PLTU Muara Tawar

12 11 2008

Tanggapan Tertulis Pembahasan dokumen KA-ANDAL Pengembangan Pipa Gas Bawah Laut Bojonegoro – Muara Karang – Muara Tawar Oleh PT. Perusahaan Listrik Negara ( Persero )

Disampaikan oleh : Agustian *)


Pendahuluan

Dampak krisis BBM tentu membawa persoalan yang significant terhadap industri pembangkit listrik. Maka upaya pengganti energi alternatif tengah di upayakan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara sehingga kebutuhan pasokan energi listrik dapat terpenuhi.

Hal itulah yang mendasari PT. Perusahaan Listrik Negara ( Persero ) merencanakan mengganti BBM dalam pengoperasian PLTU Muara Karang dan PLTU Muara Tawar dengan Bahan Bakar Gas ( BBG ) oleh karenanya pihak PT. PLN berencana membangun sistem transmisi di Bojonegara selanjutnya sistem transmisi pipa gas tersebut akan dibangun dibawah laut sepanjang + 125.44 km.

Pada kesempatan rapat komisi yang di adakan Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan selaku Komisi Penilai AMDAL Pusat tanggal 24 Juni 2008, perkenankalah kami Drupadi Foundation selaku Ornop lokal yang berdomisili di Tarumajaya memberikan pendapat, saran dan kritik agar rencana pembangunan pipa dasar laut membawa kemaslahatan dari kedua pihak ( PT. PLN dan Masyarakat sekitar PLTGU Muara Tawar ).

Semoga hal-hal yang kami sampaikan dapat dijadikan pula pertimbangan oleh Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan selaku Komisi Penilai AMDAL PUSAT dalam memberikan rekomendasi AMDAL agar masyarakat terkena dampak ikutan dari pembangunan pemasangan pipa gas dan eksistensi PLTGU Muara Tawar membawa dampak positif secara sosio-ekonomis.

*) Ketua Umum Drupadi Foundation

Sebagai bentuk peduli terhadap masyarakat di sekitar PLTGU Muara Tawar Drupadi Foundation memberikan 5 ( lima ) pandangan terhadap rencana pemasangan pipa gas bawah laut sebagai berikut :

1.      Sosialisasi yang membuahkan kesepahaman antara Nelayan dan PT. PLN

2.      Kompensasi ganti rugi secara adil.

3.      Rekruitmen Tenaga Kerja

4.      Simulasi Tanggap Bencana

5.      Sisi Lain ” PLTGU dan CSR “

Harapan kita  tentunya PT. PLN yang di amanahkan negara memberikan jaminan pasokan listrik kepada masyarakat dapat menjalankan amanah dengan baik begitu pula sebaliknya masyarakat yang terkena dampak dari industri listrik membawa kemaslahatan bukan kesengsaraan dan keterpurukan.

Semoga !

1. Sosialisasi yang membuahkan kesepahaman antara Nelayan dan PT. PLN

Dari uraian KA-ANDAL pembangunan pipa gas bawah laut bahwa pemasangan lepas pantai ( offshore ) membawa keterkejutan inter group feeling terhadap masyarakat nelayan yang aktifitas kesehari-hariannya menggantungkan hidupnya di Laut.

Pembangunan tersebut tentu memobilisasi logistik dan alat-alat pendukung pemasangan pipa seperti ; kapal apung, kapal bengkel las ( barge ), kapal tongkang, motor boat, kapal supplay maupun alat-alat berat seperti eksavator dan mesin bor.

Agar tidak terjadi singgungan antara nelayan dan pelaksana ( kontraktor ) perlu sosialisasi kesepahaman agar kegiatan nelayan tidak terganggu yang membawa dampak berkurangnya pendapatan. Karena alat-alat produksi nelayan seperti jaring dan  bagang letaknya sangat berdekatan dengan PLTGU Muara Tawar.

011021Foto Bagang di sekitar laut PLTGU Muara Tawar

2. Kompensasi Ganti Rugi Secara Adil

Pada pemasangan pipa darat ( on shore ) di PLTU Muara Tawar + 1,200 meter dengan kedalaman 2,4 – 2,5 meter dari dasar galian sampai permukaan tanah sedangkan lebar lubang parit adalah 150 cm.

Pemasangan pipa darat direncanakan akan melalui tambak di sekitar PLTGU Muara Tawar maka perlu pertimbangan kompensasi ganti rugi terhadap pemilik lahan secara adil dengan pertimbangan sebagai berikut :

a.      Bahwa tambak adalah sumber mata pencaharian

b.      Bahwa tambak adalah kepemilikan yang dijadikan asset oleh pemiliknya

Dari pertimbangan tersebut dijadikan azas musyawarah untuk ditentukan nilai harga kompensasi. Agar terhindar dari calo maka penilaian harga harus transparan dan melibatkan unsur-unsur pemerintah setempat.

031

Foto Tambak dan rencana On Shore

3. Rekruitmen Tenaga Kerja

Dalam Pekerjaan pemasangan pipa kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan di barge adalah 140 orang, terdiri dari lulusan universitas 11 orang, D3 11 orang, SLTA 98 orang dan SLTP 20 orang. Dari kebutuhan tenaga kerja hampir dipastikan yaitu tenaga kerja yang berpengalaman dalam hal pekerjaan pe-mipaan ( migas ) sedangkan prototipe masyarakat Muara Tawar sebagian besar nelayan dan petani.

Namun demikian PT. PLN ( melalui kontraktor ) tetap memberitahukan peluang pekerjaan secara terbuka kepada masyarakat sekitar PLTGU Muara Tawar dan masyarakat Tarumajaya.

4. Simulasi Tanggap Darurat Bencana

Dari paparan tanggap bencana yang di paparkan dalam KA-ANDAL tidak diketemukan  simulasi yang melibatkan masyarakat. Prosedural yang diterapkan hanya dimengerti oleh pihak PT. PLN

Oleh sebab itu perlu simulasi tanggap darurat bencana yang melibatkan unsur masyarakat agar masyarakat dapat paham :

a.      Bahaya jika terjadi kebocoran gas

b.      Dapat mengenal tingkat resiko atas pemasangan pipa gas

c.       Dapat menyelamatkan diri jika terjadi kebocoran gas yang mengancam keselamatan jiwa

d.      Dapat mensinkronkan dengan prosedur penyelamatan yang dilakukan oleh PT. PLN

5. Sisi Lain ” PLTGU Muara Tawar dan CSR “

PLTGU Muara Tawar yang dibangun tahun 1994 berlokasi di Muara Tawar, Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi. PLTGU Muara Tawar berada pada jarak + 30 Km dari pusat kota jakarta ke arah timur laut, atau sekitar 12 km dari pelabuhan Tanjung Priok ke arah timur. Dengan kapasitas total existing 2.710 MW.

Sebelum adanya PLTGU Muara Tawar masyarakat masih mendengar kicau burung namun saat ini bukanlah kicau burung yang terdengar tetapi kebisingan yang kini akrab dengan masyarakat.

Sisi negatif keberadaan PLTGU Muara Tawar lebih mengemuka ketimbang sisi positifnya. Apalagi berkurangnya hasil tangkapan ikan oleh nelayan yang diakibatkan pembuangan limbah air panas.

” CSR Bagaimana …? “

Corporate Social Responbility ( CSR ) adalah jembatan yang mempertemukan antara perusahaan dan stakeholdernya dengan masyarakat disekitar dengan mengedepankan moral etis dan etika.

Menjawab sisi negatif masyarakat terhadap PLTGU Muara Tawar maka perlu di ” berdayakan ” CSR secara maksimal agar bantuan bukan hanya  ( saat ini berbentuk infra struktur ) lebih terasa dan membawa perubahan pada tingkat kesejahteraan.

Program charity perlu ditinjau ulang, walau populer efek kontinuitas ke arah perubahan tidak memiliki dampak. Sedangkan CSR yang telah di amanatkan melalui UU Nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas, pemerintah memasukkan pengaturan tanggung jawab sosial dan lingkungan kedalam undang-undang perseroan.

Dengan begitu perusahaan memiliki peran dalam melakukan social engineering melalui community development yang dirancang sesuai kompetensi masyarakat yang dijadikan objek garapan.

Sampai saat ini PLTGU Muara Tawar belum memberikan perubahan yang mendasar, kehadirannya hanya memberikan kesan mewah dalam ranah industri listrik di Indonesia dan Muara Tawar tercatat pada peta sejarah listrik saja. Namun potret ketertinggalan dan keterpurukan masyarakat tenggelam dalam bingkai birokrasi dan industri.

041

Epilog

Demikian tanggapan tertulis kami sampaikan atas rencana Pembangunan Pipa Gas Bawah Laut Bojonegara – Muara Karang – Muara Tawar. Harapan kami tentunya kepada penilai AMDAL Pusat agar yang kami sampaikan dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum mengeluarkan rekomendasi AMDAL.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: