Tata Cara Memilih, Pemotongan dan Doa Hewan Kurban serta Mengenali Penyakitnya

7 12 2008

pak-karto-bersama-domba-gem1Allah swt berfirman: “Ketika anaknya mencapai usia yang sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata kepadanya: Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi menyembelihmu. Maka pikirkan bagaimana menurut pendapatmu. Ia menjawab: Wahai ayahku, laksanakan apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar.”(Ash-Shaffat:102).

Dari sinilah kita diperintahkan oleh Allah swt untuk memotong hewan korban. Dari sini pula Islam membuka pintu rizki dan ibadah berkorban untuk mensejahterakan saudara-saudara kita, khususnya fuqara dan masakin. Dan dari perintah ini juga sebagian kaum muslimin memperoleh rizki yang halal dari saudara-saudaranya yang seiman.

Binatang korban hendaknya onta yang gemuk, kalau tidak mampu sapi; jika tidak mampu, kambing kibas yang berwarna hitam dan bertanduk.Membeli binatang korban hendaknya pada hari Arafah.Yang menyembelih binatang korban hendaknya dalam posisi berdiri dan berada di samping kanan.Memilih binatang korban yang gemuk.Yang utama memotong binatang korban adalah memotongnya sendiri. Jika tidak bisa, menyerahkan pisau pemotong dengan tangan sendiri kepada orang yang akan menyembelihnya.
Ketika menyembelih binatang korban hendaknya membaca doa berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، اِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَالِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَاللهُ اَكْبَرُ. اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَ مِنْ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلِكَ وَمُوْسَى كَلِيْمِكَ وَمُحَمَّدٍ حَبِيْبِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَعَلَيْهِمْ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm. Innî wajjahtu wajhiya lilladzî fatharas samâwâti wal ardha hanîfam muslimaw wa mâ ana minal musyrikîn. Inna shalâtî wa nusukî wa mahyâya wa mamâtî lillâhi rabbil ‘âlamîn. Lâ syarîka lahu wa bidzâlika umirtu wa ana minal muslimîn. Allâhumma minka wa laka bismillâhi wa billâhi wallâhu akbar. Allâhumma taqabbal minnâ kamâ taqabbalta min Ibrâhîma khalîlika wa Mûsâ kalîmika wa Muhammadin habîbika shallallâhu ‘alayhi wa âlihi wa ‘alayhim.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Kuhadapkan wajahku kepada Pencipta langit dan bumi, aku cenderung kepada agama yang benar, aku seorang muslim bukan tergolong kepada orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku dan ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan alam semesta. Tiada sekutu bagi-Nya, dan untuk itu aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri kepada-Nya. Ya Allah, dari-Mu dan untuk-Mu, dengan nama Allah, dengan Allah, dan Allah Maha Besar. Ya Allah, terimalah (korban) dariku sebagamana Kau menerimanya dari Ibrahim pilihan-Mu, Musa yang Kau ajak bicara, dan Muhammad kekasih-Mu (semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat kepadanya dan keluarganya dan kepada mereka). (Kitab Nubdzah min Asraril Hajj)

Meski terkesan tidak terlalu berbahaya, hewan kurban dalam kondisi stress justru rentan tertular penyakit berbahaya misalnya, Antrax, Orf, maupun Pink Eyes. Karena itu, warga muslim hendaknya jangan memilih hewan kurban yang stress untuk merayakan hari raya Idul Adha awal Desember mendatang.

Hewan kurban yang stress biasaya dapat dilihat dengan ciri-ciri, mata kelihatan dan belekkan, nafsu makan kurang, dan biasaya kalau yang sudah terinfeksi penyakit akan mengeluarkan ingus dari hidung.

Meskipun bukan penyakit yang berbahaya, hewan dengan kondisi stress harus segera ditangani. Jika tidak, hewan akan mudah terkena penyakit lain yang jauh lebih berbahaya. Biasanya hewan korban yang stress dan sudah terinfeksi penyakit, paling mudah dilihat dari hidungnya, mengeluarkan lendir atau tidak? Kalau keluar lendir semacam ingus dari hidungnya sebaiknya jangan dikonsumsi.

Hewan yang didatangkan dari luar Jakarta, kebanyakan mengalami stress karena perjalanan. Biasanya hewan letih karena, kepanasan, berdesak-desakan saat pengangkutan. Selain itu, stress juga bisa disebabkan oleh buruknya kondisi tempat penampungan hewan.

Ada dua tips dalam memilih hewan korban yang baik, pertama coba berikan rumput pada hewan tersebut. Hewan yang sehat akan memakan rumput yang diberikan, sementara yang sakit biasanya menolak. Kedua lihat bagian diantara hidung dan mulut hewan. Pada hewan yang sehat bagian tersebut akan basah. Jika bagian tersebut basah artinya suhu tubuh hewan normal, tetapi jika kering suhu tubuhnya tinggi dan terindikasi penyakit.
Jenis penyakit yang paling sering ditemukan pada hewan kurban, khususnya kambing adalah scabies atau budug yang disebabkan oleh kutu yang hidup di balik kulit. Hewan yang berpenyakit scabies sebaiknya jangan dikonsumsi. Sementara penyakit yang paling umum ditemukan adalah stress pada hewan.

