<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://drupadi2008.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://drupadi2008.wordpress.com</link>
	<description>EDUCATION, CULTURE, SOCIAL RESPONSIBILITY AND COMMUNITY DEVELOPMENT (LEARNING COMMUNITY)</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Dec 2011 17:23:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='drupadi2008.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://drupadi2008.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://drupadi2008.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Rekam JeJak Sahabat Merah Putih Saat Erupsi Merapi Sejak 2 Nopember 2010 Di Selo &#8211; Boyolali</title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com/2011/02/05/rekam-jejak-sahabat-merah-putih-saat-erupsi-merapi-sejak-2-nopember-2010-di-selo-boyolali/</link>
		<comments>http://drupadi2008.wordpress.com/2011/02/05/rekam-jejak-sahabat-merah-putih-saat-erupsi-merapi-sejak-2-nopember-2010-di-selo-boyolali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 14:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agustian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[desa lencoh]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi masyarakat selo]]></category>
		<category><![CDATA[merapi utara]]></category>
		<category><![CDATA[relawan sahabat merah putih]]></category>
		<category><![CDATA[selo boyolali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drupadi2008.wordpress.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[¨ Deskrispsi “ Sahabat Merah Putih “ Awalnya kami mengira saat gunung merapi erupsi tanggal 26 Oktober 2010, merapi telah usai memenuhi janjinya. Dorongan itulah yang mengantarkan kami ke daerah Selo – Boyolali suatu daerah dengan zona 5 km (ring 1) dari puncak merapi di bagian utara. Saat itu, tanggal 2 Nopember 2010 jumlah relawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=815&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_3895.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-816" title="IMG_3895" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_3895.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>¨ Deskrispsi “ Sahabat Merah Putih “</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya kami mengira saat gunung merapi erupsi tanggal 26 Oktober 2010, merapi telah usai memenuhi janjinya. Dorongan itulah yang mengantarkan kami ke daerah Selo – Boyolali suatu daerah dengan zona 5 km (ring 1) dari puncak merapi di bagian utara.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu, tanggal 2 Nopember 2010 jumlah relawan hanya belasan orang dengan dukungan logistik cukup untuk memenuhi kebutuhan pengungsi 500 orang. Ditambah program trauma healing telah dirancang dan dipersiapkan sebelum kedatangan kami di wilayah gunung merapi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi merapi berkehendak lain, tanggal 3 Nopember 2010, Merapi kembali melazimkan erupsinya saat matahari terbenam, dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang kami miliki, atas azas rasa kemanusiaan kami melakukan apa yang kami bisa dan ada. Tidak menjauh dari gunung merapi bukan berarti melawan kedikjayaan merapi melainkan selalu bersama masyarakat lereng merapi yang saat itu butuh “ditemani” agar segala keluh kesahnya di rasakan, agar segala ketakutannya ditanggung bersama dan agar selalu hadir dalam kehangatan satu keluarga yaitu Indonesia Raya.</p>
<p style="text-align:justify;">Gelombang energi yang terdiri dari emosi keshalehan kian memuncak dengan rasa ingin berbuat lebih banyak “menemani” masyarakat lereng merapi yang tengah kesendirian akibat ketidakberdayaan pemerintah  daerah Boyolali mengatasi keluh kesah rakyatnya. Di Sanalah kami menyatukan tekad sesama relawan dengan membentuk wadah berwajah egalitarian berwawassan kebangsaan yaitu SAHABAT MERAH PUTIH. Kami mengalirkan virus “kebersamaan anak bangsa” berbuat untuk berbagi atas dasar Merah Putih. Model kerelawanan bercorak kultural menjadi pilihan beberapa sahabat kami yang telah bergabung dalam konsorsium yang dengan sendirinya telah dilegalkan semesta Gunung Merapi. Telah meyatukan hati dalam persaudaraan Sahabat Merah Putih yaitu ; Drupadi Foundation, Sehati Gapul Galas, Yayasan Rumah Hati, Mustang 88 FM, Nurul Dholam, DMC Dompet Dhuafa, Corps Dakwah Pedesaan, UIN Yogyakarta, UIN Jakarta, UPN Surabaya, UPN Yogyakarta, UNISSULA Semarang, UMS, aktivis pemuda Batu-Malang dan relawan lokal lereng merapi-merbabu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>¨ Evakuasi</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Rabu, 3 Nopember 2010 sekitar pukul 18.00 masyarakat lereng gunung merapi kecamatan Selo – Boyolali berhamburan turun dari lereng gunung dengan menggunakan kendaraan roda empat pick up, kendaraan roda dua dan banyak juga yang berjalan kaki ketika gunung Merapi erupsi dengan suara bergemuruh dan suara petir di puncak merapi yang diakibatkan adanya penumpukan awan bermuatan vulkanik. Diperkirakan gelombang eksodus pengungsi berjumlah 6.000 orang terdiri dari bayi, anak-anak, dewasa dan lanjut usia.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_3795.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-817" title="IMG_3795" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_3795.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a> Eksodus masyarakat lereng merapi yang mendiami bagian utara gunung merapi dapat dimaklumi karena berjarak hanya 4 km dari puncak merapi. Tim relawan yang saat itu berkekuatan 18 orang memaksimalkan pendampingan masyarakat lereng merapi yang hendak mengungsi dengan memberikan masker,  air minum dalam kemasan berbentuk gelas, 1 (satu) unit ambulance dan 2 unit kendaraan minibus untuk proses evakuasi. Tim menghentikan evakuasi karena sudah memastikan bahwa tidak ada orang yang tertinggal dengan menyisir jalan raya selo yang digunakan shelter oleh para pengungsi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tim selanjutnya menentukan spot untuk pengungsian di Desa Surodadi yang dianggap aman, belakangan diketahui bahwa desa tersebut hanya berjarak 8 km dari puncak merapi. Hal ini bisa dimaklumi karena pemerintah Boyolali tidak memiliki protap jalur evakuasi dan manajemen tanggap bencana yang well prepared. Selanjutnya Tim memberikan kepada pengungsi berupa selimut, tikar dan makanan selama di pengungsian.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamis, 4 Nopember 2010 sekitar pukul 17.30 tersiar kabar bahwa gunung merapi telah ber-erupsi kembali dengan kekuatan lebih besar dari tanggal 3 nopember. Sekitar pukul 19.00 Tim mendapat kabar dari Mas Marwan  salah satu tim SAR Selo bahwa diperintahkan untuk menjauh dari zana merapi sampai 20 km. Tim akhirnya memutuskan untuk melakukan evakuasi kembali. Kini Tim memiliki kerja yang berat karena pengungsi terdahulu harus ditambah dengan masyarakat Surodadi yang harus di ungsikan juga. Tim menentukan spot pengungsian di Desa Candisari – Ampel Boyolali, dengan keterbatasan logistik yang tersisa Tim membagikan kembali keperluan pengungsi berupa selimut, kebutuhan bayi dan supplay makanan berupa mie instant, beras, nasi bungkus, roti dan air minum dalam kemasan. Selanjutnya Tim mendirikan dapur umum.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">¨ Supplay Logistik Dan Dapur Umum &#8220;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/dscn1495.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-818" title="DSCN1495" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/dscn1495.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Selama pengungsi di camp pengungsian ( mendiami rumah penduduk dan kantor kepala desa yang berada di Ampel-Boyolali ) Tim yang saat itu telah memproklamirkan dirinya menjadi Sahabat Merah Putih mendirikan Dapur Umum yang berada di desa Ngegek Ampel – Boyolali memproduksi antara 1000 – 2000 nasi bungkus setiap harinya dan menghentikan kegiatan dapur umum sekitar tanggal 18 Nopember 2010 mengingat pengungsi telah kembali ke tempat kediaman masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu Sahabat Merah Putih meng-cover kebutuhan pengungsi yang mendiami 33 titik pengungsian di wilayah Ampel Boyolali berjumlah 3,596 orang terdiri dari 97 balita, 500 anak-anak , 110 Lansia dan 2,999 berkisar usia 13-60 tahun. Selain distribusi nasi bungkus. Sahabat Merah Putih mensupplay logistik berupa ; mie instant (kemasan karton), air minum dalam kemasan (kemasan karton), beras (kemasan karung), selimut, tikar, kebutuhan mandi dan cuci, makanan bayi, susu, teh, gula, sarung, pakaian (baru), pakaian layak pakai, biskuit, kue kering, pampers, pembalut wanita dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">¨ Pemutaran Film &#8220;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_2017.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-819" title="IMG_2017" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_2017.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>Untuk menghidari rasa kejenuhan para pengungsi, Sahabat Merah Putih membuat program untuk malam hari berupa “ Barak theatre “ dengan memutarkan film sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">- Tanggal 4 Nopember di Aula Desa Candisari Judul Film My Name Is Khan</p>
<p style="text-align:justify;">- Tanggal 10 Nopember di Musholla Dukuh Cuken Judul Film Laskar Pelangi</p>
<p style="text-align:justify;">- Tanggal 11 Nopember di Musholla Dukuh Karangtalun Judul Film Laskar Pelangi</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">¨ Trauma Healing &#8220;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_1811.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-820" title="IMG_1811" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_1811.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a> Tujuan kegiatan   :  Membantu mengurangi resiko trauma terutama bagi anak-anak korban dampak merapi yang berada di pengungsian daerah candisari dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sasaran                :  Anak-anak pengungsian yang berasal dari lereng merapi bagian utara kecamatan Selo- Kabupaten Boyolali</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="36" valign="top">
<p style="text-align:center;">NO</p>
</td>
<td style="text-align:center;" width="94" valign="top">Tanggal</td>
<td style="text-align:center;" width="161" valign="top">Tempat   Kegiatan</td>
<td style="text-align:center;" width="348" valign="top">Bentuk Kegiatan</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">
<p style="text-align:center;">1</p>
</td>
<td width="94" valign="top">9 Nov 2010</td>
<td width="161" valign="top">All</td>
<td width="348" valign="top">Survey</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">2</td>
<td width="94" valign="top">10 Nov 2010</td>
<td width="161" valign="top">Gatak-Kembang</td>
<td width="348" valign="top">Perkenalan   dan game-game penyemangat. Peserta 20 anak</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">3</td>
<td width="94" valign="top">11 Nov 2010</td>
<td width="161" valign="top">a.  Cuken (pagi)&nbsp;</p>
<p>b.  Gatak (sore)</td>
<td width="348" valign="top">Permainan,   diselingi dengan pembekalan materi-materi keagamaan.&nbsp;</p>
<p>Cuken 35   anak. Gatak 25 anak</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">4</td>
<td width="94" valign="top">12 Nov 2010</td>
<td width="161" valign="top">a.     Karang   Talun 2&nbsp;</p>
<p>b.     Gatak</p>
<p>c.      Balai   desa Ngagrong</td>
<td width="348" valign="top">Permainan dan   pembekalan materi agama</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top">5</td>
<td width="94" valign="top">16 Nov 2010</td>
<td width="161" valign="top">a.      Gatak&nbsp;</p>
<p>b.      Cuken</p>
<p>c.       Balai   desa Ngagrong</p>
<p>d.      Tonolayu</p>
<p>e.       Surodadi   ampel</td>
<td width="348" valign="top">Jumlah   personel bertambah. Lima lokasi dalam satu waktu. Trauma healing yang dikemas   dalam TPA.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">¨ Pemeriksaan Kesehatan &#8220;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_3930.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-821" title="IMG_3930" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_3930.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Dampak pengungsi di tempat pengungsian bukan saja secara phisikys tetapi juga berdampak timbulnya penyakit yang diakibatkan menurunnya daya tahan tubuh dan pola hidup selama dipengungsian. Konsorsium Sahabat Merah Putih yang turut membidani bidang kesehatan melakukan pemeriksaan dan pengobatan para pengungsi sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">-   Tanggal 4 Nopember 2010 bertempat di posko Surodari oleh Tim LKC Dompet Dhuafa. Dengan sasaran para pengungsi yang berasal dari lereng merapi yang tadi malam mengungsi di wilayah Surodadi</p>
<p style="text-align:justify;">-     Tanggal 12 – 15 Nopember 2010 Tim relawan  human care Universitas Sultan Agung Semarang yang berjumlah 9 orang diketuai oleh Sapto Brastokoro terdiri dari dokter dan perawat melakukan tindakan pemeriksaan kesehatan kepada pengungsi di wilayah Ampel &#8211; Boyolali yang menyebar di beberapa titik pengungsian (rumah penduduk)</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">¨ Penyuluhan, Pemberian Vitamin Dan Pakan Ternak &#8220;</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dompet Dhuafa melalui “Kampoeng Ternak” melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang ternak sapi dan pemberian nutrisi/vitamin di balai pertemuan dukuh plalangan pada hari rabu, 3 Nopember 2010 dengan dihadiri sekitar 60 peternak sapi.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengingat sejak erupsi besar mengalami puncaknya tanggal 5 Nopember 2010 hampir seluruh areal rumput di lereng merapi tertutup material abu vulkanik. Sahabat Merah Putih menyuplai pakan berupa rumput kepada peternak sapi yang berada di desa Lencoh pada tanggal 19 Nopember 2010.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">¨ Penyaluran Hewan Qurban &#8220;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_4906.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-822" title="IMG_4906" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_4906.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Menjelang hari raya Iedul Adha, Sahabat Merah Putih menerima hewan qurban sebanyak 18 ekor sapi dan 5 ekor kambing dengan sohibul qurban sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">- 1 ekor sapi atas nama Alm. H. Sudharmono Bin Wiriodirejo</p>
<p style="text-align:justify;">-  1 ekor sapi atas nama Sri Adyanti Binti Sudharmono</p>
<p style="text-align:justify;">- 1 ekor sapi atas nama  Ratu emma Norma Sudharmono</p>
<p style="text-align:justify;">- 1 ekor sapi atas nama masing-masing Alm H. Sudharmono Bin Wiriodirejo, Kuneng Bin Abdullah B.M, Andi Saming Binti Andi Atjo</p>
<p style="text-align:justify;">- 1 ekor sapi atas nama masing-masing H. Tantyo Aji Pramudyo Bin Sudharmono, Mnawarah Binti Bau Kuneng, Dhaneswara S Bin Tantyo AP, Dhani Isti Aditiyanti Binti Tantyo AP, Normastuti Adhidni Murkhimidah Binti Tantyo AP.</p>
<p style="text-align:justify;">- 1 ekor sapi atas nama Ny. Jundan</p>
<p style="text-align:justify;">- 2 ekon sapi pemberian dari Jamaah Masjid Al-Ikhlas</p>
<p style="text-align:justify;">-  10 ekor sapi pemberian dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta</p>
<p style="text-align:justify;">Pemberian hewan qurban tersebut telah disalurkan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">-  6 ekor sapi dan 5 ekor kambing di wilayah Ngegek dan Candisari ( Kecamatan Ampel Boyolali )</p>
<p style="text-align:justify;">- 1 ekor sapi di plalangan Selo – Boyolali</p>
<p style="text-align:justify;">- 1 ekor sapi di Jaraan Selo – Boyolali</p>
<p style="text-align:justify;">- 5 ekor sari di daerah pabelan – magelang</p>
<p style="text-align:justify;">- 1 ekor sapi di UIN Yogyakarta</p>
<p style="text-align:justify;">- 1 ekor sapi di Muntilan – Magelang</p>
<p style="text-align:justify;">- 1 ekor sapi  di Salam – Magelang</p>
<p style="text-align:justify;">- 2 ekor sapi di daerah boyolali</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">¨ Investigasi Kerugian Material &#8220;</span></p>
<p>Insfrakstruktur</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_5422.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-823" title="IMG_5422" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_5422.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>a. </em><em>Bangunan</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi rumah tinggal masyarakat seluruhnya hampir beratap abu tebal, hampir 80% kondisi kontruksi atap genting bangunan rumah tinggal banyak melengkung ke arah bawah karena banyak menanggung beban abu yang menempel (serta hujan yang tidak stabil (rintik-rintik) menyebabkan kondisi atap semakin banyak menangung beban abu). Secara khusus kondisi rumah yang hancur kurang lebih sebanyak 55 rumah tinggal, 51 kandang ternak, 3 masjid, 2 sekolah dasar  (spesifikasi kerusakan: kontruksi atap, dapur, teras  dan rumah roboh total).</p>
<p style="text-align:justify;"><em>b. </em><em>Penerangan</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi dari pertama kali gunung Merapi erupsi hingga saat laporan ini dibuat mengalami mati total, penerangan yang ada menggunakan sentir/obor dari bahan bakar minyak tanah dan solar yang sangat terbatas disetiap dukuhnya (biasanya setiap malam meraka berkumpul menjadi satu untuk mendapatkan kebutuhan penerangan). Mereka (para penduduk tempatan) menuturkan akan harapan bantuan genset untuk penerangan sementara serta bahan bakar minyak tanah dan solar yang mereka butuhkan untuk penerangan rumah serta penerangan jalan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>c. </em><em>Pengairan</em></p>
<p style="text-align:justify;">Su<a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_5497.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-824" title="IMG_5497" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_5497.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>mber pengairan daerah sekitar Selo-Boyolali sangat terbatas. Pengairan menggantungkan pada sumber besaran debit air, selain itu juga terbatasnya sumber mata air pada daerah tersebut yang letaknya kurang lebih hampir memerlukan 5-10 KM panjang pipa air menuju sumbernya. System pengairan masyarakat menggunakan model paralel disetiap dusunnya, selain itu minimnya bak penampungan di setiap dusun yang hampir dihuni lebih dari 100 jiwa dari data jiwa dusun yang terkecil. Alur atau denah jalannya pipa air menuju setiap dukuh melewati jalur rawan/ bahaya berupa tebing-tebing terjal serta aliran sungai seperti sungai jalan air dan jalur lahar gunung Merapi. Sumber mata air warga sekitar dari sumber kali Apu, kali Sepi, sehingga memerlukan bantuan tiang-tiang pancang untuk menghubungkan pipa air yang melintasi tebing-tebing disekitar gunung Merapi. Kondisi pengairan masyarakat setelah terjadinya erupsi gunung Merapi sangat menghawatirkan, debit air yang diterima masyarakat sangat terbatas, tiang-tiang pancang pipa penghubung tebing-tebing juga tidak normal kembali, banyak yang retak dan hampir terlepas disebabkan gerakan tanah dari gempa tektonik juga dikarenakan kedalaman tiang pancang yang tidak ergonomis. Selain itu pipa-pipa air banyak juga yang terputus dan hancur akibat terkena tumbukan patahan pohon serta batu-batuan aliran lahar dingin. Selain air dan sanitasi, kebutuhan masyarakat akan MCK juga sangat kurang jumlah maupun kwalitasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">2.       Pendidikan</p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan masyarakat sekitar gunung Merapi di daerah sekitar Selo, semenjak erupsi terjadi mengalami kelumpuhan.  Sekolah-sekolah sudah mulai buka sejak tanggal 22 nov 2010 tetapi masih belum berjalan dengan lancar  karena status merapi sampai saat ini masih awas. Satu sekolah mengalami kerusakan di daerah Tlogolele.</p>
<p style="text-align:justify;">3.       Kesehatan</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kecuali penyakit  ISPA, batuk-pilek, tidak ada keluhan berarti dari masyarakat, baik balita-dewasa maupun lansia. Namun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dari bahaya debu abu vulkanik kurang mendapat perhatian serius baik dari msyarakat itu sendiri maupun pemerintah setempat.</p>
<p style="text-align:justify;">4.       Pertanian</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_5501.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-825" title="IMG_5501" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_5501.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>Semenjak erupsi terjadi pertanian warga lumpuh total dan mengalami kerugian besar karena gagal panen dan berhentinya gerak pokok perekonomian masyarakat. Kurang lebih untuk mengembalikan stabilnya gerak pertanian masyarakat baru dapat di lihat hasilnya 4 bulan ke depan. Kebutuhan akan pupuk sangat diharapkan seperti Urea, Za, pupuk organic serta kebutuhan bibit tanaman kol, wortel, daun bawang, tomat, kacang panjang, dan jagung.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">¨ Rehabilitasi &#8220;</span></p>
<p style="text-align:justify;">Terhitung sejak tanggal 18 Nopember 2010, posko Sahabat Merah Putih di Ngegek – Ampel dipindahkan kembali ke posko semula yaitu di Jaraan Selo – Boyolali mengingat pengungsi sudah kembali ke tempat kediaman masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun program pendampingan kepada masyarakat lereng merapi lebih di fokuskan pada rehabilitasi atas  erupsi gunung Merapi, walau BPPTK Yogyakarta belum menurunkan status awas program dijalankan di areal lereng merapi sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">- Pembersihan Abu Vulkanik</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/69788_1583672884373_1612277493_1267680_5907153_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-826" title="69788_1583672884373_1612277493_1267680_5907153_n" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/69788_1583672884373_1612277493_1267680_5907153_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Program pembersihan abu vulkanik di laksanakan pada infrastruktur jalan dan sekolah sejak tanggal 19 Nopember dan berakhir tanggal 23 Nopember 2010. Program ini bertujuan untuk normalisasi sarana jalan yang digunakan masyarakat ditambah untuk mendorong masyarakat agar turut bersama membersihkan material abu vulkanik yang memenuhi areal pemukiman.</p>
<p style="text-align:justify;">- Investigasi &amp; Rekomendasi</p>
<p style="text-align:justify;">Relawan Sahabat Merah Putih melakukan investigasi atas dampak erupsi merapi masyarakat kecamatan Selo terutama yang tinggal di lereng merapi. Temuan hasil investigasi tersebut telah di rekomendasikan ke pemerintah daerah yaitu Bupati Boyolali dengan nomor surat : 010/DMS-S.PUTIH/XI/2010 tertanggal 25 Nopember 2010 untuk segera ditindaklanjuti.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain hasil investigasi yang telah direkomendasikan, Sahabat Merah Putih memberikan bantuan logistik material pipanisasi untuk sanitasi kepada masyaakat dukuh Jaraan dan Stabelan.</p>
<p style="text-align:justify;">- Support Logistik Sembako</p>
<p style="text-align:justify;">Program Support logistik sembako dilaksanakan pada tanggal 25-26 Nopember 2010 dengan rincian sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">- Plalangan              : 185 KK</p>
<p style="text-align:justify;">- Jaraan                    : 120 KK</p>
<p style="text-align:justify;">- Jerakah                  : 230 KK</p>
<p style="text-align:justify;">- Sepi                        : 260 KK</p>
<p style="text-align:justify;">- Bakalan                : 120 KK</p>
<p style="text-align:justify;">- Sumber                  : 86 KK</p>
<p style="text-align:justify;">-  Stabelan                : 115 KK</p>
<p style="text-align:justify;">- Ranang                  : 65 KK</p>
<p style="text-align:justify;">-  Belang                   : 55 KK</p>
<p style="text-align:justify;">-  Takeran                 : 117 KK</p>
<p style="text-align:justify;">-  Klakah Bawah      : 195 KK</p>
<p style="text-align:justify;">- Klakah Atas          : 170 KK</p>
<p style="text-align:justify;">- Lencoh                   : 85 KK</p>
<p style="text-align:justify;">- Wates                    : 60 KK</p>
<p style="text-align:justify;">- Temu Sari              : 98 KK</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/autosave_modelling-41.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-830" title="AutoSave_modelling 4" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/autosave_modelling-41.jpg?w=300&#038;h=147" alt="" width="300" height="147" /></a>Selanjutnya program Sahabat Merah Putih dilanjutkan dengan rencana pendirian kepustakaan yang ditempatkan di Desa Lencoh dan pendampingan peningkatan sosial ekonomi masyarakat lereng merapi melalui eko wisata yang mengedepankan masyarakat berbasis pertanian dan peternakan. Ditambahkan pula akan dilakukan pemetaan oleh Bakorsutanal yang mulai disosialisasikan tanggal 12 Februari 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam,</p>
<p style="text-align:justify;">Merapi Satukan Hati !</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drupadi2008.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drupadi2008.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drupadi2008.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drupadi2008.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drupadi2008.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drupadi2008.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drupadi2008.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drupadi2008.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drupadi2008.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drupadi2008.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drupadi2008.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drupadi2008.wordpress.com/815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drupadi2008.wordpress.com/815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drupadi2008.wordpress.com/815/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=815&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drupadi2008.wordpress.com/2011/02/05/rekam-jejak-sahabat-merah-putih-saat-erupsi-merapi-sejak-2-nopember-2010-di-selo-boyolali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f097ecead5c9f210e0aaf196cbee54ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agustian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_3895.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3895</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_3795.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3795</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/dscn1495.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN1495</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_2017.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_2017</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_1811.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1811</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_3930.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3930</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_4906.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_4906</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_5422.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5422</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_5497.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5497</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/img_5501.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_5501</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/69788_1583672884373_1612277493_1267680_5907153_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">69788_1583672884373_1612277493_1267680_5907153_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2011/02/autosave_modelling-41.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">AutoSave_modelling 4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Misi Kemanusiaan Peduli Merapi, Rabu 3 Nopember 2010</title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/11/03/misi-kemanusiaan-peduli-merapi-rabu-3-nopember-2010/</link>
		<comments>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/11/03/misi-kemanusiaan-peduli-merapi-rabu-3-nopember-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 01:05:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agustian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[misi kemanusian peduli merapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drupadi2008.wordpress.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[Sejak keberangkatan Tim Relawan yang terdiri dari Drupadi Foundation-Sehati Gapul Galas-Yayasan Rumah Hati yang tergabung dalam Mustang Peduli 88 FM tiba di Cangkringan pada hari Senin 2 Oktober 2010 pukul 11.00 WIB. Selanjutnya Tim langsung berkoordinasi dengan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. Koordinasi yang semula sudah dijembatani oleh Abi, memutuskan bahwa spot misi kemanusiaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=810&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/11/img_3712.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-811" title="IMG_3712" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/11/img_3712.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Sejak keberangkatan Tim Relawan yang terdiri dari Drupadi Foundation-Sehati Gapul Galas-Yayasan Rumah Hati yang tergabung dalam Mustang Peduli 88 FM tiba di Cangkringan pada hari Senin 2 Oktober 2010 pukul 11.00 WIB. Selanjutnya Tim langsung berkoordinasi dengan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Koordinasi yang semula sudah dijembatani oleh Abi, memutuskan bahwa spot misi kemanusiaan di sektor utara merapi yaitu di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali – Jawa Tengah mengingat bahwa keberadaan Tim  Relawan dirasakan sangat kurang ketimbang di wilayah selatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Setibanya di Selo Tim telah menempati posko dengan jarak sekitar 6 KM dari puncak Merapi dengan ketinggian 1500 dari permukaan laut. Hal inilah seluruh Tim relawan menyesuaikan kondisi suhu yang sangat dingin di tambah hujan abu vulkanik yang sering turun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Setelah melakukan maping di Selo, Tim telah menetapkan beberapa program yang akan dijalankan dalam status awas merapi sebagai berikut ;</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Melakukan pendampingan dengan 5 titik pengunsian dengan jumlah pengungsi 673 pengungsi dengan perincian sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:502.75pt;margin-left:-8.1pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="670">
<tbody>
<tr style="height:15.75pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:34pt;height:15.75pt;padding:0 5.4pt;" rowspan="2" width="45">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">NO</span></strong></p>
</td>
<td style="width:128pt;height:15.75pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" rowspan="2" width="171">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">KELOMPOK PENGUNGSI</span></strong></p>
</td>
<td style="width:220.8pt;height:15.75pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" colspan="4" width="294" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">JUMLAH PENGUNGSI</span></strong></p>
</td>
<td style="width:119.95pt;height:15.75pt;border:1pt 1pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" rowspan="2" width="160">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;">DESA ASAL</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:15pt;">
<td style="width:45.15pt;height:15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">BALITA</span></p>
</td>
<td style="width:75.3pt;height:15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="100" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">ANAK-ANAK</span></p>
</td>
<td style="width:55.4pt;height:15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="74" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">DEWASA</span></p>
</td>
<td style="width:44.95pt;height:15pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">LENSIA</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:3pt;">
<td style="width:34pt;height:3pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="45">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></strong></p>
</td>
<td style="width:128pt;height:3pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="171">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></strong></p>
</td>
<td style="width:45.15pt;height:3pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></p>
</td>
<td style="width:75.3pt;height:3pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="100" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></p>
</td>
<td style="width:55.4pt;height:3pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="74" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></p>
</td>
<td style="width:44.95pt;height:3pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60" valign="bottom">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></p>
</td>
<td style="width:119.95pt;height:3pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="160">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:22.5pt;">
<td style="width:34pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="45">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">1</span></p>
</td>
<td style="width:128pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="171">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">JARA&#8217;AN I</span></p>
</td>
<td style="width:45.15pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">14</span></p>
</td>
<td style="width:75.3pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="100">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">16</span></p>
</td>
<td style="width:55.4pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="74">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">61</span></p>
</td>
<td style="width:44.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">9</span></p>
</td>
<td style="width:119.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="160">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">Cangkol</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:22.5pt;">
<td style="width:34pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="45">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">2</span></p>
</td>
<td style="width:128pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="171">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">JARA&#8217;AN II</span></p>
</td>
<td style="width:45.15pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">2</span></p>
</td>
<td style="width:75.3pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="100">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">8</span></p>
</td>
<td style="width:55.4pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="74">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">29</span></p>
</td>
<td style="width:44.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">4</span></p>
</td>
<td style="width:119.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="160">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">kuncen &#8211; Tegal Seruni</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:22.5pt;">
<td style="width:34pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="45">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">3</span></p>
</td>
<td style="width:128pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="171">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">SELO PASS</span></p>
</td>
<td style="width:45.15pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">75</span></p>
</td>
<td style="width:75.3pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="100">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">96</span></p>
</td>
<td style="width:55.4pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="74">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">183</span></p>
</td>
<td style="width:44.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">65</span></p>
</td>
<td style="width:119.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="160">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">Nalangan Lembah</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:22.5pt;">
<td style="width:34pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="45">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">4</span></p>
</td>
<td style="width:128pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="171">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">P. PONIJEM</span></p>
</td>
<td style="width:45.15pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">7</span></p>
</td>
<td style="width:75.3pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="100">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">12</span></p>
</td>
<td style="width:55.4pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="74">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">16</span></p>
</td>
<td style="width:44.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">51</span></p>
</td>
<td style="width:119.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="160">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">Jara&#8217;an</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:22.5pt;">
<td style="width:34pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="45">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">5</span></p>
</td>
<td style="width:128pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="171">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">P. SUKARDI</span></p>
</td>
<td style="width:45.15pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">6</span></p>
</td>
<td style="width:75.3pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="100">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></p>
</td>
<td style="width:55.4pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="74">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">19</span></p>
</td>
<td style="width:44.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></p>
</td>
<td style="width:119.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="160">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">Jara&#8217;an</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:22.5pt;">
<td style="width:34pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="45">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></p>
</td>
<td style="width:128pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="171">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">JUMLAH</span></p>
</td>
<td style="width:45.15pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">104</span></p>
</td>
<td style="width:75.3pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="100">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">132</span></p>
</td>
<td style="width:55.4pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="74">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">308</span></p>
</td>
<td style="width:44.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="60">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;">129</span></p>
</td>
<td style="width:119.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="160">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:22.5pt;">
<td style="width:34pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt none solid solid 0 windowtext windowtext;padding:0 5.4pt;" width="45">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></p>
</td>
<td style="width:128pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="171">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:red;">TOTAL JUMLAH PENGUNGSI</span></p>
</td>
<td style="width:220.8pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 black windowtext 0;padding:0 5.4pt;" colspan="4" width="294">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:red;">673</span></p>
</td>
<td style="width:119.95pt;height:22.5pt;border:medium 1pt 1pt medium none solid solid none 0 windowtext windowtext 0;padding:0 5.4pt;" width="160">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;color:black;"> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> mendistribusikan jumlah bantuan yang di bawa oleh Tim dan logistic makanan berupa mie instan. Mengingat para pengungsi (biasanya datang pada malam hari di lokasi makanan) masih kekurangan bantuan makanan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">3.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Trauma Healing ; motivasi – empaty – game dan Nonton Bareng</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">4.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Evakuasi ; mempersiapkan evakuasi warga di lereng merapi yang jaraknya hanya 4 KM dari puncak Merapi dengan menyiagakan 1 mobil ambulance dan 2 kendaraan mini bus. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Semalam tim juga telah menyalurkan logistic untuk keperluan pengungsi berupa tikar sebanyak 35 buah, selimut 40 buah dan bad cover 6 buah (untuk keperluan bayi) rencananya nanti malam tim akan mendistribusikan sisa logitik.<br />
</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Saat ini posko relawan sangat membutuhkan logistik, selimut, tikar dan perlengkapan bayi. Dan untuk mempermudah pendistribusian di mohon kepada sahabat di Jakarta agar dapat menstranferkan donasi berupa uang ke koordinator logistik  atas nama Farezky Nursanly Bank Mandiri Cabang Juada Bekasi No. A/C 156-0001442096.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">&nbsp;</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Demikian Agustian dan Aco melaporkan dari lereng Merapi</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tetap Semangat !!! Walau Kedinginan brrrrrrr……………………………</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drupadi2008.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drupadi2008.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drupadi2008.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drupadi2008.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drupadi2008.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drupadi2008.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drupadi2008.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drupadi2008.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drupadi2008.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drupadi2008.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drupadi2008.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drupadi2008.wordpress.com/810/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drupadi2008.wordpress.com/810/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drupadi2008.wordpress.com/810/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=810&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/11/03/misi-kemanusiaan-peduli-merapi-rabu-3-nopember-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f097ecead5c9f210e0aaf196cbee54ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agustian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/11/img_3712.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_3712</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DESKRIPSI SEKOLAH ALAM ANAK SHOLEH</title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/05/25/deskripsi-sekolah-alam-anak-sholeh/</link>
		<comments>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/05/25/deskripsi-sekolah-alam-anak-sholeh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 17:32:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agustian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Alam Anak sholeh]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah gratis untuk kaum dhuafa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drupadi2008.wordpress.com/?p=801</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan yang berparadigma BEING adalah fenomena yang harus mengedepan di dalam proses pembelajaran. Paradigma ini memfasilitasi kondisi belajar yang diisi dengan pembentukan karakter (character building) selain internalisasi wawasan siswa yang bernuansa kognitif. Diharapkan dengan pengetahuan yang mumpuni dan akhlak terpuji serta kecakapan yang dimiiki akan dapat membekali para siswa ke depan. Mendidik dengan cinta, sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=801&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/05/100_0278.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-802" title="100_0278" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/05/100_0278.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Pendidikan yang berparadigma BEING adalah fenomena yang harus mengedepan di dalam proses pembelajaran. Paradigma ini memfasilitasi kondisi belajar yang diisi dengan pembentukan karakter <em>(character building)</em> selain internalisasi wawasan siswa yang bernuansa kognitif. Diharapkan dengan pengetahuan yang mumpuni dan akhlak terpuji serta kecakapan yang dimiiki akan dapat membekali para siswa ke depan.</p>
<p>Mendidik dengan cinta, sebuah pendekatan yang sering dilakukan di Sekolah Alam Anak Sholeh. Para guru  dalam aktifitas sehari-hari selalu  menghargai dan mengapresiasi hasil karya siswa. Hal ini tidak lain bertujuan agar siswa selalu termotivasi untuk mengikuti proses KBM dengan optimal. Selain itu mendidik dengan cinta juga berarti mengupayakan beberapa prinsip pembelajaran yang harus direalisasikan di kelas.</p>
<p>Adapun beberapa prinsip pembelajaran yang sering dilakukan adalah: 1) <strong><em>perhatian</em></strong> yang diberikan dalam belajar, 2) <strong><em>motivasi</em></strong> <strong><em>dan inspirasi</em></strong> diberikan secara kontinyu kepada siswa agar terbentuk karakter belajar yang kuat untuk mendapatkan pengalaman belajar (learning experience) yang terbaik bagi setiap siswa, 3) <strong><em>perbedaan individu</em></strong> <em>( individual differences )</em> direalisasi dalam bentuk mengakomodir setiap gaya belajar siswa yang berbeda sehingga memungkinkan terjadinya harmonisasi sinergi di antara guru dan peserta didik, 4) <strong><em>pemberian hadiah dan hukuman</em></strong> <em>( reward and puishment ) </em>sudah menjadi bagian dalam aktifitas pembelajaran di sekolah Alam Anak Shleh. Penegakan disiplin, bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dan mentaati tata tertib sekolah adalan rambu-rambu yang dipakai untuk menentukan bentuk hadiah dan hukuman yang patut diberikan pada siswa yang terkait.</p>
<p>Pembelajaran menurut Chomsky adalah berorientasi pada perkembangan pada sisi pemikiran dan pengalaman yang dialami siswa. Pembelajaran yang optimal oleh para guru sekolah Alam Anak sholeh dilengkapi dengan berbagai perangkat yang sangat meenunjang keberhasilan pencapaian prestasi yang diharapkan. Perangkat tersebut terdiri dari 1) RPP <em>(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran),</em> 2). aktifitas pengalaman belajar <em>(learning experience),</em> 3) Media Pembelajaran yang menarik 4) pemilihan metode pembelajaran yang sesuai, 5) Pengembangan Referensi dan buku ajar,  dan 6) pengembangan alat evaluasi.</p>
<p>Selain itu pembelajaran yang dilakukan di sekolah kami selalu berorientasi pada penghargaan atas kebaikan-kebaikan yang dilakukan siswa dalam pembelajaran ketimbang lebih menitikberatkan pada kesalahan-kesalahan yang siswa lakukan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Irawati Istadi dalam bukunya Hadiah dan Hukuman yang Efektif, seorang anak tidak akan berkembang dengan optimal jika guru/orangtua selalu memfokuskan pada kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa/anak. Sebaliknya anak akan berkembang  dengan baik jika orang tua/guru lebih banyak memperhatikan kebaikan-kebaikan yang telah siswa/seorang anak lakukan. Dengan demikian keberhasilan siswa dalam belajar akan sangat dipengaruhi oleh treatmen positif yang diberikan oleh guru terhadap siswa.</p>
<p>Kelas yang baik tidak terlepas dari kepribadian seorang guru yang bisa menjadi contoh bagi setiap siswa dalam kesehariannya. Kepribadian guru yang baik dan menarik menurut Laela Mona di harian Republika tanggal 23 Januari 2010  minimal harus mempunyai tiga hal, yakni: 1) Brain concept, merefleksikan pengembangan wawasan dan pengetahuan yang dilakukan oleh guru selain menguasai disiplin ilmu yang diampu, 2) Behavior concept, merefleksikan adanya kecerdasan emosional seorang guru dalam berkomunikasi dengan orang lain, sehingga guru dapat mengatur emosi, membaca emosi orang lain dan mampu membantu menyelesaikan konflik yang mungkin terjadi di antara teman sejawat, 3) Beauty concept, merefleksikan keeleganan seorang guru dalam beraktifitas dengan adanya kemampuan mengatur cara berbicara, bersikap, merawat diri dan tampil dengan baik di hadapan siswa dan rekan-rekan guru lainnya.</p>
<p>Membekali kecakapan hidup (life skill) pada siswa adalah menjadi  tanggung jawab yang diemban oleh para guru . Materi kecakapan hidup dirancang dalam proses pembelajaran aktifitas pagi (morning activities)  dengan memberikan kesempatan pada siswa merawat dan menyiram tanaman disekolah, out bound dan environment care (peduli lingkungan). Dengan demikian diharapkan para siswa dapat menumbuhkan sikap tanggung jawab, peduli dan kesanggupan menghadapi tantangan hidup ke depan.</p>
<p>Dengan Kepribadian yang menarik, perlakuan yang pandai menghargai hasil karya dan prestasi siswa, aplikasi prinsip-prinsip pembelajaran dalam atmosper kelas, pemenuhan perangkat-perangkat pembelajaran yang dibutuhkan serta penanaman kecakapan hidup pada siswa dapatlah diharapkan akan terwujud sinergi yang harmonis dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drupadi2008.wordpress.com/801/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drupadi2008.wordpress.com/801/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drupadi2008.wordpress.com/801/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drupadi2008.wordpress.com/801/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drupadi2008.wordpress.com/801/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drupadi2008.wordpress.com/801/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drupadi2008.wordpress.com/801/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drupadi2008.wordpress.com/801/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drupadi2008.wordpress.com/801/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drupadi2008.wordpress.com/801/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drupadi2008.wordpress.com/801/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drupadi2008.wordpress.com/801/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drupadi2008.wordpress.com/801/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drupadi2008.wordpress.com/801/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=801&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/05/25/deskripsi-sekolah-alam-anak-sholeh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f097ecead5c9f210e0aaf196cbee54ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agustian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/05/100_0278.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">100_0278</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN MULTIKULTUR MASYARAKAT BEKASI SEBAGAI WUJUD MASYARAKAT MAJEMUK</title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/05/25/pendidikan-multikultur-masyarakat-bekasi-sebagai-wujud-masyarakat-majemuk/</link>
		<comments>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/05/25/pendidikan-multikultur-masyarakat-bekasi-sebagai-wujud-masyarakat-majemuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 17:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agustian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Multikulture Masyarakat Bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drupadi2008.wordpress.com/?p=797</guid>
		<description><![CDATA[Keberagaman (diversity) masyarakat Bekasi adalah sesuatu yang unik untuk dibahas. Keberagaman tersebut bisa dicirikan dengan beragamnya kelas (strata), agama, dan bahasa, termasuk gender, orientasi seksual, usia serta keterbelakangan mental dan pisik. Kesemua itu adalah bagian dari elemen-elemen budaya masyarakat  Bekasi yang begitu beraneka ragam corak dan bentuknya. Terkadang ekspos dari media seperti televisi, radio dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=797&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/05/majelis-oncor.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-798" title="majelis oncor" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/05/majelis-oncor.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Keberagaman</strong> <em>(diversity)</em> masyarakat Bekasi adalah sesuatu yang unik untuk dibahas. Keberagaman tersebut bisa dicirikan dengan beragamnya kelas <em>(strata),</em> agama, dan bahasa, termasuk gender, orientasi seksual, usia serta keterbelakangan mental dan pisik. Kesemua itu adalah bagian dari elemen-elemen budaya masyarakat  Bekasi yang begitu beraneka ragam corak dan bentuknya.</p>
<p>Terkadang ekspos dari media seperti televisi, radio dan media lainnya memberikan ruang bagi anggota masyarakat untuk bersikap sterotype terhadap sebuah typical karakter masyarakat atau etnik tertentu. Kalau digambarkan seperti sebuah tayangan TV tentang film Mafia Italy yang menggambarkan betapa kejamnya kelompok mafia tersebut terhadap musuh-musuhnya antar geng. Hal ini membuat stereotype sebagian anggota masyarakat beranggapan bahwa orang-orang  Italy terbiasa dengan pola hidup seperti itu. Tentu hal ini akan merugikan etnik Italy ketika mereka bergaul dan bersosialisasi di dalam masyarakat.</p>
<p>Peristiwa di atas adalah sebagai salah bentuk miskonsepsi yang ada pada masyarakat kita. Oleh karena itu peran kita sebagai guru adalah membantu para siswa untuk dapat menginterpretasi dan menganalisa petunjuk-petunjuk budaya yang ada pada masyarakat sekitarnya dan yang dihadapinya sehari-hari, sehingga akan meminimalisir kesalahanpahaman terhadap persepsi budaya di luar dirinya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pendidikan Multikultur</strong> adalah suatu bentuk pendidikan yang mengacu pada pemahaman terhadap keberagaman bentuk budaya yang ada di dalam sebuah masyarakat melalui proses penginterpretasian dan penganalisaan terhadap isyarat-isyarat budaya tertentu di masyarakat baik dalam bentuk skala mikro maupun makro. <strong> </strong></p>
<p>Dengan mengaplikasikan pendidikan multikultur akan memberi ruang kepada para siswa untuk memiliki kemampuan beradaptasi terhadap beragam warna dan corak budaya yang ada di sekitar lingkungannya dan pula membekali siswa untuk tidak selalu mengukur segala sesuatu berdasar ukuran kebiasaannya sendiri yang membawa kepada kesalahpahaman di lingkungan masyarakatnya.</p>
<p>Philip Randolph dalam pidatonya pada momen “Washington DC Movement Converence” di Detroit menyatakan kesamaan <em>(equality)</em> adalah the heart and essence of democracy, freedom and justice <em>(jantung,dan esensi dari demokrasi, kebebasan dan keadilan). </em>Salah satu kajian yang amat menarik dalam kajian pendidikan multikultur adalah equality<em>.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Equality <em>(kesamaan)</em> adalah suatu kondisi di mana setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan fasilitas umum yang diberikan oleh pemerintah, seperti pendidikan, kesehatan, jalan, dan lain sebagainya. Prinsip kesamaan ini meniadakan perbedaan baik ras, agama, latar belakang sosial, bahasa, gender ataupun etnik yang ada di masyarakat dalam pemanfaatan sebesar-besarnya fasilitas umum yang tersedia di lingkungannya. . Prinsip kesamaan ini memberikan kesempatan setiap anggota masyarakat untuk memiliki pengetahuan, skill, sikap yang menjadi bekal mereka untuk layak hidup di masyarakat.</p>
<p>Selain itu memahami makna kebudayaan adalah juga menjadi point penting untuk difahami oleh para siswa. Menurut Goodenough, kebudayaan adalah cara seseorang dalam menerima , meyakini, mengevaluasi dan berprilaku. Hal ini berarti budaya akan memberikan pembelajaran kepada anggota masyarakat dengan melalui beberapa pendekatan diawali dengan menerima kemudian meyakini dan menilai budaya tersebut dan akhirnya menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan.</p>
<p>Begitu banyak Kemajemukan <em>(pluralistic)</em> masyarakat yang ada di  Bekasi, sehingga sangatlah penting dikaji tentang kemajemukan dan dampaknya di masyarakat. Kemajemukan adalah suatu kondisi masyarakat yang terkadang ada kemiripan antara bentuk budaya tertentu, terkadang pula begitu besarnya jarak perbedaan antara suatu kebiasaan yang dilakukan oleh tipikal masyarakat tertentu.dibanding dengan kebiasaan masyarakat lain. Hal inilah yang menjadi pemicu kesalahpahaman antar sesama dan terkadang berujung pada permusuhan dan kebencian.</p>
<p>Selain itu memahami konsep demokrasi (democracy) adalah suatu hal yang amat perlu dilakukan, karena konsep ini memberikan kesempatan kepada pihak di luar diri seseorang untuk mengerti dan memahami adanya perbedaan antara satu dengan lainnya, terutama dalam hal perbedaan beropini. Demokrasi didesain untuk mempromosikan nilai-nilai kebaikan yang ada di dalam masyarakat. Hal ini dilakukan dalam rangka menghilangkan penyalahgunaan system dan wewenang dari para penguasa atau pemerintah. Ini berarti rakyat memiliki hak mengungkapkan aspirasi atau pendapatnya yang sesuai dengan naluri pilihannya. Hal ini dapat dilihat ketika adanya pemilihan Walikota, di mana setiap warga Kota Bekasi berhak menentukan pilhannya dan  dilindungi dari paksaan ataupun  provokasi dari pihak manapun.</p>
<p>Perbedaan gaya hidup setiap warga di  Bekasi akan mempengaruhi strata sosial atau kelas di mana warga masyarakat itu berada. Struktur kelas  di dalam masyarakat Bekasi setiap warga yang walaupun awalnya berasal dari kelas bawah, akan tetapi bila ia berusaha keras untuk belajar dan belajar menempuh pendidikan tinggi, Maka orang tersebut akan dapat menembus kepada sturuktur kelas yang lebih tinggi dalam masyarakat (meritokrasi system).</p>
<p>Selanjutnya  strata sosial akan ditentukan oleh beberapa hal di antaranya adalah  pendapatan, pendidikan, pekerjaan, kesejahteraan dan kekuatan di dalam masyarakat. Ini berarti tingkat sosial seseorang dapat diukur berdasarkan beberapa indikator di atas. Makin tinggi nilai indicator yang mereka miliki maka akan semakin baik strata sosial seseorang di dalam masyarakatnya. Sebaliknya makin rendah indicator tersebut, maka strata sosial seseorang akan kurang di mata masyarakat.</p>
<p>Kajian-kajian di atas akan dapat dikembangkan dalam rangka memenuhi akan kebutuhan masyarakat di  Bekasi yang majemuk dan sudah pasti berbeda karakter, kebiasaan, bahasa, dan budaya secara keseluruhan. Untuk itu amatlah penting menenggarai berbagai kepentingan yang kemudian dijadikan bahan kajian dalam pendidikan multikultur di Bekasi.</p>
<p><strong>Konsep pendidikan multikultur</strong> perlu dikembangkan dan direalisasikan dalam wujud lebih real di setiap jenjang sekolah di  Bekasi. Pengembangan konsep ini bisa dilakukan dengan membrekdown kebutuhan-kebutuhan apa saja yang hendaknya dipenuhi sampai pada lapisan gress root, agar dapat memberikan kuda-kuda yang kuat pada warga  Bekasi dalam bermasyrakat. Selain itu  juga yang terpenting adalah dengan menjadikan pendidikan multikultur sebagai sebuah agenda pembelajaran di sekolah akan membantu Pemda  Bekasi untuk membangun tipikal masyarakat yang maju dan berbudaya tinggi. Dengan karakter saling menghargai, membangun, mengingatkan dan menginovasi demi percepatan kemajuan Kota Bekasi yang  Agamis dan Cerdas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drupadi2008.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drupadi2008.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drupadi2008.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drupadi2008.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drupadi2008.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drupadi2008.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drupadi2008.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drupadi2008.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drupadi2008.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drupadi2008.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drupadi2008.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drupadi2008.wordpress.com/797/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drupadi2008.wordpress.com/797/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drupadi2008.wordpress.com/797/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=797&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/05/25/pendidikan-multikultur-masyarakat-bekasi-sebagai-wujud-masyarakat-majemuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f097ecead5c9f210e0aaf196cbee54ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agustian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/05/majelis-oncor.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">majelis oncor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UPAYA PERCEPATAN PERTUMBUHAN PEMBANGUNAN PEDESAAN  MELALUI PERAN BIROKRASI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA</title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/04/01/upaya-percepatan-pertumbuhan-pembangunan-pedesaan-melalui-peran-birokrasi-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhinya/</link>
		<comments>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/04/01/upaya-percepatan-pertumbuhan-pembangunan-pedesaan-melalui-peran-birokrasi-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhinya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 01:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agustian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[UPAYA PERCEPATAN PERTUMBUHAN PEMBANGUNAN PEDESAAN MELALUI PERAN BIROKRASI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drupadi2008.wordpress.com/?p=786</guid>
		<description><![CDATA[A. Deskripsi Sejalan bergulirnya waktu paradigma pembangunan desa bukan lagi wewenang otoritas pemerintah pusat tetapi wewenang pemerintah daerah lebih dominan dalam menata, merencanakan dan membuat kebijakan pembangunan sesuai yang di amanahkan oleh UU No. 32 Tahun 2004. Implikasi dari kebijakan otoritas pemerintah daerah adalah untuk memudahkan dalam pencapaian tingkat kesejahteraan masyarakat. Perubahan struktural kepemerintahan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=786&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><strong>A. </strong><strong>Deskripsi</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/04/sta50068.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-787" style="border:2px solid black;margin:2px;" title="STA50068" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/04/sta50068.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Sejalan bergulirnya waktu paradigma pembangunan desa bukan lagi wewenang otoritas pemerintah pusat tetapi wewenang pemerintah daerah lebih dominan dalam menata, merencanakan dan membuat kebijakan pembangunan sesuai yang di amanahkan oleh UU No. 32 Tahun 2004. Implikasi dari kebijakan otoritas pemerintah daerah adalah untuk memudahkan dalam pencapaian tingkat kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Perubahan struktural kepemerintahan yang dimulai sejak tahun 1999 tentu membawa efek kejut ( shock culture) pada struktur kepemerintahan yang dekat dan langsung bersinggungan dengan masyarakat yaitu pemerintah desa. Karena domain konservatisme dalam penyelenggaraan kepemerintahan desa masih bersifat layanan publik dan administrasi belaka. Hal ini dapat menimbulkan paradoksal dari semangat otoritarian dalam mengembangkan potensi desa menjadi stagnasi akibat struktur birokrasi masih dipahami sebatas servis public.</p>
<p>Bisa dimaklumi bahwa konservatisme layanan publik terjadi akibat kebijakan pemerintah orde baru yang mengatur dan mengendalikan kepemerintahan secara terpusat. Pemerintah daerah hanya menjalankan kebijakan-kebijakan dari pemerintah pusat. Pada wilayah pedesaan untuk tata cara pemilihan kepala desa campur tangan pemerintah sangat berpengaruh dalam mengawasi proses pemilihan ( PP No. 5 tahun 1979 ).</p>
<p>Meniadakan peran political society dengan menciptakan massa mengambang ( floating mass ) sehingga infra struktur politik pada wilayah pedesaan kehilangan kontrol sosial politik terhadap berlangsungnya proses kepemerintahan. Di tambah lagi penyeragaman organisasi-organisasi yang berkarakter civil social organization ( CSO ) seperti untuk organisasi petani yang “direstui” hanya HKTI dan untuk nelayan hanya HSNI dan organisasi yang bercirikan gerakan ekonomi kerakyatan pun yang di restui hanya KUD sebagai satu-satunya koperasi yang sah ( Inpres No. 4 tahun 1978 ).</p>
<p>Kini di era keterbukaan dan transparansi keterlibatan desa dalam pembangunan merupakan pilar penyanggah ketahanan ekonomi negara karena peran  keikutsertaannya sebagai indikator keberhasilan pemerintah dalam menjalankan konstitusi negara.</p>
<p>Oleh sebab itu desa perlu diperhatikan secara khusus ( eksklusif ) dalam menata, merencanakan  dan melakukan social engineering ( rekayasa sosial ) sehingga harapan-harapan masyarakat pedesaan yang sejahtera dapat terwujudkan. Lembaga pemerintah yang paling berperan dalam pemenuhan harapan-harapan itu adalah pemerintah desa dan organisasi-organisasi penggerak desa seperti BPD ( Badan Perwakilan Desa ) LPM ( Lembaga Pengembangan Masyarakat ) Karang Taruna, PKK maupun organisasi non pemerintah lokal yang bercirikan civil social organization.</p>
<p>Potret buram pedesaan sebanyak 70.611 pedesaan dari seluruh provinsi di Indonesia yang dinyatakan tertinggal  sebanyak 32.379 desa. Penyebabnya pun beragam dari keterbatasan sumber daya alam, tidak terbangunnya civil society, dan rendahnya pelaku SDM. Pada tingkat partisipasi hanya menjalankan secara reaktif dari alur birokrasi dan ketidakmampuan dalam membuat social planning ( perencanaan sosial ) karena organisasi SDM tidak menstimulan take part terhadap wilayah sosial ( masyarakat ). <strong> </strong></p>
<p><strong>B. </strong><strong>Masalah Pedesaan</strong></p>
<p>Hampir 50 % desa teridentifikasi tertinggal dari jumlah desa di seluruh provinsi Indonesia. Menurut data yang dikeluarkan Biro Pusat Statistik ( BPS ) yang dikelola dari Susenas Panel Maret 2007 dan 2008 angka prosentase kemiskinan di pedesaan masih signifikan ketimbang angka kemiskinan di perkotaaan. Indikasi kemiskinan bertolak dari kurangnya pendapatan perkapita penduduk dari ketercukupan kes</p>
<p>ediaan pangan dalam hal ini adalah beras (28,64 %) komoditi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.</p>
<p>Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakmampuan masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan dasar ( basic needs) disebabkan oleh ketidaktersediaan lapangan pekerjaan, bergesernya fundamental ekonomi pedesaan yang bercorak agraris menjadi residential area dan adanya industri bukan padat karya melainkan padat modal dan tuntutan kemampuan SDM dalam rekayasa teknologi. Disamping itu  keterbatasan potensi sumber daya alam juga mempengaruhi struktur ekonomi pedesaan. Ketidakcerdasan dalam mengkreasi potensi desa akibat lemahnya partisipasi masyarakat desa dan kepemimpinan elit ( kepala desa, tokoh masyarakat, pemuka agama ). Dalam memuaskan hubungan relasi sosial para elit desa lebih memilih bertindak secara personal dalam mengatasi masalah-masalah sosial.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Garis Kemiskinan,  Jumlah dan Persentase Penduduk  Miskin  menurut Daerah, Maret 2006-Maret  2007</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="90" valign="top">Daerah/Tahun</td>
<td width="102" valign="top"><span style="text-decoration:underline;">Garis kemiskinan</span></p>
<p>Makanan</td>
<td width="98" valign="top"><span style="text-decoration:underline;">(Rp/kapita/Bulan)</span></p>
<p>Bukan  makanan</td>
<td width="69" valign="top">Total</td>
<td width="96" valign="top">Jumlah penduduk miskin (juta)</td>
<td width="73" valign="top">Persentase penduduk miskin</td>
</tr>
<tr>
<td width="90" valign="top">(1)</td>
<td width="102" valign="top">(2)</td>
<td width="98" valign="top">(3)</td>
<td width="69" valign="top">(4)</td>
<td width="96" valign="top">(5)</td>
<td width="73" valign="top">(6)</td>
</tr>
<tr>
<td width="90" valign="top"><strong><em>Perkotaan</em></strong></p>
<p>Maret 2006</p>
<p>Maret 2007</p>
<p><strong>Pedesaan</strong></p>
<p>102.907</p>
<p>116.265</p>
<p><strong>Kota + desa</strong></p>
<p>114.125</p>
<p>123.992</td>
<td width="102" valign="top">126.163</p>
<p>132.258</p>
<p>102.907</p>
<p>116.265</p>
<p>114.125</p>
<p>123.992</td>
<td width="98" valign="top">48.127</p>
<p>55.683</p>
<p>27.677</p>
<p>30.572</p>
<p>37.872</p>
<p>42.704</td>
<td width="69" valign="top">174.290</p>
<p>187.942</p>
<p>130.584</p>
<p>146.837</p>
<p>151.997</p>
<p>166.697</td>
<td width="96" valign="top">14,49</p>
<p>13,56</p>
<p>24,81</p>
<p>23,61</p>
<p>39,30</p>
<p>37,17</td>
<td width="73" valign="top">13,47</p>
<p>12,52</p>
<p>21,81</p>
<p>20,37</p>
<p>17,75</p>
<p>16,58</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber: Diolah dari data Susenas Panel Maret 2006 dan Maret 2007 <strong> </strong></p>
<p><strong>C. </strong><strong>Paradigma Baru Aparat Desa Dan Organisasi Penggerak Desa</strong></p>
<ol>
<li>Inspirator dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat</li>
</ol>
<p>Untuk memenuhi harapan masyarakat desa adalah dengan meniadakan keluhan yaitu mampu menyelesaikan masalah secara terencana dan terukur. Keluhan masyarakat desa tidak jauh berkutat pada pemenuhan kebutuhan dasar hidup ( KDH ). Untuk memenuhi KDH harus tersedianya akses pekerjaan yang membuahkan pendapatan. Persoalannya adalah bagaimana menciptakan ruang pekerjaan di pedesaan. Oleh sebab itu diperlukan kemauan yang kuat untuk merubah paradigma lama yang semula bersifat administratif menjadi kewirausahaan.</p>
<p>Komitmen dan team work ( seluruh aparat desa dan organisasi penggerak desa ) dalam melakukan perencanaan sosial ( social planning )  menstimulasi visi dan misi yang dirancang secara bersama-sama.</p>
<p>Tentu dukungan kepemimpinan lokal dalam menjalankan mesin birokrasi dan organisasi memiliki efek dominan terhadap keputusan, kebijakan, dan pilihan yang tepat dalam mengurai suatu masalah. Hal ini yang disebutkan oleh Max weber bahwa peniadaan keluhan yang berlangsung dimasyarakat menjadi walfare karena secara tidak langsung elit desa terbentuk menjadi natural leader.</p>
<p>Kepuasan pelanggan adalah kepuasan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup, semakin terjadi peningkatan kualitatif semakin menidentifikasi keberhasilan para pelaku SDM dalam melakukan social planning.Membangun awarness secara simultan antara aparat desa, organisasi penggerak desa dengan objek sasaran ( masyarakat desa ) dalam pemenuhan kebutuhan dasar hidup menjadi energi yang berpotensi inspiratif, kreatif dan dinamis dengan begitu sangatlah mudah menciptakan lahan pekerjaan baru di pedesaan.</p>
<p><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/04/1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-788" title="1" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/04/1.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>2. Model layanan masyarakat ( CHANGE )</p>
<p><em>Charity ; Kasih sayang</em></p>
<p>Memberikan pelayanan dengan rasa kasih sayang tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, dan status sosial.</p>
<p><em>Hear ; Mendengar</em></p>
<p>Mau mendengar terhadap kritik dan saran dari semua komponen masyarakat desa sebagai koreksi dan dijadikan pertimbangan dalam memutuskan kebijakan publik.</p>
<p><em>Active ; Aktif</em></p>
<p>Memberikan layanan kepada semua lapisan masyarakat secara aktif agar segala bentuk pelayanan publik  secara optimal. Ketidakdisiplinan aparat desa terhadap kualitas pelayanan dapat mempengaruhi akuntabilitas pemerintah desa  dimata masyarakat</p>
<p><em>sayNo ; Katakan tidak</em></p>
<p>Dalam mewujudkan  CLEAN GOVERNMENT  harus  berani  <em>“ katakan tidak “</em> terhadap segala bentuk korupsi, kolusi dan nepotisme yang dapat menyengsarakan dan merugikan masyarakat serta negara.</p>
<p><em>Go ; Pergi</em></p>
<p>Pemberian pelayanan terhadap masyarakat KECIL bukan hanya sebatas ruang lingkup kantor desa saja melainkan proaktif dan penuh inisiatif bekerja guna meningkatkan mutu layanan</p>
<p>Empaty ; Peduli<br />
Birokrasi pedesaan bukan saja sebagai mesin administratif birokrasi berjenjang yang bermula dari pusat, Melainkan birokrasi yang mampu bersentuhan dan berdekatan langsung dengan masyarakat yang dijadikan objek layanan. Inisiatif layanan &#8220;pendekatan&#8221; ini berbentuk peduli yaitu tanggap dan berreaksi langsung terhadap pesrsoalan-persoalan yang muncul.</p>
<p>3. Mampu merencanakan pembangunan secara terukur</p>
<p><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/04/2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-789" title="2" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/04/2.jpg?w=510" alt=""   /></a></p>
<p>Perencanaan pembangunan Nasional, yang secara teknis pelaksanaanya Sejauh ini masih diatur dalam surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dengan Menteri dalam Negeri yang setiap tahun menerbitkan petunjuk Teknis dan tata cara penyelenggaraan Musrenbang. Surat edaran ini Diterbitkan sambil menunggu ditetapkannya peraturan pemerintah yang mengatur tatacara Musrenbang. Hanya saja proses perencanaan sampai penetapan APBD pemerintah desa umumnya mengabaikan proses ini karena dianggap pada tingkat pengambil kebijakan design-design desa yang direncanakan tidak di agendakerjakan.</p>
<p>Namun bila komitmen pemerintah desa “ngotot” maka pemerintah desa dapat melakukan  “pengawalan”  Musrenbangdes yang bukan saja memuat pembangunan infrastruktur tetapi cerminan keinginan masyarakat pedesaan dalam partisipasi pembangunan. Selanjutnya bersama pemerintah desa dan masyarakat desa secara cermat dan seksama mengikuti  proses perencanaan dan penetapan APBD berlangsung dalam tahapan berikut ini:</p>
<p>Tahap pertama: penjaringan aspirasi masyarakat melalui musywarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dari tingkat kelurahan/desa hingga kabupaten/kota. Dari proses ini, anggaran diharapkan mencerminkan aspirasi masyarakat, bukan cerminan kepentingan kelampok tertentu atau kepentingan elite politik yang berkuasa.</p>
<p>Tahap kedua: penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) yang dilakukan oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah daerah).</p>
<p>Tahap ketiga: penyusunan KUA (Kebijakan Umum Anggaran),dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan belanja dan pembiayaan serta asumsi yang mendasari untuk periode satu tahun. Ini merupakan farum bersama antara pemda dan DPRD untuk menyusuk kebijakan umum APBD yang akan disusun</p>
<p>Tahap keempat: penyusunan PPAS (prioritas dan Plafon Anggaran Sementara) yang merupakan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang di berikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD. Forum ini merupakan forum bersama antara pemda dan DPRD untuk menentukan skala prioritas yang akan didanai.</p>
<p>Tahap kelima: penyusunan RKA-SKPD (Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah). Ini adalah forum bersama antara perangkat daerah/dinas dengan mitra kerja DPRD yakni komisi-komisi di DPRD.</p>
<p>Tahap keenam: RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), yang merupakan proses kompilasi RKA-SKPD dari seluruh SKPD/dinas/kantor/badan oleh pemda.</p>
<p>Tahap ketujuh: APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).pembahasan dan penetapan APBD merupakan proses pembahasan RAPBD antara pihak pemda dan DPRD, dengan hasil akhir adalah draf akhir yang kemudian disahkan menjadi peraturan daerah(Perda).</p>
<p>Selain keterlibatan secara tidak langsung dalam penetapan APDB pemerintah desa juga mampu menerbitkan beberapa Perdes ( Peraturan desa ) yang memuat kebijakan pembangunan. Pada akhirnya agenda-agenda dan perencanaan desa dapat terukur yang didukung dengan kemampuan pelaku SDM. <strong> </strong></p>
<p><strong>D. </strong><strong>Faktor-Faktor Pendukung Pembangunan Pedesaan</strong></p>
<ol>
<li>Social Capital</li>
</ol>
<p>Pertanyaan pertama pembangunan di pedesaan adalah, pembangunan itu untuk siapa? Apakah keberlangsungan pembangunan tersebut membawa implikasi terhadap kesejahteraan masyarakat desa ? Jika implikasi pembangunan tersebut tidak menga-akses secara horizontal ( masyarakat ) maka bisa dipastikan bahwa devisa-devisa yang diterima oleh negara tidak melalui peran partisipasi masyarakat secara signifikan. Industri usaha atau mesin penghasil devisa lebih mendominasi, dengan begitu  telah menggantikan peran partisipasi masyarakat.</p>
<p>Social capital adalah syarat mutlak dalam melakukan design-design pembangunan pedesaan. Beberapa pertimbangan tradisi yang mempengaruhi kultur pedesaan dalam merencanakan pembangunan pedesaan dapat dikompromikan ( fleksible ) sepanjang bahwa pembangunan tersebut di rancang untuk kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Produktivitas social capital dalam pembangunan pedesaan haruslah memiliki syarat-syarat sebagai berikut ;</p>
<p>1.1.        Lembaga pendidikan formal dan non formal sebagai penyedia sumber daya manusia yang kapabel.</p>
<p>1.2.        Attitude sebagai harmonisasi antara relasi sosial dan hubungan lembaga-lembaga usaha.</p>
<p>1.3.        Melakukan rekontruksi ulang terhadap tradisi-tradasi agama atau budaya yang dinilai kontra produktif atas keberlangsungan pembangunan.</p>
<p>1.4.        Memilki partisipasi dan ketersediaan saluran orientasi politik yang jelas.</p>
<p>2.Debirokratisasi capital</p>
<p>Debirokratisasi capital adalah upaya pemerintah untuk melakukan proses penyederhanaan terhadap pengaruh-pengaruh yang menimbulkan kapitalisasi di masyarakat.</p>
<p>Debirokratisasi capital sebagai berikut ;</p>
<p>2.1.        Percepatan seritifikasi atas kepemilikan tanah yang masih berstatus girik atau oper alih ( bukan milik negara ) yang ditimbulkan dari jual beli menjadi hak milik. Karena kepemilikan yang telah memiliki status hak milik memiliki nilai perolehan harta yang dapat di jadikan collateral.</p>
<p>2.2.        Pungutan yang diperuntukkan untuk Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) yang berdampak atas terjadinya high cost sehingga masyarakat yang terlibat dalam dunia usaha sulit bersaing dengan kompetitor harus di hapus / ditiadakan.</p>
<p>2.3.        Lembaga birokrasi yang berhubungan langsung dengan dunia usaha harus berperan sebai fasilitator yang memudahkan dan menyediakan akses terhadap kebutuhan pelaku dunia usaha ketimbang keberadaannya justru bersifat paradoksal.</p>
<p>3. Lembaga Keuangan</p>
<p>Eksistensi lembaga perbankan sesengguhnya merupakan pillar dalam menggerakkan roda per-ekonomian. Pembiayaan melalui perbankan dapat menggerakkan potensi-potensi pedesaan dengan tingkat suku bunga yang dikendalikan oleh otoritas moneter dapat dipastikan bahwa mesin penghasil devisa yang telah di design untuk masyarakat lebih mempercepat proses pembangunan berkesejahteraan.</p>
<p>Epilog</p>
<p>Orientasi birokrasi pemerintah desa harus memiliki kemampuan “ melayani “ untuk pemenuhan masyarakat desa ketimbang sebagai pelayanan yang bersifat administratif. Sehingga dalam merancang atau merencanakan pembangunan desa lebih mengedepankan partisipasi masyarakat desa ketimbang keinginan-keinginan pasar yang tidak pernah memiliki terhadap relasi-relasi sosial pedesaan.</p>
<p>Debirokratisasi capital harus dilakukan atas kesungguh-sungguhan pemerintah dalam menjalankan kepemerintahan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Selanjutnya pembangunan di pedesaan tanpa dukungan lembaga perbankan adalah sebuah keniscayaan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drupadi2008.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drupadi2008.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drupadi2008.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drupadi2008.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drupadi2008.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drupadi2008.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drupadi2008.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drupadi2008.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drupadi2008.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drupadi2008.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drupadi2008.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drupadi2008.wordpress.com/786/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drupadi2008.wordpress.com/786/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drupadi2008.wordpress.com/786/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=786&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/04/01/upaya-percepatan-pertumbuhan-pembangunan-pedesaan-melalui-peran-birokrasi-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f097ecead5c9f210e0aaf196cbee54ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agustian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/04/sta50068.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">STA50068</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/04/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/04/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>COMMUNITY BASED LEARNING, SEBUAH UPAYA MEMBANGUN MASYARAKAT PEDESAAN</title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/03/31/community-based-learning-sebuah-upaya-membangun-masyarakat-pedesaan/</link>
		<comments>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/03/31/community-based-learning-sebuah-upaya-membangun-masyarakat-pedesaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 17:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agustian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[community based learning]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan pedesaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drupadi2008.wordpress.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[Menjadikan masyarakat yang maju dan peduli terhadap pembangunan desa adalah bukan suatu tugas yang mudah (easy duty). Akan tetapi seberat apapun hal itu jika kita dapat memberikan  inspirasi kepada masyarakat dan mereka mengejewantahkannya dalam kehidupan sehari-hari, itu adalah sebuah tugas mulia dan patut diacungkan jempol. Memberikan contoh (exemplary attitude), membagi pengetahuan (sharing knowledge) dan mengajak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=781&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/03/image0191.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-783" title="Image019" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/03/image0191.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Menjadikan masyarakat yang maju dan peduli terhadap pembangunan desa adalah bukan suatu tugas yang mudah <em>(easy duty).</em> Akan tetapi seberat apapun hal itu jika kita dapat memberikan  inspirasi kepada masyarakat dan mereka mengejewantahkannya dalam kehidupan sehari-hari, itu adalah sebuah tugas mulia dan patut diacungkan jempol.</p>
<p>Memberikan contoh <em>(exemplary attitude)</em>, membagi pengetahuan <em>(sharing knowledge)</em> dan mengajak untuk berbuat terbaik <em>(doing the best)</em> adalah beberapa rangkaian kegiatan yang menjadikan sebuah masyarakat terbangunkan dan menyadari bahwa dirinya mempunyai peran dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu menstimulasi berbagai fenomena di dalam masyarakat melalui proses pelibatan masyarakat dalam pembelajaran adalah sebuah karya nyata yang ditunggu-tunggu.</p>
<p>Community based learning <em>(pembelajaran berbasis pada masyarakat)</em>,  adalah sebuah pendekatan yang dapat digunakan dalam rangka melibatkan seluruh komponen masyarakat desa mulai dari lapisan <em>elite</em> sampai pada <em>grass root</em> dalam mempelajari kebutuhan-kebutuhan lokal, sehingga dengan pendekatan ini masyarakat diajak ikut serta <em>(take part)</em> dalam memunculkan kepeduliannya terhadap pembangunan di wilayahnya sendiri.</p>
<p>Community based learning juga merupakan upaya mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam menerjemah serta mengurai berbagai  kondisi yang ada dalam lingkungannya. Dengan kata lain setelah mengalami pembelajaran masyarakat harus memiliki good will untuk menadirkan ketertinggalan menjadi sebuah kemajuan masyarakat di berbagai lini kehidupan.</p>
<p>Dapat kita lihat di masyarakat,  ada beberapa benefit yang dapat  diperoleh komuniti melalui pendekatan ini, di antaranya adalah <em>(1) menimbulkan kepedulian terhadap perkembangan pembangunan wilayah, (2) memacu kompetisi yang sehat dan hasrat membangun di antara masyarakat sekitarnya, (3) menggali potensi keunggulan lokal yang selama ini kurang diperhatikan, (4) memberikan efek positif sampai pada tingkat grass root untuk dapat membantu mewujudkan masyarakat mandiri dan bangga terhadap kemajuan desanya.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Untuk merealisasikan hal tersebut di atas eksistensi sebuah <em>institusi pendidikan masyarakat</em> amatlah diperlukan. Menjadi jembatan <em>(bridge)</em> untuk menjadikan masyarakat yang peduli dengan pembangunan adalah sebuah peran yang sangat mulia dan tentunya menjadi suatu yang bernilai bagi masyarakat. Salah satu institusi pendidikan masyarakat yang berperan dalam membangun masyarakat pedesaan organisasi bercirikan civil social organization <em></em></p>
<p><strong>Civil Social Organization<br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>CSO </strong>telah memposisikan dirinya sebagai sebuah lembaga yang konsern terhadap perkembangan pembangunan desa, terutama dalam mengupayakan peningkatan manajemen kinerja aparatur desa yang selama ini masih menunjukkan kualitas pelayanan yang rendah atau apa adanya <em>(as is)</em> terhadap masyarakat. Berbagi pengetahuan, memberikan contoh dan membantu penyelesaian terhadap beberapa masalah yang timbul dalam pelayanan public <em>(public service)</em> adalah beberapa aktifitas yang dilakukan organisasi CSO</p>
<p>Membangun desa. Dengan pendekatan di atas tidak menutup kemungkinan akan ada attitude turunan lainnya yang muncul di antaranya adalah kepedulian <em>(care)</em>, bertanggung jawab <em>(responsible),</em>dan kebersamaan <em>(togetherness). </em>Dengan demikian<em> </em>dapat diharapkan pelibatan komunitas dalam pembelajaran<em> </em>akan memacu masyarakat untuk maju lebih cepat dan mengalami perubahan signifikan.</p>
<p><strong>PROSES PEMBELAJARAN</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kaitan dengan pelibatan masyarakat dalam pembelajaran di atas, Hamzah Uno berpendapat <em>pembelajaran</em> adalah sebuah aktifitas belajar yang di dalamnya terjadi proses interaksi di antara peserta didik dan pengajar. Proses ini berlangsung selama proses belajar mengajar ini dilakukan. Artinya ada proses mengalami <em>(learning experience)</em> terhadap objek pengetahuan yang ditransfer dan diaktualisasi dalam kehidupan nyata.</p>
<p>Bloom menambahkan ada tiga hal yang akan muncul ketika seorang mengalami proses belajar, yakni (1) kognitif domain (product knowledge), berbagai wawasan dan pengetahuan  yang dimiliki setelah seeorang mengalami proses belajar, (2) Afektif domain( attitude), berbagai perilaku baik yang diharapkan menjadi ukuran keberhasilan pendidikan yang telah dilakukan, (3) Psikomotorik domain (life skill), berbagai ketrampilan yang akan diperoleh seseorang setelah mengikuti proses pembelajaran dan pelatihan.</p>
<p>Keberhasilan proses pembelajaran yang dieksekusi oleh seorang pengajar tentunya tidak terlepas dari keberhasilan memenej sebuah kelas <em>(classroom management)</em> yang aktif dan responsive. Artinya sebuah kelas yang efektif hendaknya dapat dijalankan dengan menggunakan berbagai pendekatan dalam pengelolaan kelas <em>(classroom management).</em> <strong><em>Pertama,</em></strong> <em>behavior modification</em> adalah sebuah pendekatan yang selalu diiringi dengan pembentukan perilaku peserta didik ke arah yang lebih positif dalam proses pembelajaran.</p>
<p>Peserta didik dapat mereduksi berbagai polah yang merugikan diri dan orang lain ke arah yang lebih baik, sehingga diharapkan perilaku yang muncul dapat menjadi contoh di lingkungannya.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, <em>social emotional climate</em> adalah sebuah suasana emosi yang diupayakan tercipta dalam membangun atmosper belajar yang kondusif. Artinya setiap pelaku SDM merasakan adanya kedekatan dan saling mengerti di dalam lingkungannya. Saling menghargai, membantu, meringankan, memperhatikan orang lain adalah deretan sikap yang akan muncul ketika pendekatan ini selalu dicoba untuk dikedepankan oleh pengajar di hadapan pelaku SDM. Dengan kata lain hampir dapat disimpulkan bahwa sulitlah kiranya menemui dampak negatif yang dapat dimunculkan dari upaya pendekatan social emotional climate ini.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, Group Process adalah sebuah pendekatan yang mengandalkan kerjasama tim sebagai sebuah realisasi manusia makhluk sosial. Dalam proses pembelajaran pelaku SDM diajak untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran secara bersama-sama. Juga dibudayakan sikap cohesiveness (kelekatan/persatuan) kelompok dan bertanggung jawab secara bersama-sama dalam mengaktualisasikan pengalaman belajar di masyarakat.</p>
<p><strong>SIMPULAN </strong></p>
<p>Mewujudkan “<em>Community Based Learning”</em> sebagai sebuah pendekatan bagi organisasi yang bercirikan civil social organization  dalam membangun masyarakat pedesaan adalah sebuah keniscayaan. Dengan pendekatan ini dapat diharapkan munculnya reaksi positif masyarakat untuk peduli dan bertanggung jawab secara bersama-sama dalam mengaktualisasikan konstruk perencanaan pembangunan pedesaan.</p>
<p>Selain itu pendekatan ini akan lebih optimal bila dilaksanakan melalui proses pembelajaran yang mengaplikasikan prinsip-prinsip classroom management, yakni behavior modification, social emotional climate dan group process yang merupakan laskar-laskar penunjang keberhasilan pembelajaran masyarakat.</p>
<p>Dengan kata lain praktek pembelajaran masyarakat yang dilakukan dengan mengoptimalkan peran pelaku SDM, pada akhirnya akan dapat membantu menggali potensi pedesaan dalam meniadakan ketertinggalan dan mengaktualisasikan kemajuan masyarakat desa ke depan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drupadi2008.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drupadi2008.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drupadi2008.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drupadi2008.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drupadi2008.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drupadi2008.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drupadi2008.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drupadi2008.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drupadi2008.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drupadi2008.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drupadi2008.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drupadi2008.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drupadi2008.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drupadi2008.wordpress.com/781/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=781&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drupadi2008.wordpress.com/2010/03/31/community-based-learning-sebuah-upaya-membangun-masyarakat-pedesaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f097ecead5c9f210e0aaf196cbee54ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agustian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2010/03/image0191.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Image019</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Kebelet Nonton Sang Pemimpi</title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/12/01/di-balik-kebelet-nonton-sang-pemimpi/</link>
		<comments>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/12/01/di-balik-kebelet-nonton-sang-pemimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 17:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agustian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kota Manggar]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan Manggar Pulau Belitung]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Belitung]]></category>
		<category><![CDATA[sang pemimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drupadi2008.wordpress.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi Film karya Riri Riza “Sang Pemimpi” yang diangkat dari Novel Andrea Hirata bakal  diputar serentak di bioskop-bisokop tanggal 17 Desember 2009, Film yang pasti banyak mengisahkan perlawanan hidup dari ketidakmampuan yang mengisahkan rantai kemiskinan menjadi daya dorong untuk perubahan hidup yang lebih sejahtera. Dua tokoh Ical dan Arai pasti akan menyuguhkan sebuah pesan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=776&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/12/sangpemimpi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-777" title="sangpemimpi" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/12/sangpemimpi.jpg?w=510" alt=""   /></a>Satu lagi Film karya Riri Riza “Sang Pemimpi” yang diangkat dari Novel Andrea Hirata bakal  diputar serentak di bioskop-bisokop tanggal 17 Desember 2009, Film yang pasti banyak mengisahkan perlawanan hidup dari ketidakmampuan yang mengisahkan rantai kemiskinan menjadi daya dorong untuk perubahan hidup yang lebih sejahtera. Dua tokoh Ical dan Arai pasti akan menyuguhkan sebuah pesan kepada kita (penonton) bahwa harapan dan keinginan bisa terwujud bukan dari faktor keberuntungan an sich tapi dari keyakinan, kebersamaan, semangat dan kerja keras.</p>
<p>Seperti film pendahulunya “ Laskar Pelangi “yang  kental dengan suasana melayu di Pulau Belitung, film Sang Pemimpi tidak jauh berbeda aroma kemelayuan apalagi lokasi syuting lebih banyak menyajikan potret kehidupan Kota Manggar. Mulai dari sekolah, bioskop sampai pelabuhan ikan yang berlimpah dengan tangkapan hasil laut untuk komoditas ekspor.  Nama kota Manggar inilah yang banyak mengingatkan saya akan pentingnya hidup berbagi, komitmen dan membangun harapan-harapan. Di kota Manggar ini pula,  empat belas  tahun yang lalu mengajarkan saya untuk pertama kalinya bersentuhan dengan comunity development, hipotesa langsung civil society, penelitian sosial, akrab dengan akar rumput, bergerak ke bawah tanpa istana, tanpa kursi dan tanpa sumpah jabatan. Dari tempat  inilah semua bermula, menikmati hidup tanpa embel-embel, berjalan dan bertingkah tanpa ada maunya. Yang pada akhirnya menetapkan keteguhan (konklusi ideologis) bahwa perubahan itu harus diawali   dan dimulai melalui gerakan kebudayaan, bukan perubahan-perubahan atas akibat dari  pengaruh struktural.</p>
<p>Lepas dari kerumunan Mas Bintang ( Sri Bintang Pamungkas ) seorang deklarator Forum Demokrasi Islam Indonesia yang lebih memilih gerakan politik untuk menguasai piramida yg paling kerucut agar kekuasaan dapat mudah di genggam dengan begitu rasionalisasi kaum miskin lebih mudah di genre kan menjadi kaum sejahtera lahir batin. Kebetulan saat itu saya menjabat sebagai sekretaris POKJA terkaget-kaget arah paradigma gerakan yang bermuara pada kekuasaan. Keyakinan dan keteguhan Mas Bintang dalam mengatasi carut marut bangsa ini adalah amal kebaikan dengan teori-teori politik kekuasaan yang diyakininya. Walau akhirnya saya berpisah dengan jalan yang membawa keyakinan masing-masing. Saya lebih memilih ke grass root sebagai ladang amal sholeh, Mas Bintang memilih jalur politik kekuasaan sebagai ijtihad yang diyakininya.</p>
<p>Keyakinan itu membawa saya untuk mengeksplorasi keingintahuan dunia akar rumput. Sekitar medio September 1995 dengan menaiki pesawat baling-baling Fokker 27 Flight No. MZ 104 ( saya ingat no flightnya karena satu-satunya yang berangkat pada pagi hari dari Soekarno-Hatta, dan MZ 104 telah jatuh yang menewaskan seluruh penumpang di kawasan hutan dekat bandara ) membawa saya ke bandara Buluh Tumbang Tanjung Pandan. Dari bandara menuju Manggar, sepanjang jalan  saya banyak menyaksikan sisa-sisa ekplorasi penambangan timah. Sumber kekayaan yang banyak dinikmati kaum pemilik modal ketimbang lebih banyak mengangkat harkat martabat penduduk belitung itu sendiri. Kini timah telah habis di hisap oleh komprador kapitalis. Yang masih nampak terlihat rerimbunan pepohonan hijau sesekali saya masih menyaksikan monyet melintas sambil bercanda ria seolah menikmati takdir yang Tuhan telah berikan.</p>
<p>Dengan jarak tempuh kurang lebih dua jam akhirnya saya tiba di Kota Manggar, satu-satunya penginapan sekaligus travel yang menjemput saya dibandara adalah hotel Nusa Indah. Setelah rehat di hotel kelas melati itu, saya mulai melangkah menemui akar rumput ditemani oleh sahabat baru saya yang bernama Yusril penduduk asli kota Manggar. Akar rumput yang menjadi objek kegelisahan saya adalah komunitas nelayan. Saya mengunjungi rumah-rumah nelayan yang berukuran 3 X 4 meter terbuat dari bilik bambu. Mendengar kisah keluh kesahnya, mendengar harapan-harapan hidupnya, menyaksikan semangat perlawanan ekonomi profan (duniawi) yang tidak berpihak kepadanya.</p>
<p>Malam harinya para nelayan Manggar berkumpul di rumah Yusril, saya memberikan pencerahan dan motivasi yang membangun harapan-harapan. Membangun kelompok nelayan yang berangkat dari gerakan penyadaran bahwa kesejahteraan itu bukan milik orang beruang saja. Malam itu, dengan pengetahuan yang baru seumur jagung, seolah-olah saya sudah seperti sinterklas saja.</p>
<p>Karena masih jamannya orde baru kegiatan pertemuan di rumah Yusril di endus oleh intelejen, seperti biasa berwatak refresif yang mengatasnamakan stabilitas keamanan. Berita pertemuan nelayan juga sampai ditelinga para pemilik modal. Mereka (pemilik modal) telah menjadikan nelayan sama halnya dengan alat-alat produksi tangkapan ikan seperti kapal dompeng, kail pancing, dan ransum. Nelayan diberikan kemudahan fasilitas peralatan tangkapan ikan di laut, namun hasil yang mereka tangkap harus diberikan (dijual) kepada para pemilik modal dengan harga yang tidak berdasarkan mekanisme pasar, harga berdasarkan kemauan pemilik modal. Saya menyaksikan perihnya pelelangan ikan yang tidak tercium bau amisnya ikan.</p>
<p>Di kota Manggar saya banyak merenung dan belajar. Memulai hidup dengan membumikan suara-suara kaum proletar. Walau pada akhirnya saya harus kalah untuk membobol kekuatan para pemilik modal yang memang sangat establish. Saya yang masih lemah, saya yang belum kuat, saya yang baru pertama kali menemui akar rumput akhirnya pulang dengan catatan-catatan panjang yang memuat pahit getir nelayan di Manggar Pulau Belitung. Saya tinggalkan Manggar dengan kekalahan secara profan, pernah suatu hari Yusril berujar “ jika telah meminum air di Manggar, kelak suatu hari akan berkunjung kembali ke Manggar”.</p>
<p>Empat belas tahun lamanya, saya rindu dengan nelayan Manggar. Kebiasaan pada malam hari minum kopi di kedai yang dipenuhi oleh penduduk Manggar dengan bersepeda yang jumlahnya mencapai ratusan. Kini Manggar hanyalah kenangan, Setidak-tidaknya film Sang Pemimpi sebagai jembatan silaturahmi ruhaniyah dengan Nelayan Manggar  dapat ber-resonansi dengan pertalian alam semesta.</p>
<p>17 Desember nanti berapa hari lagi ya ?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drupadi2008.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drupadi2008.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drupadi2008.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drupadi2008.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drupadi2008.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drupadi2008.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drupadi2008.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drupadi2008.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drupadi2008.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drupadi2008.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drupadi2008.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drupadi2008.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drupadi2008.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drupadi2008.wordpress.com/776/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=776&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/12/01/di-balik-kebelet-nonton-sang-pemimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f097ecead5c9f210e0aaf196cbee54ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agustian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/12/sangpemimpi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sangpemimpi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Dari Anak Sekolah Kaum Dhuafa ;  Untuk Indonesiaku Bebas Korupsi</title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/11/08/surat-dari-anak-sekolah-kaum-dhuafa-untuk-indonesiaku-bebas-korupsi/</link>
		<comments>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/11/08/surat-dari-anak-sekolah-kaum-dhuafa-untuk-indonesiaku-bebas-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 12:07:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agustian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berantas korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia bebas korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[SD Alam Anak Sholeh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drupadi2008.wordpress.com/?p=770</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ahli pendidikan, Vigotsky pernah mengatakan “proses pembelajaran  anak berlangsung dalam zona perkembangan proksimal”. Ini artinya potensi anak akan berkembang melalui proses aktifitas yang beragam dan terkoordinasi Mengembangkan potensi anak melalui proses pembelajaran   di antaranya dapat dilakukan dalam bentuk aktifitas sosial. Pelibatan anak dalam aksi sosial dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada anak memahami harga kejujuran, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=770&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright size-medium wp-image-771" title="P6244695" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/11/p6244695.jpg?w=300&#038;h=225" alt="P6244695" width="300" height="225" />Seorang ahli pendidikan, Vigotsky pernah mengatakan “proses pembelajaran  anak berlangsung dalam zona perkembangan proksimal”. Ini artinya potensi anak akan berkembang melalui proses aktifitas yang beragam dan terkoordinasi</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mengembangkan potensi anak melalui proses pembelajaran   di antaranya dapat dilakukan dalam bentuk aktifitas sosial. Pelibatan anak dalam aksi sosial dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada anak memahami harga kejujuran, keadilan dan kebenaran. Ketiga domain ini hendaklah menjadi bagian integral pada diri anak, sehingga harapan ke depan generasi kita lebih cinta kejujuran, kebenaran dan keadilan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Carut-marut soal penegakan hukum akhir-akhir ini amat memprihatinkan. Rakyat tengah disodorkan perilaku para pejabat penegak hukum dalam atmosfir fatsun yang buruk. Hal ini dapat mempengaruhi para generasi penerus bangsa yang kehilangan panutan dan kepercayaan pada akhirnya secara tidak sengaja terjadi penularan ‘pembelajaran’ sehingga menjadi ‘pengetahuan’ untuk melakukan kegiatan yang menyimpang norma dan etika.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ledakan kemarahan itu bermula ketika kasus korupsi yang di lakukan Anggoro menjadi lakon dagelan seolah-olah uang menjadi permakluman tindakan korupsi dapat dinegosiasikan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Prihatin atas kejadian yang tengah melanda, Drupadi Foundation bermaksud menyampaikan pesan moral kepada pemerintah melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang baru saja terpilih oleh rakyat, juga kepada lembaga penegak hukum yaitu POLRI, Kejaksaan RI dan KPK. Pesan yang ditulis oleh anak-anak binaan Drupadi Foundation melalui SD Alam Anak Soleh ini memberikan dukungan dan harapan agar bangsa Indonesia di masa mendatang bebas dari korupsi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Adalah pantas pesan melalui surat yang ditulis oleh anak-anak sekolah dari kaum dhuafa. Pertama bahwa kemiskinan yang sampai saat ini mereka alami akibat budaya korupsi yang menjangkiti hampir di semua birokrasi. Kedua negara gagal mensejahterakan akibat struktur ekonomi yang tidak banyak berpihak kepada rakyat sehingga terjadi marjinalisasi dan akhirnya ketidakmampuan itu adalah bentuk yang harus diterima.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Harapan kami semua tentunya surat yang diberi judul “ Surat Dari Anak Sekolah Kaum Dhuafa, Untuk Indonesiaku Bebas Korupsi “ yang ditulis pada tanggal 8 Nopember 2009 menjadi cahaya baru dari kepudaran atas hilangnya sebuah kepercayaan menjadi harapan dan menumbuhkan kepercayaan baru kepada pemerintah dan lembaga penegak hukum.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Selamat bekerja Presiden</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat bekerja POLRI</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat bekerja Jaksa Agung</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat bekerja KPK</p>
<p style="text-align:justify;">Ayo berantas Korupsi !!!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kami yang selalu melihat dan mendengar !</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Agustian ( Ketua Drupadi Foundation )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drupadi2008.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drupadi2008.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drupadi2008.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drupadi2008.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drupadi2008.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drupadi2008.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drupadi2008.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drupadi2008.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drupadi2008.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drupadi2008.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drupadi2008.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drupadi2008.wordpress.com/770/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drupadi2008.wordpress.com/770/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drupadi2008.wordpress.com/770/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=770&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/11/08/surat-dari-anak-sekolah-kaum-dhuafa-untuk-indonesiaku-bebas-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f097ecead5c9f210e0aaf196cbee54ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agustian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/11/p6244695.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">P6244695</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan Panjang Sanggar Buyung Upik Di Toboh Marunggai</title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/10/28/jalan-panjang-sanggar-buyung-upik-di-toboh-marunggai/</link>
		<comments>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/10/28/jalan-panjang-sanggar-buyung-upik-di-toboh-marunggai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 18:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agustian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Bumi di Padang Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[Toboh Marunggai]]></category>
		<category><![CDATA[Traumatic healing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drupadi2008.wordpress.com/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 8 Oktober 2009 pukul 04.00 Relawan Drupadi yang berjumlah 7 orang menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan masih terkantuk-kantuk karena pukul 01.00 baru kelar pembekalan materi traumatic healing. Mengingat pukul 06.00 ada meeting koordinasi dengan relawan Rumah Hati dan Lazuardi di terminal 2F maklum saja selama ini koordinasi lebih banyak lewat hp sehingga relawan harus melawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=767&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-765" title="P5274268" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/10/p5274268.jpg?w=300&#038;h=225" alt="P5274268" width="300" height="225" />Kamis, 8 Oktober 2009 pukul 04.00<br />
Relawan Drupadi yang berjumlah 7 orang menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan masih terkantuk-kantuk karena pukul 01.00 baru kelar pembekalan materi traumatic healing. Mengingat pukul 06.00 ada meeting koordinasi dengan relawan Rumah Hati dan Lazuardi di terminal 2F maklum saja selama ini koordinasi lebih banyak lewat hp sehingga relawan harus melawan rasa kantuk dan tetap menjaga stamina agar misi kemanusiaan di area bencana berjalan sesuai dengan rencana.</p>
<p>Sekitar pukul10.00 para relawan yang berjumlah 21 orang sudah menginjakkan kakinya di bandara Minangkabau, uniknya para relawan yang terhimpun di Mustang 88 FM Peduli sangat beragam, ada yang baru pertama kali terjun dan ada juga yang sudah sudah terbiasa di daerah-daerah bencana misalnya pernah ikut dalam misi kemanusiaan gempa di Yogyakarta. Spesialisasinya pun macam-macam ada dokter, paramedis, conselor, penyiar ( Thanks y Grace dari KISS FM ) driver, dan yang ringan tangan untuk urusan logistik dan keperluan relawan. Walau tim baru bertemu satu sama lain relawan sudah saling melengkapi.</p>
<p>Hari pertama dan kedua tim masih mencari titik yang &#8220;sesuai&#8221; untuk dijadikan sasaran rehabilitasi mental pasca gempa. Mulai dari ulakan pauh kambar sampai sikucur koto V kampung dalam, akhirnya dihari ketiga diputuskan untuk melakukan pemusatan rehabilitasi di korong toboh marunggai nagari sikucur kecamatan koto V kampung dalam kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>Menurut data korban dan kerusakan di koto V Kampung Dalam sebagai berikut :</p>
<p>1. Jumlah Korban<br />
Korban Meninggal				: 30 orang<br />
Luka Berat					: 42 orang<br />
Luka Ringan					: 15 orang</p>
<p>2. Jumlah Kerusakan<br />
Fasilitas Umum (Jln, Jembatan, Pasar<br />
Irigasi )<br />
Rusak Berat				: 15<br />
Rusak Sedang				: 10<br />
Rusak Ringan				: 0</p>
<p>3. Rumah Ibadah<br />
Rusak Berat				: 123<br />
Rusak Sedang				: 41<br />
Rusak Ringan				: 3</p>
<p>4. Kantor<br />
Rusak Berat				: 14<br />
Rusak Sedang				: 5<br />
Rusak Ringan				: 0</p>
<p>5. Sekolah<br />
Rusak Berat				: 30<br />
Rusak Sedang				: 9<br />
Rusak Ringan				: 0</p>
<p>6. Rumah Penduduk<br />
Rusak Berat				: 5,111<br />
Rusak Sedang				: 881<br />
Rusak Ringan				: 269</p>
<p>7. Data Kependudukan<br />
Jumlah Kepala Keluarga (KK)		: 6,479<br />
Jumlah Penduduk				: 26,670</p>
<p>Menuju toboh Marunggai ditempuh hampir 1.5 jam dari kota pariaman mengingat jalan yang menaiki bukit dan jalan yang rusak apalagi sisi tebing jalan yang rawan longsor mengingat struktur tanah yang labil akibat gempa, ditambah lagi mobilisasi akses jalan menuju toboh marunggai dan home base relawan di kota Pariaman, tim harus kerja secara ekstra dengan kehati-hatian yang tinggi. Belum lagi untuk urusan komunikasi (signal) hp antara ada dan tiada melengkapi rasa &#8220;suasana&#8221; medan yang berat. Namun demikian semangat tim relawan tak pernah pudar justru menjadi petualangan yang mengasyikan.</p>
<p>Pengertian Dan Lingkup Kegiatan Traumatic Healing</p>
<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-766" title="P6014505" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/10/p6014505.jpg?w=150&#038;h=112" alt="P6014505" width="150" height="112" />Traumatic adalah sesuatu yang berhubungan dengan pengalaman yang menggucangkan jiwa. Penyebab trauma itu sendiri bisa disebabkan meninggalnya orang yang kita cintai, kekerasan yang dialami, bencana alam yang datang dengan tiba-tiba dan tak pernah diduga dampaknya dan kecelakaan yang menimbulkan kerugian harta benda dan kematian.</p>
<p>Menurut Mary Allen Copeland ( Living Without Depresion ) ciri-ciri trauma adalah sebagai berikut ; diam, bicara sendiri, menangis, tampak gelisah, sedih dan takut oleh sebab itu diperlukan treatment berupa healing menurut John M. Echols proses penyembuhan dari suatu penyakit yang diderita akibat dari suatu peristiwa yang dialami.<br />
Relawan Mustang Peduli 88 FM yang terdiri dari jejaring Drupadi Foundation, Rumah Hati, Lazuardi Biru memusatkan perhatian traumatic healing di Korong Tobo Marunggai Nagari Sikucur Kabupaten Padang Pariaman dengan sasaran pada anak-anak.</p>
<p>Memulai aktifitas traumatic healing pada tanggal 10 Oktober dan berakhir pada 20 Oktober 2009. Posko relawan yang diberi nama Sanggar Buyung Upik mendapat respon yang sangat luar biasa dari penduduk mengingat program yang dijalankan membawa efek positif terhadap psikologis tumbuh kembang anak. Terlihat dari dimulainya program ini anak yang mengikuti berkisar 30 anak dan pada hari kedua dan seterusnya mencapai 150 anak</p>
<p>1 st treatment<br />
Selalu menciptakan suasana senang ( happy atmosphere ) dengan materi yang disajikan sbb ;<br />
Game<br />
Brain game<br />
Creativities<br />
Story telling</p>
<p>2 st treatment<br />
Sampaikan Nasihat ( Giving advice )<br />
Tausyiah<br />
Silaturrahiem<br />
Empathy<br />
Simpathy</p>
<p>Sabtu, 17 Oktober 2009<br />
Hari yang begitu akan diingat oleh relawan yang sudah bermukim lama selama 8 hari di toboh Marunggai harus berpamitan dengan anak-anak yang mulai terlibat hubungan emosional dengan para relawan. Hari itu juga telah di deklarasikan dan diperkenalkan eksistensi sanggar yang diberi nama Sanggar Buyung Upik. Mungkin dihari-hari yang kan datang jika anak-anak telah tumbuh dewasa meningat sanggar Buyung Upik sama dengan membangkitkan masa depan dari porak-poranda kampung penghasil kopra dan coklat.</p>
<p>Sanggar Buyung Upik adalah tempat bermain, berkumpul dan belajar dengan semboyan, saling sapa, sopan, silaturahiem, dan semangat. Berteman buku dan kesederhanaan kiranya sanggar Buyung Upik adalah teman yang indah dan sulit terlupakan.</p>
<p>Tim traumatic healing selanjutnya diteruskan oleh Bu Titik (Lazuardi Biru) namun mengingat curah hujan, dan gempa susulan (mengakibatkan bukit sepanjang 800 meter terlihat membelah dengan rongga hampir 3 meter) diputuskan Tim untuk turun dan mengakhiri misinya.</p>
<p>Selamat berjuang sahabat di toboh Marunggai<br />
Ada canda<br />
Ada tawa<br />
Ada rasa cinta<br />
Terus semangat</p>
<p>LET’S START &amp; DO IT</p>
<p>“REDIREDT OUR BROTHERS AND SISTERS INTO A BALANCE CONDITION”</p>
<p>(Bob D Mc. Donald, Ph D)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drupadi2008.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drupadi2008.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drupadi2008.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drupadi2008.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drupadi2008.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drupadi2008.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drupadi2008.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drupadi2008.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drupadi2008.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drupadi2008.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drupadi2008.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drupadi2008.wordpress.com/767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drupadi2008.wordpress.com/767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drupadi2008.wordpress.com/767/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=767&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/10/28/jalan-panjang-sanggar-buyung-upik-di-toboh-marunggai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f097ecead5c9f210e0aaf196cbee54ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agustian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/10/p5274268.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">P5274268</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/10/p6014505.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">P6014505</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari TPS 53 ; Suarakan Pesan Wakil Rakyat Tentang Banjir</title>
		<link>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/04/15/dari-tps-53-suarakan-pesan-wakil-rakyat-tentang-banjir/</link>
		<comments>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/04/15/dari-tps-53-suarakan-pesan-wakil-rakyat-tentang-banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 13:55:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agustian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[TPS 53 Unik]]></category>
		<category><![CDATA[TPS Banjir Tarumaja Bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drupadi2008.wordpress.com/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 9 April 2009 perhelatan Pemiliham Umum untuk memilih wakil rakyat digelar serentak diseluruh pelosok tanah air dengan biaya sebesar 21,8 trilyun rupiah yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Tentu jumlah biaya yang fantastik harus di-imbangi oleh terpilihnya wakil rakyat yang cerdas, berkualitas dan dekat dengan konstituennya. Adalah mementum yang sangat tepat bila TPS 53 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=755&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-756" title="life-jacket-vest-baju-pelampung-150x150" src="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/04/life-jacket-vest-baju-pelampung-150x150.jpg?w=510" alt="life-jacket-vest-baju-pelampung-150x150"   />Tanggal 9 April 2009 perhelatan Pemiliham Umum untuk memilih wakil rakyat digelar serentak diseluruh pelosok tanah air dengan biaya sebesar 21,8 trilyun rupiah yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Tentu jumlah biaya yang fantastik harus di-imbangi oleh terpilihnya wakil rakyat yang cerdas, berkualitas dan dekat dengan konstituennya.</p>
<p>Adalah mementum yang sangat tepat bila TPS 53 di design untuk menyampaikan sebuah pesan kepada wakil rakta terpilih dengan amanah yang dinamakan &#8221; TRIPERA 53 &#8221; Tiga Pesan Rakyat TPS 53 yang isinya agar dibuatkan UU / Perda yang mengatur tentang tatacara pendirian perumahan yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan, agar dibuatkan UU / Perda yang memberikan jaminan keselamatan dan perlindungan atas terjadinya bencana alam maupun bencana sosial dan dibuatnya master plant banjir di wilayah kabupaten Bekasi.</p>
<p>Pesan-pesan itu di representasikan dalam bentuk happening art di TPS dengan memakai baju pelampung yang dikenakan saat mencontreng, dapur umum dan pesan yang dituliskan pada empat kain putih untuk wakil rakyat baik DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD Provinsi. Ditambah alunan suara Mas Dewo yang sarat dengan lagu-lagu kritik sosial.</p>
<p>Drupadi Foundation mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mempublikasikan ( teman-teman wartawan media cetak dan elektreonik) sehingga dapat diketahui oleh publik terutama pengambil kebijakan. Semoga Banjir yang kerap kali datang setiap tahunnya dapat dilawan dengan rasa sadar bahwa keseimbangan alam semesta menjadi sahabat dan cerdas ketika kita &#8220;ngeh&#8221; dan menyegerakan mencari solusi yang tepat.</p>
<p> <strong><em>&#8221; Kliping Dari Sahabat Jurnalis&#8221;</em></strong></p>
<p>Kamis, 9 April 2009 | 22:01 WIB</p>
<p><strong>TPS Bernuansa Banjir di Tarumajaya</strong></p>
<p><a href="http://www.wartakota.co.id/read/news/2714"></a></p>
<p><strong>Bekasi, Warta Kota<br />
</strong><br />
Anang Ma&#8217;ruf (35) melepas baju pelampung yang baru dikenakannya. Seorang petugas berpakaian hansip (pertahanan sipil) membantunya melepaskan baju warna oranye itu. Sang petugas lalu meminta Anang memasukkan surat suara yang baru dicontrengnya ke kotak suara.</p>
<p>&#8220;Saya senang ada inisiatif seperti ini. Biar mereka yang terpilih ingat bahwa persoalan banjir di perumahan ini harus segera diselesaikan,&#8221; ujar Anang seusai menggunakan hak pilihnya,</p>
<p>Tak hanya Anang yang mengenakan baju pelampung. Setiap warga yang hendak memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 53 Perumahan Villa Mutiara Gading, Setia Asih, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/4) pagi itu tidak keberatan mengenakan baju pelampung saat pencontrengan.</p>
<p>Sebidang tanah lapang yang dijadikan lokasi TPS itu memang dihias warga layaknya tempat penampungan korban banjir. Di pintu masuk TPS teronggok perahu karet. Warga yang hendak memberikan suara diminta duduk antre di tempat yang disediakan. Begitu tiba gilirannya, warga yang dipanggil kemudian diberi baju pelampung. Warga melakukan pencontrengan surat suara sembari mengenakan baju pelampung itu.</p>
<p>Usai memberikan suaranya, warga yang keluar dari bilik suara tampak antusias menuliskan pesan-pesan sosial di lembaran kain berukuran 3 m x 1 m. Terbentang empat lembaran kain yang bisa menjadi media penulisan oleh warga.</p>
<p>Masing-masing lembaran kain itu ditujukan untuk para wakil rakyat, baik itu DPRD Kabupaten Bekasi, DPRD Provinsi Jawa Barat, DPR, maupun DPD. Isinya beragam, seperti: Udah Banjir Baru Mikir; Jangan Janji Doang yang Penting Bukti; Kami Warga VMG Sudah Jenuh Dengan Banjir; dan sebagainya.</p>
<p>Usai membubuhkan tulisan pesan, warga yang keluar dari area TPS mendapat segelas mi seduh dari dapur umum. Tinggal dikasih air panas dan disantap di lokasi atau dibawa pulang, terserah warga. Benar-benar mirip penampungan warga yang terserang musibah banjir.</p>
<p>&#8220;Semua ini hasil swadaya warga, bukan sumbangan simpatisan partai mana pun. Ini cara kami menyampaikan aspirasi setelah bertahun-tahun tak dihiraukan. Sejak tahun 2001 tempat ini jadi langganan banjir,&#8221; tutur Ujang Suherman, Ketua KPPS 53.</p>
<p><strong>Musik dan lagu</strong></p>
<p>Sepanjang pelaksanaan pemungutan suara itu, warga juga dihibur alunan lagu yang dibawakan band dadakan bentukan warga setempat. Mereka beranggotakan sekelompok warga dari Komunitas Gempar 15.</p>
<p>&#8220;Nama Gempar 15 itu karena kebetulan kami tinggal di RW 15, bukan dari simpatisan partai nomor 15,&#8221; tutur Ruslan, Ketua RW 15, tempat TPS itu berada. Penyajian lagu dimaksudkan menggugah kesadaran warga agar mendatangi TPS untuk memberikan suaranya. Begitulah, hingga <em>Warta Kota</em> meninggalkan lokasi, lagu-lagu dari Iwan Fals pun berulang-ulang dinyanyikan grup band dadakan itu. &#8220;Wakil Rakyat. Seharusnya Merakyat.&#8221; <strong>(Ichwan Chasani/Warta Kota)</strong></p>
<p><strong>Pemilih di Desa Setia Asih Pakai </strong><strong>Pakaian</strong><strong> Pelampung</strong></p>
<p>Kamis, 09 April 2009 , 13:43:00</p>
<p>BEKASI, (PRLM).- Warga RW 15, Desa Setia Asih Kec. Tarumajaya, Kab. Bekasi menyampaikan aspirasinya dengan cara yang unik di hari pemilihan umum legislatif. Setiap pemilih yang akan masuk pada bilik suara wajib dikenakan pelampung. Bukan tanpa alasan tiga Tempat Pemungutan suara, yaitu TPS 53, TPS 54, dan TPS 55 di RW 15 ini menyelenggerakan dengan cara unik.</p>
<p>&#8220;Sebagai bentuk aspirasi kita, dengan diadakannya pileg ini. Para calon legislatif yang jadi nantinya dapat membawa aspirasi warga Tarumajaya yang tiap tahun wilayah menjadi langganan banjir,&#8221; ucap Ketua RW 15, Desa Setia Asih Kec. Tarumajaya, Kab. Bekasi Ruslan Hemon saat ditemui saat berlangsungnya pemungutan suarat di TPS 53, Kamis (9/4).</p>
<p>Tidak hanya itu, kekompakan warga RW 15, Taruma Jaya ini juga ditunjukan dengan mencantumkan Tripera (Tiga pesan Rakyat) RW 15. Mereka meminta kepada siapapun caleg yang nantinya duduk sebagai wakil rakyat dapat membuat undang-undang (UU) atau peraturan daerah (perda) tentang tata cara pendirian perumahan yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan kesejahteraan, serta UU atau Perda tentang kewajiban melindungi rakyat dari bencana. (A-186/kur)***  <strong>(Sumber: Pikiran Rakyat)</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Pemilu &#8211; pemilihan legislatif</strong></p>
<p><strong>TPS Unik di Bekasi, Tiap Pemilih Wajib Berpelampung</strong></p>
<p><strong>Kamis, 9 April 2009 &#8211; 15:27 wib</strong></p>
<p><strong>Tedi Suteja &#8211; Global</strong></p>
<p>BEKASI &#8211; Ada hal menarik di TPS 53 yang berlokasi di Perumahan Villa Mutiara Gading RT04/RW15, Desa Setia Asih, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Pemilih di TPS itu diwajibkan mengenakan pelampung.</p>
<p>Pelampung ini harus dikenakan para calon pemilih saat mereka melakukan pencontrengan. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk kritik warga perumahan yang sudah terbiasa dengan banjir di lingkungan meraka saat musim penghujan datang.</p>
<p>&#8220;Selain menggunakan pelampung, warga juga menuliskan pesan-pesan singkat kepada para caleg yang sedang berlaga di spanduk yang telah disiapkan,&#8221; kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Suherman di lokasi, Kamis (9/4/2009).</p>
<p>Tema banjir ini, lanjutnya, sengaja dipilih untuk menggugah para calon wakil rakyat yang terpilih nanti untuk memperhatikan perumahan mereka yang menjadi langganan banjir.</p>
<p>Warga berharap, dalam pemilihan wakil rakyat ini aspirasi warga perumahan dapat lebih diperhatikan. Pasalnya, sejak tahun 2000 hingga sekarang, pemerintah Kabupaten Bekasi kurang aspiratif dalam menangani dan menanggulangi banjir di wilayah warga Bekasi.</p>
<p>Meski begitu, hal tersebut tidak lantas menyurutkan semangat calon pemilih untuk berpartisipasi dalam pesta demikarsi kali ini. Pasalnya, sebanyak 70 persen pemilih sudah menggunakan hak pilihnya.<br />
(lsi) <strong>(Sumber: okezone.com)</strong> </p>
<p><strong><strong>Sambil Nyontreng, Warga Gelar Aksi Keprihatinan</strong><br />
<strong>Eko Purnomo &#8211; Bekasi</strong>, Tempat Pemungutan Suara (TPS) 53 di RT 4 RW 15  Perumahan Villa Mutiara Gading Satu, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggunakan pembatas batang pohon pisang serta melakukan aksi tanda tangan sebagai bentuk keprihatinan.</p>
<p>Selain sebagai bentuk keprihatinan, aksi yang dilakukan di TPS 53 pada pemilu legislatif, Kamis (9/4) hari ini juga sebagai bentuk ungkapan untuk para wakil rakyat terpilih agar tidak ingkar dengan janji-janjinya.</p>
<p>Salah seorang warga, Ruslan kepada <em>ELSHINTA</em> mengatakan, coretan, baik berupa tanda tangan maupun berupa ungkapan kekecewaan melalui untaian kata-kata ini rencananya akan dibawa kepada wakil rakyat terpilih.</p>
<p>Warga Perumahan Villa Mutiara Gading Satu selama ini sangat mengeluhkan kondisi wilayahnya yang selalu mengalami kebanjiran saat turun hujan dan belum ada penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah setempat. <strong>(der) (Sumber : Elshinta)</strong><strong></strong></p>
<p></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drupadi2008.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drupadi2008.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drupadi2008.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drupadi2008.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drupadi2008.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drupadi2008.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drupadi2008.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drupadi2008.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drupadi2008.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drupadi2008.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drupadi2008.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drupadi2008.wordpress.com/755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drupadi2008.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drupadi2008.wordpress.com/755/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drupadi2008.wordpress.com&amp;blog=5118097&amp;post=755&amp;subd=drupadi2008&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drupadi2008.wordpress.com/2009/04/15/dari-tps-53-suarakan-pesan-wakil-rakyat-tentang-banjir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f097ecead5c9f210e0aaf196cbee54ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Agustian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drupadi2008.files.wordpress.com/2009/04/life-jacket-vest-baju-pelampung-150x150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">life-jacket-vest-baju-pelampung-150x150</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
