MENEROPONG PERKEMBANGAN SERTIFIKASI GURU DI KABUPATEN / KOTA BEKASI

4 02 2009

sertifikasiSebagaimana kita ketahui bersama program sertifikasi guru yang dijalankan saat ini dilandasi oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya merealisasikan program sertifikasi guru saat ini dalam rangka mengejewantahkan parameter guru berkualitas yang selama ini masih hanya dalam angan-angan.

Program sertifikasi guru dilaksanakan untuk mengakomodir berbagai kompetensi yang harus dimiliki guru agar dapat memenuhi standar guru professional dan berkualitas. Kompetensi tersebut terdiri dari: 1) kompetensi akademik yaitu kapasitas keilmuan yang harus selalu diupdate dari waktu ke waktu, 2) kompetensi pedagogi yaitu kemampuan mengembangkan pendekatan-pendekatan dalam pengajaran, sehingga siswa akan memperoleh kenikmatan dalam mengikuti proses pembelajaran, 3) kompetensi personaliti yaitu peta kepribadian seorang guru yang patut menjadi teladan bagi setiap siswanya serta masyarakat  sekitarnya. 4) kompetensi sosial yaitu kepiawaian guru dalam berkomunikasi dan mengkomunikasi hal-hal yang penting  dalam aktifitas sehari-hari baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya . Lebih jelasnya ke empat kompetensi tersebut dapat dipetakan dalam diagram di bawah ini.

dia-1

Keempat kompetensi di atas adalah barometer standar guru berkualitas, sehingga adalah suatu hal yang wajib untuk dilakukan oleh setiap guru untuk selalu memperbaiki kinerja dan kapasitas keilmuan yang selama ini dimiliki. Agar setiap guru akan merasakan adanya kesiapan dalam  program sertifikasi sebagai wadah uji kompetensi pada profesi yang dijalankan.

Sebagaimana kita ketahui pelaksanaan program sertifikasi guru ini melibatkan banyak pihak yang menjadi institusi penjamin kesuksesan eksekusi program ini. Mereka adalah LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan), Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan), Konsorsium Sertifikasi Guru di Jakarta dan guru itu sendiri sebagai sebuah profesi yang akan diuji kapasitasnya.

Melihat begitu banyaknya pihak yang dilibatkan, sehingga memungkinkan akan munculnya berbagai masalah yang akan dihadapi dalam proses pensertifikasian guru tersebut. Ini berarti akan menjadi batu sandungan untuk kelancaran dan kesuksesan program sertifiasi guru ini. Untuk itu  ada baiknya setiap pihak yang terkait dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara  akurat dan tepat sasaran.

Semua pihak di atas yang terkait dalam pelaksanaan sertifikasi guru telah diatur dengan jelas porsi kewenangannya dalam Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi Guru. LPMP bertugas mendata peserta, mempersiapk,an NUPTK para guru  serta pendanaan kegiatan penilaian portofolio dan PLPG yang diperuntukkan bagi guru-guru yang belum lulus dalam penilaian portofolio tersebut. .

Sedangkan Dinas Pendidikan kabupaten/kota bertugas menangani database guru untuk NUPTK, perekrutan calon, sosialisasi program kepada calon peserta, pengumpulan dan pengiriman dokumen portofolio ke LPTK, pengembalian dokumen asli pada setiap peserta sertifikasi guru, penyampaian hasil penilaian portofolio/PLPG dari LPTK, pendistribusian sertifikat kepada setiap peserta dan pengusulan tunjangan kepada Dinas Pendidikan Provinsi/Dirjen PMPTK di Jakarta.

LPTK berwenang dalam menyelenggarakan penilaian portofolio, dan juga melibatkan assessor dari LPTK mitra dan LPMP, Selain itu juga mengirim hasil penilaian ke Jakarta untuk diverifikasi, mengumumkan hasil setelah diverifikasi dan melaksanakan PLPG, menerbitkan dan mengirimkan sertifikat beserta foto kopinya yang telah dilegalisasi kepada peserta. Terakhir adalah membuat database hasil penilaian setiap portofolio guru yang telah dinilai.

Yang menjadi beberapa catatan penting dalam  sertifikasi guru di Bekasi adalah masih adanya masalah yang timbul di lapangan walaupun program  sertifikasi guru ini sudah akan memasuki tahun ketiga. Peta persoalan yang timbul dalam proses sertifikasi dapat dilihat pada diagram berikut ini.

dia-2

I. Portofolio Guru

Para guru dalam program sertifikasi ini diberikan kesempatan untuk mengumpulkan berbagai macam bentuk dokumen atau sertifikat yang pernah diikuti oleh guru selama ini selain aktifitas mengajar di kelas. Sertifikat yang dikumpulkan bisa diklasifikasikan ke dalam beberapa hal, lihat pada tabel berikut ini.

Tabel 1

NO.

JENIS DOKUMEN

1. Ijazah Pendidikan
2. Sertifikat Pelatihan
3. Sertifikat Seminar dan Workshop
4. Sertifikat Kegiatan Sosial
5. Sertifikat Penghargaan Prestasi
6. Surat Tugas
7. Jadual KBM
8. Jadual Khotib
9. Rencana Program Pengajaran
10 Lembar Penilaian Atasan

Kekurangjujuran dalam melampirkan dokumen portofolio kerap terjadi. Hal ini disebabkan keinginan yang cukup besar dari rekan-rekan guru untuk lulus sertifikasi dari jalur penyeleksian portofolio ini. Sebagian mereka beranggapan dengan lulus penilaian berkas portofolio, ada harapan tidak sulit-sulit lagi untuk mengikuti program PLPG bagi guru-guru yang tidak lulus penyeleksian portofolio tersebut.

Mengkopi sertifikat orang lain dan membuat surat keterangan dari program kegiatan yang belum pernah dilaksanakan adalah contoh kekurangjujuran dalam pengumpulan berkas portofolio. Hal ini bukan saja merugikan pihak di luar diri guru, akan tetapi juga akan berdampak terhadap kinerja performansi yang sebenarnya sangat diharapkan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Di bawah ini tabel yang menunjukkan beberapa sikap kekurangjujuran dan dampak yang ditimbulkan kaitannya dengan kinerja guru di lapangan.

Tabel. 2

NO.

JENIS KETIDAKJUJURAN

DAMPAK KINERJA

1.

Pemalsuan Sertifikat Manipulasi nilai siswa dan kemalasan membuat soal yang akan diberikan kepada siswa dengan mengkopi soal-soal dari soal yang sudah ada

2.

Pembuatan Surat Tugas Menghilangkan motivasi untuk melakukan tugas-tugas lain sejenis. Asumsinya walaupun tidak melaksanakan tugas, mereka tetap memperoleh surat tugas yang digunakan untuk cum.

3.

Pemalsuan Surat     Penghargaan Meniadakan rasa keinginan berprestasi di dalam pekerjaan, karena surat penghargaan mudah diperoleh dan mudah dimodifikasi untuk kepentingan sendiri.

II. Legalisasi Sertifikat Pendidik

Sesuai dengan buku Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi Guru.sertifikat pendidik yang diberikan kepada para rekan guru yang telah lulus program sertifikasi hendaknya diberikan bukan hanya sertifikat aslinya saja, akan tetapi juga harusnya di lengkapi dengan 3 lembar foto kopi sertifikat pendidik tersebut yang telah dilegalisasioleh pihak berwenang, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Hal yang mungkin terjadi bila saja pengiriman hanya sertifikat pendidik asli tanpa dilengkapi foto kopi sertifikat yang terlegalisasi tersebut adalah terganggunya jam mengajar guru ketika mereka sendiri yang harus mengurus legalisasinya. Ini berarti siswalah yang dirugikan karena kehilangan tatap muka dengan guru yang seharusnya mengajar di kelas.

Selain itu, kurang efisiensinya proses tersebut akan berdampak terhadap keterlambatan guru dalam memperoleh tunjangan yang seharusnya sudah diperoleh hanya karena kekuranglengkapan foto kopi sertifikat pendidik yang belum dilegalisasi.

III. Sosialisasi Program Sertifikasi

Sosialisasi program sertifikasi kepada para guru di Bekasi masih dirasakan kurang optimal. Hal ini dapat dibuktikan dengan  masih banyaknya rekan-rekan guru yang belum mengetahui bagaimana cara menyusun dokumen portofolio sesuai dengan petunjuk yang ada.

Selain itu juga  dapat dilihat  masih banyak di antara mereka yang belum mengetahui tentang makna dan tujuan adanya program sertifikasi guru. Dengan ketidakjelasan ini memungkinkan para rekan guru yang akan disertifikasi tidak mengetahui apa sebenarnya kualitas yang harus mereka tingkatkan. Dan yang terjadi sebaliknya adalah hanya mengumpulkan sebanyak-banyaknya sertifikat dan surat tugas yang belum tentu kebenarannya.

Pengrekrutan peserta sertifikasi juga belum sesuai dengan ketentuan yang ada. Mekanisme pengrekrutan peserta  di antaranya adalah pertama, calon peserta harus sudah menyelesaikan jenjang pendidikan S1 atau setara dengan Diploma IV. Kedua, calon peserta sudah menjadi guru PNS. Ketiga, atau calon peserta berprofesi sebagai guru tetap sebuah yayasan yang bermasa kerja minimal 5 tahun.

REFLEKSI

Dari deskripsi informasi tentang berbagai permasalahan Program Sertifikasi Guru Dalam Jabatan di atas tampaknya masih banyak yang harus kita benahi untuk peningkatan mutu pelaksanaan program ini. Pembenahan atas program ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota Bekasi, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh stakeholder pendidikan yang ada di Bekasi. Untuk itu koreksi dan perbaikan harus sama – sama menjadi masalah bersama agar semua persoalan sertifikasi guru yang muncul dari waktu ke waktu dapat  dilengkapi kekurangannya dan dicarikan solusi pemecahannya demi kepentingan kemajuan mutu pendidikan di Kabupaten / Kota Bekasi.

( Muhammad Hatta, M.Ed, Koordinator Lembaga Pendidikan Drupadi Foundation)

About these ads

Aksi

Information

7 responses

4 02 2009
Sumardi

Assalamu’alaikum

Akhi tulisan anda bagus, bermanfaat, dan informatif, tidak ada fitnah dan yang terpojokan. Sukses selalu.

Pesan : Masjidmu sangat menunggu kehadiranmu, rindu akan sumbangsih pemikiran dan karyamu. Itu juga milikmu.

Wassalam.

5 02 2009
Tengku Imam Kobul Moh Yahya S, ST

BAGUS, OK bisa untuk jadi refrensi

14 05 2009
Moh. Sodeli

ok, punya lumayanlah untuk tambah referensi

23 12 2009
enda

trimakasih buat kita u jujur, hiduppppppppppppppp guruuuuuuuuuuuuuu

24 12 2009
Agustian

terima kasih juga…… hidup guru jugaaaaaaa

21 02 2010
afni

saya seorang guru di salah satu SD di kota Bekasi. Saya termasuk guru yang masih baru disini. baru bulan juli’09 saya mengajar di Bekasi. dan alhamdulillah saya dicalonkan oleh kepsek sebagai guru yang memenuhi syarat utk ikut sertifikasi. sblumya saya mengajar di Padang selama kurang lebih 4 tahun. apa yang harus saya persiapkan dan bagaimana jalan keluarnya karna sebagian besar fortofolio saya tdk ketemu karna rumah saya jg kena imbas gempa yg kemaren.

23 02 2010
Agustian

Salam,

Ruang balasan ini (redaksional) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan ibu, baiknya Ibu dapat berkomunikasi langsung dengan penulisnya Dr. M. Hatta, Med dng menghubungi beliau di No. Hp 0817830666 ( Ketua Departemen Pendidikan Drupadi Foundation )

Semoga bermanfaat

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: