Banjir Kok Tradisi

26 10 2008

Musim penghujan telah tiba, lagi-lagi banjir adalah sahabat akrab bagi penghuni perumahan yang berada di kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi. Seolah kehadiran ” banjir ” akibat fenomena alam apalagi dikaitkan dengan isu global warning. Padahal ketidak becusan pengembang dalam menata lingkungan yang bebas banjir adalah faktor dominan yang menyebabkan terjadinya banjir.

Ditambah lagi birokrasi di PEMDA Bekasi yang menyangkut soal perijinan mendirikan bangunan (IMB) untuk perumahan kurang memiliki peran kotrol terhadap pengembang. Alhasil pengembang “terus tersenyum” sambil terus melakukan ekspansi pengembangan perumahan seolah-olah tanpa dosa dan salah. Oleh sebab itu mestinya PEMDA Bekasi dan DPRD Bekasi segera merevisi Perda No. 7 tahun 1996 tentang Izin Mendirikan Bangunan harus memasukkan klausal ( rekaman) yang menyertakan amdal atau lingkup izin yang peling terkecil seperti UKL dan UPL ( saat ini hanya menyertakan PEIL Banjir ).

Hari itu, kamis, 25 Oktober 2008 di kecamatan Tarumajaya diadakan rapat guna membahas masalah banjir dengan mengundang seluruh pengembang dan industri yang berada dalam teritorial Tarumajaya. Sampai siang hari rapat hanya dihadiri segelintir pengembang itupun diwakilkan oleh security. Kontan saja Pak Camat ( Drs H, Effendi, MSC) agak uring-uringan dan kecewa terhadap pengembang yang sangat tidak respon terhadap banjir sebut saja Perumahan Vila Mutiara Gading( PT. ISPI Pratama), Perumahan Harapan Mulya ( Group Hasana Damai Putra), Perumahan Pondok Ungu Tahap II, Perumahan Wahana Harapan, Perumahan Puri Harapan, Perumahan Kota Harapan Indah ( Desa Pusaka Rakyat)

Kekecewaan itu cukup beralasan karena Camat Tarumajaya merespon terhadap kebijakan Bupati Bekasi yang sudah pagi-pagi mengantisipasi bila terjadi banjir. Padahal mestinya PEMKAB Bekasi lebih menertibkan dan melakukan pengawasan terhadap pengembang yang melakukan tindak pelanggaran terhadap izin yang telah dikeluarkan.

Bukan seperti iklan salah satu produsen rokok  ” Banjir kok Tradisi ” yang kita harus siap-siap akan datangnya banjir.

( Agustian, Ketua Drupadi Foundation)


Aksi

Information

2 responses

26 10 2008
Ryan

Bagi pengembang yang nakal, hendaknya diajukan tuntutan secara hukum. Soalnya kita2 yang ngerasain banjir menderita banget. Bravo Drupadi

30 10 2008
mitra

Bisa aje pa aji… Tapi klu menurut ane sech…oknum pemerintah setempat aja yg matanya ijo klu liat Rp…. Ga ada dech ntu yg namanya mikirin banjir ape kaga…
Ya ga pa aji….???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: