat jadi 370 ppmv dan diperkirakan ada penambahan sekitar 160 milyar ton CO2 di atmosfir dalam 100 tahun terakhir.

Jakarta adalah satu dari 180 kota di dunia yang 70 persen wilayahnya berada di kawasan pantai berelevasi rendah yang terancam oleh naiknya permukaan laut akibat pemanasan global itu. Kota lainnya antara lain Tokyo, New York, Mumbai di India, Shanghai, dan Dhaka.

Kawasan pantai akan terkena dampak paling buruk dari pemanasan global. pada 2080 lebih dari 100 juta manusia akan terkena bencana banjir tiaptahun.
Bahkan pada 2090 mereka meramalkan terjadinya air bah raksasa di Amerika Utara. Berulang tiga sampai empat tahun sekali.

Selama 100 tahun terakhir, rata-rata suhu bumi telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celcius, dan diperkirakan akan meningkat sebesar 1,4 sampai 5,8 derajat Celcius pada 2050. Kenaikan suhu ini, akan mengakibatkan mencairnya es di kutub, menaikkan suhu lautan hingga volume dan permukaan air laut meningkat

Bahkan kalau sampai lapisan ozon di atmosfer bumi semakin lama semakin menipis dan akhirnya berlubang akan mencairkan es di kutub dan air dari pencairan es tersebut dapat membanjiri daratan-daratan di muka bumi. Walhasil kalau semua itu terjadi maka bumi kita ini hanya akan menjadi kenangan saja. Semua itu kemungkinan besar dapat terjadi dalam waktu yang relatif dekat. Itu didasarkan pada beberapa penemuan para ahli yang menemukan bahwa lubang ozon di kutub selatan sudah mencapai dua kali luas benus Eropa.

Akibat langsung dari adanya pemanasan global itu, seperti, perubahan cuaca dan iklim global, sistem pertanian dan persediaan bahan makanan, migrasi hewan dan penurunan jumlah spesies hewan dan tumbuhan. Selanjutnya, krisis sumber daya air yang mempunyai potensi untuk terjadinya konflik antar sektor dan antar pengguna.

Dampak lainnya terhadap kesehatan manusia dengan munculnya berbagai penyakit hewan, , manusia dan penyakit Zoonossis.

Global warming juga diyakini sebagai penyebab munculnya wabah penyakit-penyakit yang disebarkan oleh vektor. Dimana, perubahan iklim dapat merubah pola distribusi dari vektor-vektor tersebut dan juga mempengaruhi laju reproduksi dan maturasi dari agen infektif yang ada di dalam tubuh vektor. Kondisi inilah yang diyakini menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian Malaria dan Dengue pada beberapa negara, termasuk Indonesia.

“As a result of globalization and climate change we are currently facing an unprecedented worldwide impact of emerging and re-emerging animal diseases and zoonoses – animal diseases transmissible to humans.
Improving the governance of animal health systems in both the public and private sector is the most effective response to this alarming situation”(Dr. Bernard Vallat ,OIE Director General)

Lalu apa dampak global warming terhadap kesejahteraan dan kesehatan hewan? Ilmuwan telah meyakini bahwa suhu bumi yang semakin tinggi akan mempercepat hilangnya spesies-spesies hewan dari muka bumi. Global warming pada skala global dan regional diprediksi akan merubah distribusi spesies, sejarah hidup spesies, komposisi komunitas, dan juga fungsi ekosistem. Selain itu, merebaknya penyakit infeksius pada beberapa hewan domestik maupun hewan liar yang disebabkan oleh global warming telah menjadi ancaman terhadap kesehatan hewan benar-benar sudah ada di depan mata.

Penyakit Bluetongue yang meluas di dataran Eropa antara tahun 1998-2005. Penyakit ini telah membunuh lebih dari 1.5 juta ekor domba dan menyebabkan periode ini sebagai periode wabah bluetongue terlama dan terbesar dalam sejarah Eropa. Lima serotipe virus bluetongue diketahui telah menginvasi Eropa pada periode ini. Kasus wabah bluetongue ini terjadi di beberapa negara atau wilayah yang sebelumnya dilaporkan sama sekali tidak pernah terdapat kasus Culicoides-borne arboviral disease, seperti Turki, dataran Yunani, Bulgaria, beberapa negara Balkan, dataran Italia, Sicily dan Sardinia, Corsica, kepulauan Balearic, dan Tunisia. Kejadian ini sekarang dihubungkan dengan kejadian pemanasan global di wilayah Eropa. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terindikasi bahwa penyebaran dramatis dari vektor Culicoides imicola ke wilayah yang tidak pernah mengalami infeksi bluetongue sebelumnya atau transimisi virus bluetongue oleh vektor baru, C. obsoletus dan C. pulicaris, hanya terjadi di area-area yang secara nyata mengalami pemanasan suhu. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan langsung antara kemunculan bluetongue di Eropa dengan global warming.

Punahnya 67% dari sekitar 110 spesies katak Atelopus sp. dari pegunungan Costa Rica akibat infeksi fungi patogen Batrachochytrium dendrobatidis sekitar 20 tahun lalu. Atelopus sp merupakan spesies katak endemis di wilayah tropis benua Amerika. Analisa hubungan periode kepunahan terhadap perubahan level permukaan laut dan suhu udara menunjukkan bahwa pemanasan global telah menyebabkan suhu lingkungan pada sebagian besar pegunungan-pegunungan di wilayah Amerika Selatan dan Tengah bergerak mendekati suhu optimum pertumbuhan fungi pathogen B. dendrobatidis sehingga menyebabkan wabah dan mengakibatkan punahnya sebagian spesies Atelopus sp.

Kejadian di atas telah memperlihatkan bahwa dampak negatif global warming terhadap kejadian penyakit pada hewan adalah nyata. Tidak hanya itu, peristiwa El Nino-Southern Oscillation, salah satu fenomena alam yang juga dipengaruhi oleh global warming, diketahui juga berpengaruh pada patogen yang hidup di laut yang menyebabkan penyakit pada oyster dan coral.

Kita harus tetap waspada terhadap kemunculan-kemunculan wabah penyakit lainnya jika tidak ada usaha-usaha untuk memperlambat laju global warming. Banyak penyakit penting hewan domestik yang baik kemunculannya atau pun siklus hidup agen penyebabnya secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh faktor-faktor cuaca, seperti suhu dan kelembaban udara,misalnya : Anthrax, Pasteurellosis dan Haemonchosis.

Penyakit-penyakit pada hewan domestik dan hewan liar yang kemunculannya atau pun siklus hidup vektor dan agen penyebabnya dipengaruhi oleh faktor suhu dan kelembaban lingkungan. Sehingga, perubahan cuaca akibat global warming dapat mempengaruhi waktu kemunculan wabah ataupun intensitas wabah dari penyakit-penyakit tersebut.

PENGENDALIAN

186 negara sudah sepakat untuk meratifikasi Protokol Kyoto, Amerika malah mangkir. Padahal Amerika punya reputasi penyumbang emisi terbanyak. Runyamnya lagi, Amerika justru yang paling santer berkoar soal global warming dan menyeru negara-negara berkembang supaya jangan mengeksploitasi hutan mereka. Maklum, hutan di Amerika sudah bablas dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sama saja mematikan perekonomian mereka.

Rio Summit 1992 dan Protokol Kyoto 1997, telah menyebutkan adanya pengurangan emisi dari negara-negara maju. Negara Eropa diminta untuk mengurangi delapan persen penggunan emisi, AS tujuh persen dan Jepang enam persen.

Pengendalian yang dapat dilakukan terhadap pemanasan global itu, antara lain mengurangi produksi gas Co2 dengan mengurangi pemanfaatan bahan bakar fosil dan produksi gas rumah kaca.

Menghentikan penggundulan hutan, serta penghutanan kembali secara besar-besaran untuk menciptakan wilayah serapan gas CO2. Serta melokalisasi gas CO2 atau dengan menangkap dan menyuntikkannya ke dalam sumur-sumur minyak bumi untuk mendorong minyak bumi ke permukaan.Banyak solusi telah ditawarkan untuk mengurangi dampak pemanasan global seperti menanam pohon untuk menyerap gas karbon dioksida yang ada di udara, mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak dapat didaur ulang, mengurangi emisi CFC, dan sebagainya. Alquran lebih jauh membahas solusi permasalahan tersebut dari sikap preventif yaitu dengan tidak berlebih-lebihan atau tidak bersikap boros (Al-Furqan:67).

Mengganti bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan “renewable”

Pertemuan-pertemuan internasional seharusnya membahas mengenai standar hidup maksimal. Standar hidup maksimal meliputi gaya hidup, pemakaian rumah, penggunaan air, atau yang sejenisnya. Gaya hidup berlebihan seperti memiliki pakaian, sepatu, dan perhiasan yang jumlahnya sangat banyak padahal penggunaannya sangat jarang, perlu dibatasi.

Penggunaan mobil yang hanya berpenumpang 1 atau 2 orang dapat menyebabkan pemborosan sumber energi. Pembangunan rumah yang memiliki kamar sangat banyak padahal hanya digunakan oleh beberapa orang juga perlu dibatasi. Penggunaan air dalam rumah tangga perlu diatur sesuai dengan kebutuhan dasar dan jumlah orang yang ada di rumah tersebut.

Rasulullah telah mengingatkan kita bahwa apa yang ada di dunia ini akan sirna dan apa yang kita berikan adalah kepunyaan kita sesungguhnya di akhirat. Karena itu, pemilikan atau penggunaan barang yang berlebihan sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Islam menuntun agar setiap manusia lebih banyak memberi daripada memiliki.

Solusi permasalahan pemanasan global tidak hanya terkait dengan mengubah energi fosil menjadi energi biofuel atau energi alternatif lainnya. Menurut Alquran, semua tindakan berlebihan pada akhirnya akan merugikan manusia. Penggunaan sumber energi massal akan menyebabkan output dalam jumlah massal. Bahan apapun apabila dibuang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang cepat, pasti akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan.

Mengubah sumber energi dari energi fosil menjadi energi biofuel tidak menjamin lingkungan akan aman, sebab pembakaran biofuel pasti akan menghasilkan polutan dalam jumlah massal dan dalam waktu yang cepat. Penggunaan energi hendaknya bersumber dari energi yang paling mudah didapatkan, paling murah biayanya, dan paling mudah mengoperasikannya di suatu daerah.

Penyeragaman Pertanian yang dituding menjadi pemicu pemanasan global (Global warming) karena penggunaan pupuk, peptisida, dan konversi lahan dari hutan menjadi pertanian perlu juga dikaji. Sentralisasi yang dilakukan oleh orde baru terhadap pola makan bangsa Indonesia menyebabkan ketergantungan rakyat Indonesia terhadap beras sangat tinggi. Dulu beberapa kelompok masyarakat di Indonesia punya sumber-sumber pangan alternative.

“Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya” (Ar-Rum ayat 10)

“Dan takutlah kamu kepada suatu hari diwaktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan dari padanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong”(Al-Baqarah ayat 123)

(Eddy Prazet, DVM., Staf Ahli Drupadi Foundation)

 

 






“THE FIVE OF FREEDOM” animal welfare dalam kajian Islam

11 12 2008

4709016823Penjara Metropolis, Lantai 4, Sel No. 13, 30 Pebruari Th. 2017, berpenghuni Si Bejo yang nasibnya tak seberuntung namanya sejak dia divonis pengadilan 6 Bulan karena seharian membiarkan kucingnya ketakutan tidak bisa turun dari pohon, selain Bejo kasus serupa juga menimpa Amara karena lupa memberi makan burungnya sampai mati didalam kandang dan divonis 12 bulan oleh pengadilan. Potret diatas kedepan mungkin bisa terjadi pada siapa saja termasuk kita yang melanggar Undang-Undang tentang Kesejahteraan dan Perlindungan Hewan yang RUUnya baru di apply pemerintah ke dewan.

“Tiada makhluk yang merayap di bumi, tiada burung yang terbang dengan sayap-sayapnya, melainkan mereka adalah umat-umat yang serupa dengan kamu. Kami tidak mengalpakan sesuatu di dalam Alquran, kemudian kepada Pemelihara mereka, mereka akan dikumpulkan.” (Surah 6:38).

ANIMAL WELFARE diartikan sebagai kesejahteraan satwa yaitu suatu usaha untuk memberikan kondisi lingkungan yang sesuai bagi satwa sehingga berdampak ada peningkatan sistem psikologi dan fisiologi satwa. Kegiatan ini merupakan kepedulian manusia yang diberikan dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup secara individual terutama bagi satwa yang terkurung dalam kandang atau terikat tanpa bisa leluasa bergerak. The five of freedom (lima hak kebebasan) merupakan pedoman untuk mengetahui apakah satwa-satwa tersebut sejahtera dan sekaligus langkah yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan satwa.

Kesejahteraan hewan di Indonesia harus sudah mulai dipublikasikan kepada masyarakat. Sebetulnya dalam praktek sehari-hari masyarakat (peternak) telah memperlakukan hewan peliharaannya dengan baik dengan penuh kasih sayang karena mereka sadar bahwa dengan perlakukan yang baik hewan akan sehat, cepat tumbuh menjadi besar dan segera dapat dijual. Namun karena tuntutan kebutuhan industri peternakan untuk memacu produksi peternakan dengan menerapkan peternakan intensive masalah kesrawan mulai muncul. Pelanggaran kesejahteraan hewan menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan bagi hewan belum mendapat perhatian secara serius. Salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam mensosialisasikan kesejahteraan hewan kepada masyarakat yaitu dengan melaksanakan pendidikan. Dan bersama-sama dengan masyarakat mendorong pemerintah untuk segera menerbitkan dan mengimplementasikan undang-undang kesejahteraan hewan dan perlindungan hewan .

Lima hak kebebasan hewan dapat diuraikan sebagai berikut :

1.BEBAS DARI RASA LAPAR DAN HAUS Tersedianya air minum dan makan yang layak, higienis dan memenuhi gizi serta sesuai dengan   musim. Pemberian makanan yang tepat dan proporsional.

2.BEBAS DARI RASA PANAS DAN TIDAK NYAMAN Adanya tempat berteduh, area untuk istirahat dan fasilitas yang sesuai dengan perilaku satwa.

3.BEBAS DARI LUKA, PENYAKIT DAN SAKIT Pengobatan dan pencegahan penyakit, diagnosa yang cepat dan tepat serta lingkungan yang higienis sehingga kuman patogen (bahaya) dapat dicegah dan dikontrol.

4.BEBAS MENGEKSPRESIKAN PERILAKU NORMAL DAN ALAMI Tersedianya ruang tempat tinggal yang memadai, fasilitas kandang yang sesuai dengan tingkah laku (behavior) satwa dan adanya teman untuk berinteraksi sosial.

5.BEBAS DARI RASA TAKUT DAN PENDERITAAN Tidak ada konflik (pertengkaran) antar atau lain species, tidak adanya gangguan dari hewan pemangsa (predator).

Hewan di peternakan, dipekerjakan, kesayangan, percobaan, serta untuk pertunjukkan bahkan yang masih liar sekalipun menginginkan adanya kondisi lingkungan yag alamiah, aman dan nyaman. Perlakuan yang tidak menyiksa dan melukai hewan.stress merupakan tanda hewan tidak sejahtera. Bila terus dibiarkan akan berdampak pada gangguan reproduksi,metabolisme, fungsi immune (kekebalan tubuh), tingkah laku, pertumbuhan serta perkembangan dari satwa tersebut. Stres tidak bisa dibiarkan terus menerus, harus segera dicegah dan tingkatkan kesejahteraan satwa. Dari sudut pandang dokter hewan stress merupakan bahaya potensial yang berdampak pada semua aspek kesehatan satwa.

Ajaran Islam jika dikaji dengan cermat mengungkapkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, terutama ajaran yang berkaitan dengan kesejahteraan hewan. Islam tidak melarang vegetarisme. Patut diperhatikan bahwa banyak negara Islam sekarang ini mulai sadar akan manfaat dari diet vegetarian dan melihat bahwa vegetarisme dibenarkan oleh kepercayaan Islam. yang sangat aktif dalam mempromosikan manfaat diet vegetarian murni di dunia Islam modern, baik itu ditinjau dari sudut kesehatan maupun kesejahteraan hewan. dan menunjukkan bagaimana kebaikan hati dan keasih sayang kepada hewan adalah kebajikan yang diterangkan secara rinci oleh Islam.

Dalam Kitab Suci Alquran banyak ayat-ayat yang mengacu pada kesucian hidup hewan dan hak-hak hewan yang sederajat untuk hidup dalam damai, mencari Tuhan, dan berkembang menuju kesadaran Tuhan, serta serupa dengan manusia di bumi ini.

“Tidakkah kamu melihat bagaimana segala yang di langit dan di bumi menyanjung Allah, dan burung-burung mengembangkan sayap-sayap mereka? Masing-masing – Dia mengetahui solatnya, dan sanjungannya, dan Allah mengetahui apa yang mereka buat. (Surah 24:41)

Komunitas hewan yang terbentuk akan menawarkan pelayanan mereka kepada umat manusia. Kitab Suci Alquran sama sekali tidak menganjurkan agar kita menjadi pencabut nyawa mereka:

“…Begitulah Kami menundukkan mereka untuk kamu, supaya kamu berterima kasih.” (Surah 22:36)

“Dia yang melantik kamu khalifah-khalifah (pengganti-pengganti) di bumi.” (Surah 35:39)

Alquran menekankan bahwa hewan dan manusia memiliki hak yang sama terhadap kekayaan bumi , juga mengatakan bahwa di mata Tuhan, mereka sama dengan manusia, dan Tuhan berkomunikasi dengan mereka dengan cara yang sama persis dengan manusia(Surah 25:48-49, 32:27, 79:31-33 

Kepercayaan dan ajaran Islam dengan kuat mengakui kesucian kehidupan hewan. Islam tidak pernah menyuruh manusia untuk membunuh hewan dan memakan dagingnya. Kitab Suci Alquran dan banyak Orang Suci Muslim menekankan manfaat dari vegetarian consumption dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia serta ekologi.

 

Masyarakat Indonesia dengan kultur masyarakat yang agamis, mestinya dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam usaha perwujudan akan kesejahteraan hewan, kita semua harus percaya bahwa semua agama pasti memerintahkan kita menuju kebaikan dan melarang kita berbuat dosa dan kerusakan, begitupun bila hal tersebut diterapkan dalam konsep kesejahteraan hewan.

Jika kemakmuran hewan tercapai, maka tercukupilah kebutuhan pangan yang sehat, dan akan semakin kuat menghadapi segala macam penyakit. Tak sekadar penyakit yang menyerang binatang itu sendiri namun juga yang dapat menular kepada manusia.Kesejahteraan terkait pula dengan lingkungan, dia tak dapat berdiri sendiri. Makin baik lingkungan tempat hewan tinggal makin terjaga pula kesehatannya.

“SAVE ANIMAL, ENJOY YOUR LIFE”

(Eddy Prazet, DVM., staf ahli Drupadi Foundation)