Sejauh ini pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah adalah pemeriksaan terhadap dokumen hewan kurban yang akan memasuki Jakarta. Setiap hewan yang masuk harus disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari daerah asal masing-masing. Keberadaan dokumen tersebut dianggap sangat penting untuk mengetahui riwayat kesehatan hewan kurban untuk menjamin aman atau tidaknya daging hewan tersebut dikonsumsi.

Apa sebenarnya Antraks? Ini adalah nama penyakit yang diakibatkan spora Bacillus antrachis. Penyakit ini menyerang hewan memamah biak seperti sapi, kambing, kerbau, dan burung unta. Manusia pun sasaran empuk penyakit ini.

Bukan cuma dampaknya yang berbahaya, penyakit ini mengerikan karena terkadang hadir tanpa gejala sama sekali. Namun demikian, ternak yang terinfeksi antraks biasanya keluar darah berwarna hitam pekat dari kumlah (mulut, hidung, telinga, dan alat kelamin).

Kadang-kadang tubuh hewan ternak tersebut berputar-putar dan kemudian tersungkur. Napasnya sesak, suhu tubuhnya tinggi. Nah, jangan memakan hewan yang terkena serangan penyakit ini. Untuk memastikan ia terkena antraks, perlu penelitian laboratorium.

Agar masyarakat berhati-hati terhadap hewan yang limpanya berwarna kebiru-biruan. Hewan yang disembelih dan limpanya berwarna seperti itu harus segera diperiksa ke laboratorium. Hewan yang terkena antraks, biasanya dari dagingnya terus mengalir darah.

Vaksinasi tak menjamin sebuah daerah bebas antraks. Persoalannya, vaksinasi tidak diberikan kepada ternak yang sedang bunting. Antraks juga diduga menyebar lewat ternak bunting.

Namun demikian, antraks bisa disembuhkan dengan suntikan antibiotik. Langkah cepat penanganan antraks pada kasus di Purwakarta, tiga tahun lalu, menunjukkan penyakit ini bisa ditangani secara efektif asal penderita segera berobat.

Penyakit ini sudah dikenal sejak sekitar tahun 1500 SM di Mesir kuno. Lalu, penyakit ini dikabarkan menyerang Eropa pada abad kesebelas dan dikenal sebagai Black Bane.

Pada 1850, Casimir Davaine dari Prancis menemukan biang keladinya. Namun demikian, baru pada 1876 Robert Koch, dokter dari Jerman, mengukuhkan kuman itu sebagai biang keladi resmi. Ia mengisolasi kuman itu dan membiakkannya dalam agar, lalu memotretnya melalui mikroskop.

Bentuknya seperti sepotong lidi yang kecil sekali, hanya selebar 1 mikron (seperseribu milimeter) dan sepanjang 5 mikron. Kalau dirangkai membentuk benang panjang, ia tampak seperti batang tebu yang berbuku-buku. Empat Tipe Serangan Antraks

Serangan antraks pada manusia dibedakan atas organ yang terkena serangan. Terdapat empat tipe:

Cutaneous antraks yang menyerang kulit. Tipe ini paling banyak terjadi, mencapai 90 persen kasus serangan antraks. Spora antraks menyusup akibat adanya luka pada permukaan kulit. Gejala awal antraks tipe ini adalah gatal atau sakit pada kulit di bagian lengan, tangan, muka, atau leher. Dalam 2-3 hari, bagian yang gatal tersebut akan membentuk semacam bisul berisi cairan kemerahan, lalu tertutupi kerak berwarna hitam sebesar 1-5 cm. Jika tidak diobati, kondisi si sakit akan memburuk karena bakteri akan menyerang kelenjar limpa. Sehingga risiko kemungkinan korban meninggal mencapai 5-20 persen.

Gastrointestinal antraks, ini menyerang saluran pencernaan. Penyebabnya berupa daging tercemar spora antraks yang dikonsumsi korban. Tetapi, penyebaran bisa juga melalui tangan korban, misalnya dari tanaman, air, atau tanah. Penderita akan merasakan sakit perut luar biasa, nafsu makan menurun, mual, dan muntah. Jika tidak diobati, maka dalam waktu 2 x 24 jam korban akan meninggal. Risiko kematian 25-75%.

Pulmonary anthraks, tipe ini menyerang saluran pernapasan, terutama paru-paru. Tipe ini muncul bisa karena perluasan antraks kulit atau karena korban menghirup udara yang mengandung spora antraks. Gejala antraks tipe ini tidak begitu terlihat. Mulanya hanya lemah dan lesu disertai batuk-batuk seperti gejala bronkitis. Namun, gejala bisa tiba-tiba berubah menjadi demam tinggi, shock, dan kesulitan bernapas. Korban bisa meninggal hanya dalam waktu 1 x 24 jam.

Meningitis anthraks, tipe ini menyerang otak sehingga terjadi peradangan. Tipe ini bisa merupakan lanjutan antraks kulit, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan. Gejala yang muncul biasanya demam, nyeri kepala yang hebat, kejang, kesadaran menurun, dan koma.

(Eddy Prazet, DVM, Staf Ahli Drupadi Foundation )


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: