TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1430H :sebuah komitmen dan harmoni dari introspeksi, motivasi dan implementasi

29 12 2008

masjidku7“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati dimuka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Surat An-Nisa ayat 100)

“Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan RasulNya,maka hijrahnya iyu menuju Allah dan RasulNya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan”. (Hadist Riwayat Bukhari Muslim)

INTROPEKSI
Menjelang Tahun Baru 1430H ini sudah saatnya kita mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat. Introspeksi diri dalam menyambut tahun baru hijriah, adalah sangat-sangat perlu bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat, penilaian dan penimbanagan ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan kita. Intropeksi dilakukan untuk mengendalikan semua bentuk amalan perbuatan yang hendak kita lakukan dengan penuh pikiran, pertimbangan, dan pertanggung jawaban.

Kita sadar bahwa diakui atau tidak usia kita telah berkurang. Sementara investasi pahala untuk simpanan di akhirat masih sangat tipis, dibanding nikmat-nikmat Allah yang setiap detik selalu mengalir tiada putus-putusnya .

“Seorang mu’min tidak akan pernah terjerumus dalam jurang yang sama dua kali”. (HR Muslim).

Dari sini kita akan lebih banyak belajar pada sejarah untuk membangun masa depan kita. Dalam arti kata lain kita akan menjadi pribadi yang pandai membangun masa depan berdasarkan pikan masa lampau yang santun. Dan kita dengan langkah ini tidak mengulang kesalahan masa lalu.

MOTIVASI

Memahami tahun hijriyah akan lebih mengakrabkan kita dengan alam, dan otomatis akan lebih mendekatkan kita kepada Allah Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW. dari kota Makkah menuju kota Madinah. Setiap awal tahun hijriyah seperti ini kita seharusnya sebagai umat Islam segera membangun semangat baru untuk meningkatkan ketakwaan dalam diri kita. Meningkatkan ketaatan kepada Allah.

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada(Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.(Surat At-Taubah ayat 105).

Hijrah adalah momentum kebangkitan kaum Muslim. Nilai utamanya bukanlah pada proses perpindahannya. Tapi pada keyakinan tadi : Bahwa kita tidak pernah sendiri, ada Allah di atas kita, dan Allah-lah yang menjadi alasan dan tujuan segala gerak dalam hidup seorang hamba.Hijrah adalah perpaduan yang sangat seimbang antara keyakinan yang kuat dengan kekuatan amal yang nyata. Inilah motivasi yang paling tinggi bagi seorang mukmin. Perubahan besar yang terjadi karena perpaduan keduanya menjadi sangat luar biasa

Dari studi literatur ada 5 (lima) perpaduan unsur motivasi berbasis Qur’an :

1. Pekerjaan kita diperhatikan oleh Allah, sehingga menuntut optimasi tanpa batas.
2. Pekerjaan kita juga telah diberikan bingkai prinsip dasar oleh apa-apa yang dicontohkan oleh RasulNya. Bingkai        yang diberikan oleh Rasulullah ini begitu utuh, ada bingkai keadilan, ada bingkai    hubungan sosial, ada bingkai pelestarian lingkungan, ada bingkai waktu, ada bingkai hak dan kewajiban dan banyak lagi.
3. Pekerjaan kita mestilah berhasil guna, mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi banyak orang.
4. Ada banyak bagian yang kita tidak ketahui dari pekerjaan kita. Ada campur tangan yang tak terjangkau oleh akal dalam keberhasilannya atau bahkan kegagalannya.
5. Optimasi kerja akan selalu berhadapan dengan keterbatasan manusiawi. Tapi tidak ada yang sia-sia karena pekerjaan kita bukan saja berorientasi dunia, tapi harus menembus ruang dan waktu, menjadi tabungan pensiun di masa kekal dimana kita tidak dituntut untuk bekerja lagi.

Dengan datangnya tahun baru ini, semoga semangat untuk membangun kemegahan akhirat lebih kuat dari semangat untuk membangun kemegahan dunia. Dalam permulaan tahun baru hijriyah ini, kita umat Islam membangun tekad baru, untuk meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah dengan penuh kesadaran.

IMPLEMENTASI

Dengan datangnya Tahun Baru 1430H ini kita tingkatkan kuantitas dan kualitas amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan meninggalakan semua perbuatan yang tidak bermanfaat. Kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba Allah SWT yang taat akan perintahnya, dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangannya. Dan bukanlah Allah SWT telah berfirman bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah, dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan, baik itu dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi. Marilah kita ganti kemaksiatan dengan semangat memperbanyak amalan-amalan saleh.

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu Muhammad, maka jika kalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kamu sekalian dikembalikan”. (Surat An-Anbya34-35)

Manusia memiliki batasan waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak akan mengundurkannya barang sesaatpun, dan tidak dapat pula memajukannya. yang pasti kesempatan itu tidak akan pernah ada untuk kedua kalinya. Ini berarti umur kita bukannya semakin bertambah, tetapi sebaliknya dari tahun ketahun umur kita semakin berkurang. Oleh sebab itu marilah kita isi hidup kita ini dengan memperbanyak amalan soleh, belajar dengan giat, bekerja dengan ikhlas, dan beribadah dengan hanya mengharap ridho Allah SWT semata.

Maka marilah kita pergunakan kesempatan hidup ini dengan meningkatkan taqwa kita kepadanya dan menambah semangat beramal ibadah yang lebih besar lagi. Kembali kepada masalah introspeksi diri dalam menyambut tahun baru hijriah, adalah sangat-sangat perlu bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat, penilaian dan penimbangan ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan kita. Tapi itu semua dilakukan untuk mengendalikan semua bentuk amalan perbuatan yang hendak kita lakukan dengan penuh pikiran, pertimbangan, dan pertanggung jawaban.

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya”. (HR Achmad).

Berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan-perbuatan yang bijak. Adalah suatu tindakan yang bijak, jika manusia berbuat salah kemudian ia sadar dan memperbaiki kesalahannya dengan berbuat amalan yang baik dengan komitmen tidak akan mengulangi kesalahannya itu.

 

“Selamat Jalan 1429 H, Selamat Datang 1 MUHARRAM 1430H ”
Semoga Allah memberi segala kemudahan bagi kita
Wallahu A’lam
Laa Haula wa Laa Quwwata Ila Billah

 (Eddy Prazet, DVM., Staf Ahli DRUPADI FOUNDATION)

 

Iklan




“SAVE OUR PLANET”

26 12 2008

GLOBAL WARMING : dari “EARLY WARNING” menuju “AZAB”

earth1

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan ( khalifah ) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan nenyucikan Engkau?’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.'(Surat Al-Baqarah ayat 30)

PENDAHULUAN

Climate is an ill-tempered beast, and we are poking it with sticks.”
(Professor Wally Broecker, Columbia University)

Global warming atau pemanasan global adalah gejala alam yang sangat mengkhawatirkan dan membahayakan bagi kelangsungan hidup manusia di muka bumi tercinta ini. Global warming atau pemanasan global itu adalah akibat dari menipis bahkan berlubangnya lapisan ozon pada atmosfer. Banyak sekali fungsi ozon bagi kelangsungan hidup manusia di muka bumi, diantaranya adalah sebagai pelindung muka bumi dari radiasi matahari yang sangat membahayakan kehidupan makhluk hidup di bumi kita tercinta ini

Global warming menunjukkan peningkatan suhu rata-rata udara permukaan bumi dan lautan pada dekade terakhir dan peningkatan suhu ini masih akan terus berlangsung. Suhu udara rata-rata permukaan bumi meningkat 0.74 + 0.18 C dalam 100 tahun terakhir. Prediksi bahwa suhu global cenderung meningkat sebesar 1.1 sampai 6.4 C antara tahun 1990 dan 2100.

PENYEBAB

Peningkatan suhu bumi sebenarnya dapat terjadi secara alami, namun penyebab utama global warming ini adalah tingginya level greenhouse gases, terutama CO2 dan metan dalam skala masif di atmosfer akibat aktifitas manusia, seperti tingginya laju pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam dan perubahan fungsi lahan terutama deforestasi. sebagai resiko dari aktivitas industri, transportasi, dan rumah tangga. Aktivitas tersebut meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan keinginan masyarakat modern yang semakin beragam.

Bumi, merupakan kesetimbangan antara energi (panas) yang dipancarkan matahari dan energi yang dilepaskan kembali ke luar angkasa. Secara alamiah, sekitar sepertiga energi dilepaskan kembali, sementara sisanya diserap atmosfir, daratan, dan lautan. Inilah yang membuat bumi menjadi hangat. Tapi, ketika komposisi atmosfer berubah sebagai akibat penambahan karbon dioksida, maka temperatur bumi pun ikut berubah.

Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya pasti mempengaruhi lingkungan. Semakin banyak jumlah manusia maka kecenderungan kerusakan lingkungan semakin besar. Semakin banyak kebutuhan manusia, semakin cepat terdegradasi lingkungan di sekitarnya.

Beberapa ilmuwan menyatakan pemanasan global terjadi karena faktor alam. Namun sebagian besar lagi menyatakan hal itu terjadi karena ulah manusia. Alquran menjawab perdebatan faktor penyebab pemanasan global melalui Surat Asy-Syura ayat 27. Di situ disebutkan bahwa penyebab kerusakan bumi itu adalah ulah manusia itu sendiri yang melampaui batas (berlebih-lebihan).

Kebutuhan manusia dapat diperhitungkan dan dipenuhi oleh sumber alam yang ada di muka bumi, namun keinginan manusia sangatlah banyak. Memenuhi semua keinginan manusia hanya akan memperburuk keadaan. Perbandingan pola produksi dan konsumsi di antara negara berkembang dan negara maju membuktikan hal tersebut.

Industrialisasi yang dilakukan negara-negara maju, terutama Amerika Utara dan Eropa. Mereka menyumbang sekitar 22 milyar ton karbon per tahun–terutama dari konsumsi BBM, industri, dan penebangan hutan. Di antara negara maju, penyumbang emisi terbesar adalah Amerika (36,1%) disusul Rusia (17,4%), Jepang, dan negara Eropa lainnya dalam persentase kurang dari 10%. Bandingkan dengan negara-negara berkembang seperti Asia, Amerika Selatan, dan Afrika yang “cuma” menyumbang sekitar 4 milyar karbon per tahun–itu pun bukan dari industri, melainkan perubahan penggunaan lahan.

Negara-negara berkembang punya hak dan keinginan untuk meningkatkan standar hidup mereka. Mau tak mau mereka akan mengkonversi hutan, menggalakkan industrialisasi, yang pada akhirnya akan menyumbang emisi lebih banyak ke atmosfir bumi.yang akan menimbulkan masalah-masxalah ekonomidan politik.

DAMPAK

Banyak literatur yang menyebutkan bahwa global warming turut bertanggungjawab terhadap terjadinya becana-bencana alam di belahan bumi ini, seperti gelombang panas, badai-badai tropis, banjir besar, ataupun kekeringan berkepanjangan yang melanda beberapa negara beberapa tahun terakhir ini. Selain menelan korban jiwa, bencana-bencana tersebut telah menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, dan sosial yang sangat besar. Meningginya level permukaan laut akibat global warming juga telah menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat penghuni pulau-pulau kecil di beberapa negara akan keberadaan tempat tinggalnya pada beberapa tahun yang akan datang.Permukaan air laut meningkat tujuh -23 inci di akhir abad yang lalu dan mengancam kawasan pantai dan menimbulkan badai dan angin topan. Asia adalah kawasan paling berbahaya. Lima negara yang terancam adalah Cina, India, Bangladesh, Vietnam, dan Indonesia.Akibatnya, temperatur global naik 0,6ºC dan permukaan air laut naik 20 cm. Kalau dibiarkan saja, tahun 2100 nanti temperatur global naik antara 1,4ºC hingga 5,8ºC dan permukaan laut bisa bertambah sampai 80 cm.

Pada tahun 1958 dilakukan pengujian kadar CO2 di pegunungan Manua Loa, Hawaii. Hasilnya kandungan CO2 di atmosfir meningkat jadi 316 ppmv–dibandingkan 200 ppmv di jaman es dan 280 ppmv di jaman sebelum industrialisasi modern. Belakangan, kadar CO2 sudah meningkat jadi 370 ppmv dan diperkirakan ada penambahan sekitar 160 milyar ton CO2 di atmosfir dalam 100 tahun terakhir.

Jakarta adalah satu dari 180 kota di dunia yang 70 persen wilayahnya berada di kawasan pantai berelevasi rendah yang terancam oleh naiknya permukaan laut akibat pemanasan global itu. Kota lainnya antara lain Tokyo, New York, Mumbai di India, Shanghai, dan Dhaka.

Kawasan pantai akan terkena dampak paling buruk dari pemanasan global. pada 2080 lebih dari 100 juta manusia akan terkena bencana banjir tiaptahun.
Bahkan pada 2090 mereka meramalkan terjadinya air bah raksasa di Amerika Utara. Berulang tiga sampai empat tahun sekali.

Selama 100 tahun terakhir, rata-rata suhu bumi telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celcius, dan diperkirakan akan meningkat sebesar 1,4 sampai 5,8 derajat Celcius pada 2050. Kenaikan suhu ini, akan mengakibatkan mencairnya es di kutub, menaikkan suhu lautan hingga volume dan permukaan air laut meningkat

Bahkan kalau sampai lapisan ozon di atmosfer bumi semakin lama semakin menipis dan akhirnya berlubang akan mencairkan es di kutub dan air dari pencairan es tersebut dapat membanjiri daratan-daratan di muka bumi. Walhasil kalau semua itu terjadi maka bumi kita ini hanya akan menjadi kenangan saja. Semua itu kemungkinan besar dapat terjadi dalam waktu yang relatif dekat. Itu didasarkan pada beberapa penemuan para ahli yang menemukan bahwa lubang ozon di kutub selatan sudah mencapai dua kali luas benus Eropa.

Akibat langsung dari adanya pemanasan global itu, seperti, perubahan cuaca dan iklim global, sistem pertanian dan persediaan bahan makanan, migrasi hewan dan penurunan jumlah spesies hewan dan tumbuhan. Selanjutnya, krisis sumber daya air yang mempunyai potensi untuk terjadinya konflik antar sektor dan antar pengguna.

Dampak lainnya terhadap kesehatan manusia dengan munculnya berbagai penyakit hewan, , manusia dan penyakit Zoonossis.

Global warming juga diyakini sebagai penyebab munculnya wabah penyakit-penyakit yang disebarkan oleh vektor. Dimana, perubahan iklim dapat merubah pola distribusi dari vektor-vektor tersebut dan juga mempengaruhi laju reproduksi dan maturasi dari agen infektif yang ada di dalam tubuh vektor. Kondisi inilah yang diyakini menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian Malaria dan Dengue pada beberapa negara, termasuk Indonesia.

“As a result of globalization and climate change we are currently facing an unprecedented worldwide impact of emerging and re-emerging animal diseases and zoonoses – animal diseases transmissible to humans.
Improving the governance of animal health systems in both the public and private sector is the most effective response to this alarming situation”(Dr. Bernard Vallat ,OIE Director General)

Lalu apa dampak global warming terhadap kesejahteraan dan kesehatan hewan? Ilmuwan telah meyakini bahwa suhu bumi yang semakin tinggi akan mempercepat hilangnya spesies-spesies hewan dari muka bumi. Global warming pada skala global dan regional diprediksi akan merubah distribusi spesies, sejarah hidup spesies, komposisi komunitas, dan juga fungsi ekosistem. Selain itu, merebaknya penyakit infeksius pada beberapa hewan domestik maupun hewan liar yang disebabkan oleh global warming telah menjadi ancaman terhadap kesehatan hewan benar-benar sudah ada di depan mata.

Penyakit Bluetongue yang meluas di dataran Eropa antara tahun 1998-2005. Penyakit ini telah membunuh lebih dari 1.5 juta ekor domba dan menyebabkan periode ini sebagai periode wabah bluetongue terlama dan terbesar dalam sejarah Eropa. Lima serotipe virus bluetongue diketahui telah menginvasi Eropa pada periode ini. Kasus wabah bluetongue ini terjadi di beberapa negara atau wilayah yang sebelumnya dilaporkan sama sekali tidak pernah terdapat kasus Culicoides-borne arboviral disease, seperti Turki, dataran Yunani, Bulgaria, beberapa negara Balkan, dataran Italia, Sicily dan Sardinia, Corsica, kepulauan Balearic, dan Tunisia. Kejadian ini sekarang dihubungkan dengan kejadian pemanasan global di wilayah Eropa. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terindikasi bahwa penyebaran dramatis dari vektor Culicoides imicola ke wilayah yang tidak pernah mengalami infeksi bluetongue sebelumnya atau transimisi virus bluetongue oleh vektor baru, C. obsoletus dan C. pulicaris, hanya terjadi di area-area yang secara nyata mengalami pemanasan suhu. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan langsung antara kemunculan bluetongue di Eropa dengan global warming.

Punahnya 67% dari sekitar 110 spesies katak Atelopus sp. dari pegunungan Costa Rica akibat infeksi fungi patogen Batrachochytrium dendrobatidis sekitar 20 tahun lalu. Atelopus sp merupakan spesies katak endemis di wilayah tropis benua Amerika. Analisa hubungan periode kepunahan terhadap perubahan level permukaan laut dan suhu udara menunjukkan bahwa pemanasan global telah menyebabkan suhu lingkungan pada sebagian besar pegunungan-pegunungan di wilayah Amerika Selatan dan Tengah bergerak mendekati suhu optimum pertumbuhan fungi pathogen B. dendrobatidis sehingga menyebabkan wabah dan mengakibatkan punahnya sebagian spesies Atelopus sp.

Kejadian di atas telah memperlihatkan bahwa dampak negatif global warming terhadap kejadian penyakit pada hewan adalah nyata. Tidak hanya itu, peristiwa El Nino-Southern Oscillation, salah satu fenomena alam yang juga dipengaruhi oleh global warming, diketahui juga berpengaruh pada patogen yang hidup di laut yang menyebabkan penyakit pada oyster dan coral.

Kita harus tetap waspada terhadap kemunculan-kemunculan wabah penyakit lainnya jika tidak ada usaha-usaha untuk memperlambat laju global warming. Banyak penyakit penting hewan domestik yang baik kemunculannya atau pun siklus hidup agen penyebabnya secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh faktor-faktor cuaca, seperti suhu dan kelembaban udara,misalnya : Anthrax, Pasteurellosis dan Haemonchosis.

Penyakit-penyakit pada hewan domestik dan hewan liar yang kemunculannya atau pun siklus hidup vektor dan agen penyebabnya dipengaruhi oleh faktor suhu dan kelembaban lingkungan. Sehingga, perubahan cuaca akibat global warming dapat mempengaruhi waktu kemunculan wabah ataupun intensitas wabah dari penyakit-penyakit tersebut.

PENGENDALIAN

186 negara sudah sepakat untuk meratifikasi Protokol Kyoto, Amerika malah mangkir. Padahal Amerika punya reputasi penyumbang emisi terbanyak. Runyamnya lagi, Amerika justru yang paling santer berkoar soal global warming dan menyeru negara-negara berkembang supaya jangan mengeksploitasi hutan mereka. Maklum, hutan di Amerika sudah bablas dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sama saja mematikan perekonomian mereka.

Rio Summit 1992 dan Protokol Kyoto 1997, telah menyebutkan adanya pengurangan emisi dari negara-negara maju. Negara Eropa diminta untuk mengurangi delapan persen penggunan emisi, AS tujuh persen dan Jepang enam persen.

Pengendalian yang dapat dilakukan terhadap pemanasan global itu, antara lain mengurangi produksi gas Co2 dengan mengurangi pemanfaatan bahan bakar fosil dan produksi gas rumah kaca.

Menghentikan penggundulan hutan, serta penghutanan kembali secara besar-besaran untuk menciptakan wilayah serapan gas CO2. Serta melokalisasi gas CO2 atau dengan menangkap dan menyuntikkannya ke dalam sumur-sumur minyak bumi untuk mendorong minyak bumi ke permukaan.Banyak solusi telah ditawarkan untuk mengurangi dampak pemanasan global seperti menanam pohon untuk menyerap gas karbon dioksida yang ada di udara, mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak dapat didaur ulang, mengurangi emisi CFC, dan sebagainya. Alquran lebih jauh membahas solusi permasalahan tersebut dari sikap preventif yaitu dengan tidak berlebih-lebihan atau tidak bersikap boros (Al-Furqan:67).

Mengganti bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan “renewable”

Pertemuan-pertemuan internasional seharusnya membahas mengenai standar hidup maksimal. Standar hidup maksimal meliputi gaya hidup, pemakaian rumah, penggunaan air, atau yang sejenisnya. Gaya hidup berlebihan seperti memiliki pakaian, sepatu, dan perhiasan yang jumlahnya sangat banyak padahal penggunaannya sangat jarang, perlu dibatasi.

Penggunaan mobil yang hanya berpenumpang 1 atau 2 orang dapat menyebabkan pemborosan sumber energi. Pembangunan rumah yang memiliki kamar sangat banyak padahal hanya digunakan oleh beberapa orang juga perlu dibatasi. Penggunaan air dalam rumah tangga perlu diatur sesuai dengan kebutuhan dasar dan jumlah orang yang ada di rumah tersebut.

Rasulullah telah mengingatkan kita bahwa apa yang ada di dunia ini akan sirna dan apa yang kita berikan adalah kepunyaan kita sesungguhnya di akhirat. Karena itu, pemilikan atau penggunaan barang yang berlebihan sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Islam menuntun agar setiap manusia lebih banyak memberi daripada memiliki.

Solusi permasalahan pemanasan global tidak hanya terkait dengan mengubah energi fosil menjadi energi biofuel atau energi alternatif lainnya. Menurut Alquran, semua tindakan berlebihan pada akhirnya akan merugikan manusia. Penggunaan sumber energi massal akan menyebabkan output dalam jumlah massal. Bahan apapun apabila dibuang dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang cepat, pasti akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan.

Mengubah sumber energi dari energi fosil menjadi energi biofuel tidak menjamin lingkungan akan aman, sebab pembakaran biofuel pasti akan menghasilkan polutan dalam jumlah massal dan dalam waktu yang cepat. Penggunaan energi hendaknya bersumber dari energi yang paling mudah didapatkan, paling murah biayanya, dan paling mudah mengoperasikannya di suatu daerah.

Penyeragaman Pertanian yang dituding menjadi pemicu pemanasan global (Global warming) karena penggunaan pupuk, peptisida, dan konversi lahan dari hutan menjadi pertanian perlu juga dikaji. Sentralisasi yang dilakukan oleh orde baru terhadap pola makan bangsa Indonesia menyebabkan ketergantungan rakyat Indonesia terhadap beras sangat tinggi. Dulu beberapa kelompok masyarakat di Indonesia punya sumber-sumber pangan alternative.

“Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya” (Ar-Rum ayat 10)

“Dan takutlah kamu kepada suatu hari diwaktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan dari padanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong”(Al-Baqarah ayat 123)

(Eddy Prazet, DVM., Staf Ahli Drupadi Foundation)

 

 






“THE FIVE OF FREEDOM” animal welfare dalam kajian Islam

11 12 2008

4709016823Penjara Metropolis, Lantai 4, Sel No. 13, 30 Pebruari Th. 2017, berpenghuni Si Bejo yang nasibnya tak seberuntung namanya sejak dia divonis pengadilan 6 Bulan karena seharian membiarkan kucingnya ketakutan tidak bisa turun dari pohon, selain Bejo kasus serupa juga menimpa Amara karena lupa memberi makan burungnya sampai mati didalam kandang dan divonis 12 bulan oleh pengadilan. Potret diatas kedepan mungkin bisa terjadi pada siapa saja termasuk kita yang melanggar Undang-Undang tentang Kesejahteraan dan Perlindungan Hewan yang RUUnya baru di apply pemerintah ke dewan.

“Tiada makhluk yang merayap di bumi, tiada burung yang terbang dengan sayap-sayapnya, melainkan mereka adalah umat-umat yang serupa dengan kamu. Kami tidak mengalpakan sesuatu di dalam Alquran, kemudian kepada Pemelihara mereka, mereka akan dikumpulkan.” (Surah 6:38).

ANIMAL WELFARE diartikan sebagai kesejahteraan satwa yaitu suatu usaha untuk memberikan kondisi lingkungan yang sesuai bagi satwa sehingga berdampak ada peningkatan sistem psikologi dan fisiologi satwa. Kegiatan ini merupakan kepedulian manusia yang diberikan dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup secara individual terutama bagi satwa yang terkurung dalam kandang atau terikat tanpa bisa leluasa bergerak. The five of freedom (lima hak kebebasan) merupakan pedoman untuk mengetahui apakah satwa-satwa tersebut sejahtera dan sekaligus langkah yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan satwa.

Kesejahteraan hewan di Indonesia harus sudah mulai dipublikasikan kepada masyarakat. Sebetulnya dalam praktek sehari-hari masyarakat (peternak) telah memperlakukan hewan peliharaannya dengan baik dengan penuh kasih sayang karena mereka sadar bahwa dengan perlakukan yang baik hewan akan sehat, cepat tumbuh menjadi besar dan segera dapat dijual. Namun karena tuntutan kebutuhan industri peternakan untuk memacu produksi peternakan dengan menerapkan peternakan intensive masalah kesrawan mulai muncul. Pelanggaran kesejahteraan hewan menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan bagi hewan belum mendapat perhatian secara serius. Salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam mensosialisasikan kesejahteraan hewan kepada masyarakat yaitu dengan melaksanakan pendidikan. Dan bersama-sama dengan masyarakat mendorong pemerintah untuk segera menerbitkan dan mengimplementasikan undang-undang kesejahteraan hewan dan perlindungan hewan .

Lima hak kebebasan hewan dapat diuraikan sebagai berikut :

1.BEBAS DARI RASA LAPAR DAN HAUS Tersedianya air minum dan makan yang layak, higienis dan memenuhi gizi serta sesuai dengan   musim. Pemberian makanan yang tepat dan proporsional.

2.BEBAS DARI RASA PANAS DAN TIDAK NYAMAN Adanya tempat berteduh, area untuk istirahat dan fasilitas yang sesuai dengan perilaku satwa.

3.BEBAS DARI LUKA, PENYAKIT DAN SAKIT Pengobatan dan pencegahan penyakit, diagnosa yang cepat dan tepat serta lingkungan yang higienis sehingga kuman patogen (bahaya) dapat dicegah dan dikontrol.

4.BEBAS MENGEKSPRESIKAN PERILAKU NORMAL DAN ALAMI Tersedianya ruang tempat tinggal yang memadai, fasilitas kandang yang sesuai dengan tingkah laku (behavior) satwa dan adanya teman untuk berinteraksi sosial.

5.BEBAS DARI RASA TAKUT DAN PENDERITAAN Tidak ada konflik (pertengkaran) antar atau lain species, tidak adanya gangguan dari hewan pemangsa (predator).

Hewan di peternakan, dipekerjakan, kesayangan, percobaan, serta untuk pertunjukkan bahkan yang masih liar sekalipun menginginkan adanya kondisi lingkungan yag alamiah, aman dan nyaman. Perlakuan yang tidak menyiksa dan melukai hewan.stress merupakan tanda hewan tidak sejahtera. Bila terus dibiarkan akan berdampak pada gangguan reproduksi,metabolisme, fungsi immune (kekebalan tubuh), tingkah laku, pertumbuhan serta perkembangan dari satwa tersebut. Stres tidak bisa dibiarkan terus menerus, harus segera dicegah dan tingkatkan kesejahteraan satwa. Dari sudut pandang dokter hewan stress merupakan bahaya potensial yang berdampak pada semua aspek kesehatan satwa.

Ajaran Islam jika dikaji dengan cermat mengungkapkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, terutama ajaran yang berkaitan dengan kesejahteraan hewan. Islam tidak melarang vegetarisme. Patut diperhatikan bahwa banyak negara Islam sekarang ini mulai sadar akan manfaat dari diet vegetarian dan melihat bahwa vegetarisme dibenarkan oleh kepercayaan Islam. yang sangat aktif dalam mempromosikan manfaat diet vegetarian murni di dunia Islam modern, baik itu ditinjau dari sudut kesehatan maupun kesejahteraan hewan. dan menunjukkan bagaimana kebaikan hati dan keasih sayang kepada hewan adalah kebajikan yang diterangkan secara rinci oleh Islam.

Dalam Kitab Suci Alquran banyak ayat-ayat yang mengacu pada kesucian hidup hewan dan hak-hak hewan yang sederajat untuk hidup dalam damai, mencari Tuhan, dan berkembang menuju kesadaran Tuhan, serta serupa dengan manusia di bumi ini.

“Tidakkah kamu melihat bagaimana segala yang di langit dan di bumi menyanjung Allah, dan burung-burung mengembangkan sayap-sayap mereka? Masing-masing – Dia mengetahui solatnya, dan sanjungannya, dan Allah mengetahui apa yang mereka buat. (Surah 24:41)

Komunitas hewan yang terbentuk akan menawarkan pelayanan mereka kepada umat manusia. Kitab Suci Alquran sama sekali tidak menganjurkan agar kita menjadi pencabut nyawa mereka:

“…Begitulah Kami menundukkan mereka untuk kamu, supaya kamu berterima kasih.” (Surah 22:36)

“Dia yang melantik kamu khalifah-khalifah (pengganti-pengganti) di bumi.” (Surah 35:39)

Alquran menekankan bahwa hewan dan manusia memiliki hak yang sama terhadap kekayaan bumi , juga mengatakan bahwa di mata Tuhan, mereka sama dengan manusia, dan Tuhan berkomunikasi dengan mereka dengan cara yang sama persis dengan manusia(Surah 25:48-49, 32:27, 79:31-33 

Kepercayaan dan ajaran Islam dengan kuat mengakui kesucian kehidupan hewan. Islam tidak pernah menyuruh manusia untuk membunuh hewan dan memakan dagingnya. Kitab Suci Alquran dan banyak Orang Suci Muslim menekankan manfaat dari vegetarian consumption dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia serta ekologi.

 

Masyarakat Indonesia dengan kultur masyarakat yang agamis, mestinya dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam usaha perwujudan akan kesejahteraan hewan, kita semua harus percaya bahwa semua agama pasti memerintahkan kita menuju kebaikan dan melarang kita berbuat dosa dan kerusakan, begitupun bila hal tersebut diterapkan dalam konsep kesejahteraan hewan.

Jika kemakmuran hewan tercapai, maka tercukupilah kebutuhan pangan yang sehat, dan akan semakin kuat menghadapi segala macam penyakit. Tak sekadar penyakit yang menyerang binatang itu sendiri namun juga yang dapat menular kepada manusia.Kesejahteraan terkait pula dengan lingkungan, dia tak dapat berdiri sendiri. Makin baik lingkungan tempat hewan tinggal makin terjaga pula kesehatannya.

“SAVE ANIMAL, ENJOY YOUR LIFE”

(Eddy Prazet, DVM., staf ahli Drupadi Foundation)

 

 





“QURBAN” sebuah kontemplasi dan muhasabah

8 12 2008

 

2162008473Hakekat Qurban bukanlah semata perbaikan gizi bagi kaum duafa, bukan pula sekedar bagi-bagi rezki “daging” dari orang-orang muslim yang mampu berkorban, tetapi ada makna yang lebih dalam dan santun daripada  itu dimana didalamnya terdapat kolaborasi yang harmonis dari Membangun Misi, Visi dan Harapan, Kekuatan Spiritualitas, Kekuatan Emosional dan Manajemen Diri.

 

Membangun Misi, Visi dan Harapan

Misi utama hidup manusia untuk beribadah kepada Tuhan sedangkan Visi adalah apa yang kita imajinasikan, inginkan dan pikirkan. Kemunculan visi karena bercampurnya antara pengetahuan keyakinan dan perasaan yang membentuk imajinasi, keinginan dan pikiran baru tentang masa depan.

Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan keluhuran budi pekerti (HR Bukhari.) Sifat yang luhur dan terpuji adalah cinta kebenaran, kesabaran (Ismail ketika akan disembelih oleh Ibrahim), kasih sayang, kedermawanan, keberanian dan keadilan.

Manusia hidup dalam spektrum perjalanan panjang yang diawali dengan kelahiran dan diakhiri dengan kematian dengan harapan tujuan akhir dan visi yang besar untuk bertemu Tuhan di Surga

 

Kekuatan Spiritualitas

Tuhan tidak pernah tidur dan selalu mencatat apa yang dilakukan manusia. Tidak ada satupun kejadian yang tidak diketahui oleh Tuhan, dan yakinilah bahwa Tuhan akan selalu melihat kita dalam 24 jam.

Spiritual adalah keyakinan atau berhubungan dengan sesuatu kekuatan yang paling tinggi, kekuatan Kreatif (Ozier, Erb, Blais &Wilkinso)

Kekuatan Spiritualitas ditentukan oleh kekuatan keyakinan dan kekuatan prinsip-prinsip dalam hidup. Tidak ada yang bisa membawa kita damai dan sejahtera selain kemenangan prinsip-prinsip seperti prinsip Ibrahim dalam menyembelih Ismail. Kekuatan Spiritual akan menjadikan kita memiliki arah dan tujuan pribadi yang jelas diatas prinsip yang kuat dan benar dengan tidak mengharap imbalan didunia melainkan imbalan di akhirat.

Kekuatan Emosional

Kegagalan mengendalikan hawa nafsu (emosionalitas) dapat mengalahkan kemampuan berpikir rasionalitas, sehingga dapat menurunkan produktifitas berpikir, bersikap dan bertindak. Tindakan dan emosi yang tidak berakar pada nilai-nilai spiritual maka laksana pohon tinggi yang tidak berakar kuat akan rawan diterjang gelombang badai ujian.

Berani hidup jangan takut mati. Takut mati jangan hidup.Takut hidup mati saja (KH. Imam Zarkasy)

Yang dikatakan kuat bukanlah yang menang bergulat tetapi yang dapat mengendalikan dirinya pada waktu marah (ketika Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih anaknya)

 

Manajemen Diri

Manejemen adalah pengaturan dan jika tidak ada sasaran dan keteraturan hidup maka tidak ada kemuliaan. Melakukan ibadah (QURBAN) dengan teratur bagi seorang muslim yang mampu menunjukkan kemampuan manejemen diri yang baik.

Tuhan mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi yang utuh memiliki integritas dan tidak munafik yaitu pribadi-pribadi yang memiliki kesatuan antara keyakinan ucapan dan tindakan. Semua hukum, nilai-nilai, akhlak dan kebenaran memerlukan integritas untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hidup bersifat fitrah alam yang hanya dapat memetik buah hanya setelah menyiapkan benih, menanam, menyirami, memupuk dan merawatnya.

 

(Eddy Prazet, DVM., staf ahli Drupadi Foundation)

 





Tata Cara Memilih, Pemotongan dan Doa Hewan Kurban serta Mengenali Penyakitnya

7 12 2008

pak-karto-bersama-domba-gem1Allah swt berfirman: “Ketika anaknya mencapai usia yang sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata kepadanya: Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi menyembelihmu. Maka pikirkan bagaimana menurut pendapatmu. Ia menjawab: Wahai ayahku, laksanakan apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar.”(Ash-Shaffat:102).

Dari sinilah kita diperintahkan oleh Allah swt untuk memotong hewan korban. Dari sini pula Islam membuka pintu rizki dan ibadah berkorban untuk mensejahterakan saudara-saudara kita, khususnya fuqara dan masakin. Dan dari perintah ini juga sebagian kaum muslimin memperoleh rizki yang halal dari saudara-saudaranya yang seiman.

Binatang korban hendaknya onta yang gemuk, kalau tidak mampu sapi; jika tidak mampu, kambing kibas yang berwarna hitam dan bertanduk.Membeli binatang korban hendaknya pada hari Arafah.Yang menyembelih binatang korban hendaknya dalam posisi berdiri dan berada di samping kanan.Memilih binatang korban yang gemuk.Yang utama memotong binatang korban adalah memotongnya sendiri. Jika tidak bisa, menyerahkan pisau pemotong dengan tangan sendiri kepada orang yang akan menyembelihnya.
Ketika menyembelih binatang korban hendaknya membaca doa berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، اِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَالِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَاللهُ اَكْبَرُ. اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَ مِنْ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلِكَ وَمُوْسَى كَلِيْمِكَ وَمُحَمَّدٍ حَبِيْبِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَعَلَيْهِمْ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm. Innî wajjahtu wajhiya lilladzî fatharas samâwâti wal ardha hanîfam muslimaw wa mâ ana minal musyrikîn. Inna shalâtî wa nusukî wa mahyâya wa mamâtî lillâhi rabbil ‘âlamîn. Lâ syarîka lahu wa bidzâlika umirtu wa ana minal muslimîn. Allâhumma minka wa laka bismillâhi wa billâhi wallâhu akbar. Allâhumma taqabbal minnâ kamâ taqabbalta min Ibrâhîma khalîlika wa Mûsâ kalîmika wa Muhammadin habîbika shallallâhu ‘alayhi wa âlihi wa ‘alayhim.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Kuhadapkan wajahku kepada Pencipta langit dan bumi, aku cenderung kepada agama yang benar, aku seorang muslim bukan tergolong kepada orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku dan ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan alam semesta. Tiada sekutu bagi-Nya, dan untuk itu aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri kepada-Nya. Ya Allah, dari-Mu dan untuk-Mu, dengan nama Allah, dengan Allah, dan Allah Maha Besar. Ya Allah, terimalah (korban) dariku sebagamana Kau menerimanya dari Ibrahim pilihan-Mu, Musa yang Kau ajak bicara, dan Muhammad kekasih-Mu (semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat kepadanya dan keluarganya dan kepada mereka). (Kitab Nubdzah min Asraril Hajj)

Meski terkesan tidak terlalu berbahaya, hewan kurban dalam kondisi stress justru rentan tertular penyakit berbahaya misalnya, Antrax, Orf, maupun Pink Eyes. Karena itu, warga muslim hendaknya jangan memilih hewan kurban yang stress untuk merayakan hari raya Idul Adha awal Desember mendatang.

Hewan kurban yang stress biasaya dapat dilihat dengan ciri-ciri, mata kelihatan dan belekkan, nafsu makan kurang, dan biasaya kalau yang sudah terinfeksi penyakit akan mengeluarkan ingus dari hidung.

Meskipun bukan penyakit yang berbahaya, hewan dengan kondisi stress harus segera ditangani. Jika tidak, hewan akan mudah terkena penyakit lain yang jauh lebih berbahaya. Biasanya hewan korban yang stress dan sudah terinfeksi penyakit, paling mudah dilihat dari hidungnya, mengeluarkan lendir atau tidak? Kalau keluar lendir semacam ingus dari hidungnya sebaiknya jangan dikonsumsi.

Hewan yang didatangkan dari luar Jakarta, kebanyakan mengalami stress karena perjalanan. Biasanya hewan letih karena, kepanasan, berdesak-desakan saat pengangkutan. Selain itu, stress juga bisa disebabkan oleh buruknya kondisi tempat penampungan hewan.

Ada dua tips dalam memilih hewan korban yang baik, pertama coba berikan rumput pada hewan tersebut. Hewan yang sehat akan memakan rumput yang diberikan, sementara yang sakit biasanya menolak. Kedua lihat bagian diantara hidung dan mulut hewan. Pada hewan yang sehat bagian tersebut akan basah. Jika bagian tersebut basah artinya suhu tubuh hewan normal, tetapi jika kering suhu tubuhnya tinggi dan terindikasi penyakit.
Jenis penyakit yang paling sering ditemukan pada hewan kurban, khususnya kambing adalah scabies atau budug yang disebabkan oleh kutu yang hidup di balik kulit. Hewan yang berpenyakit scabies sebaiknya jangan dikonsumsi. Sementara penyakit yang paling umum ditemukan adalah stress pada hewan.

Sejauh ini pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah adalah pemeriksaan terhadap dokumen hewan kurban yang akan memasuki Jakarta. Setiap hewan yang masuk harus disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari daerah asal masing-masing. Keberadaan dokumen tersebut dianggap sangat penting untuk mengetahui riwayat kesehatan hewan kurban untuk menjamin aman atau tidaknya daging hewan tersebut dikonsumsi.

Apa sebenarnya Antraks? Ini adalah nama penyakit yang diakibatkan spora Bacillus antrachis. Penyakit ini menyerang hewan memamah biak seperti sapi, kambing, kerbau, dan burung unta. Manusia pun sasaran empuk penyakit ini.

Bukan cuma dampaknya yang berbahaya, penyakit ini mengerikan karena terkadang hadir tanpa gejala sama sekali. Namun demikian, ternak yang terinfeksi antraks biasanya keluar darah berwarna hitam pekat dari kumlah (mulut, hidung, telinga, dan alat kelamin).

Kadang-kadang tubuh hewan ternak tersebut berputar-putar dan kemudian tersungkur. Napasnya sesak, suhu tubuhnya tinggi. Nah, jangan memakan hewan yang terkena serangan penyakit ini. Untuk memastikan ia terkena antraks, perlu penelitian laboratorium.

Agar masyarakat berhati-hati terhadap hewan yang limpanya berwarna kebiru-biruan. Hewan yang disembelih dan limpanya berwarna seperti itu harus segera diperiksa ke laboratorium. Hewan yang terkena antraks, biasanya dari dagingnya terus mengalir darah.

Vaksinasi tak menjamin sebuah daerah bebas antraks. Persoalannya, vaksinasi tidak diberikan kepada ternak yang sedang bunting. Antraks juga diduga menyebar lewat ternak bunting.

Namun demikian, antraks bisa disembuhkan dengan suntikan antibiotik. Langkah cepat penanganan antraks pada kasus di Purwakarta, tiga tahun lalu, menunjukkan penyakit ini bisa ditangani secara efektif asal penderita segera berobat.

Penyakit ini sudah dikenal sejak sekitar tahun 1500 SM di Mesir kuno. Lalu, penyakit ini dikabarkan menyerang Eropa pada abad kesebelas dan dikenal sebagai Black Bane.

Pada 1850, Casimir Davaine dari Prancis menemukan biang keladinya. Namun demikian, baru pada 1876 Robert Koch, dokter dari Jerman, mengukuhkan kuman itu sebagai biang keladi resmi. Ia mengisolasi kuman itu dan membiakkannya dalam agar, lalu memotretnya melalui mikroskop.

Bentuknya seperti sepotong lidi yang kecil sekali, hanya selebar 1 mikron (seperseribu milimeter) dan sepanjang 5 mikron. Kalau dirangkai membentuk benang panjang, ia tampak seperti batang tebu yang berbuku-buku. Empat Tipe Serangan Antraks

Serangan antraks pada manusia dibedakan atas organ yang terkena serangan. Terdapat empat tipe:

Cutaneous antraks yang menyerang kulit. Tipe ini paling banyak terjadi, mencapai 90 persen kasus serangan antraks. Spora antraks menyusup akibat adanya luka pada permukaan kulit. Gejala awal antraks tipe ini adalah gatal atau sakit pada kulit di bagian lengan, tangan, muka, atau leher. Dalam 2-3 hari, bagian yang gatal tersebut akan membentuk semacam bisul berisi cairan kemerahan, lalu tertutupi kerak berwarna hitam sebesar 1-5 cm. Jika tidak diobati, kondisi si sakit akan memburuk karena bakteri akan menyerang kelenjar limpa. Sehingga risiko kemungkinan korban meninggal mencapai 5-20 persen.

Gastrointestinal antraks, ini menyerang saluran pencernaan. Penyebabnya berupa daging tercemar spora antraks yang dikonsumsi korban. Tetapi, penyebaran bisa juga melalui tangan korban, misalnya dari tanaman, air, atau tanah. Penderita akan merasakan sakit perut luar biasa, nafsu makan menurun, mual, dan muntah. Jika tidak diobati, maka dalam waktu 2 x 24 jam korban akan meninggal. Risiko kematian 25-75%.

Pulmonary anthraks, tipe ini menyerang saluran pernapasan, terutama paru-paru. Tipe ini muncul bisa karena perluasan antraks kulit atau karena korban menghirup udara yang mengandung spora antraks. Gejala antraks tipe ini tidak begitu terlihat. Mulanya hanya lemah dan lesu disertai batuk-batuk seperti gejala bronkitis. Namun, gejala bisa tiba-tiba berubah menjadi demam tinggi, shock, dan kesulitan bernapas. Korban bisa meninggal hanya dalam waktu 1 x 24 jam.

Meningitis anthraks, tipe ini menyerang otak sehingga terjadi peradangan. Tipe ini bisa merupakan lanjutan antraks kulit, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan. Gejala yang muncul biasanya demam, nyeri kepala yang hebat, kejang, kesadaran menurun, dan koma.

(Eddy Prazet, DVM, Staf Ahli Drupadi Foundation )





Memaknai Ruang Spiritualitas Ibadah Haji

4 12 2008

perempuanSeperti biasa menjelang Hari Raya Iedul Adha atau biasa disebut juga Hari Raya Qurban. Mbok Minah melalui pengeras suara selalu mengumandangkan Labbaika Allahumma Labbaika Labbaika Laa Syarika laka labbaik dengan notasi dilagukan yang lazim oleh ibu-ibu majelis taklim sebelum acara inti pengajian di mulai. Maklum saja mbok Minah adalah penggerak majelis taklim kaum ibu dilingkungan dimana mbok Minah tinggal.

Mbok Minah wanita yang sudah berusia senja sehari-hari adalah seorang penjual sayuran di pasar tradisional. Sayurannya pun hanya dua jenis yaitu sayur kangkung dan bayam itupun didapat dari hasil yang dia tanam sendiri pada lahan tidur dekat dengan rumahnya. Penghasilan dari penjualannya hanya cukup membantu menghidupi dua anak serta empat cucunya. Karena Mbok Minah bertanggung jawab atas kelangsungan hidup keluarganya sejak dia ditinggalkan oleh suami karena takdir ajal yang tidak biasa dihindarkan. Anak-anak Mbok Minah hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah dasar. Karena alasan ekonomi cukuplah anaknya hanya pandai membaca dan menulis. Kedua anaknya tumbuh dan berkembang dengan tempaan kemiskinan sehingga anaknya pun harus menerima warisan kemiskinan sebagai rantai garis nasib yang harus diterima dan tak terelakkan.

wukuf-okeSeorang Mbok Minah memang mustahil dapat menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Karena syarat-syarat kemampuan ekonomi Mbok Minah tidak miliki. Mbok Minah hanya merasakan dari cerita-cerita orang yang sudah berhaji. Katanya ketika pertama kali melihat kabah pasti air mata kita jatuh bercucuran sambil menatap kabah dan  menengadahkan tangan tinggi-tinggi berdoa seolah-olah jarak dengan Tuhan sangat dekat, apalagi saat kedua tangan merentangkan memeluk kabah di hijir Ismail seolah ruh melesat dan bersatu dengan Tuhan. Penggalan cerita eksotis spiritual tidak sampai di situ, keharuan saat wukuf di arafah dengan lautan manusia berbalut ihram,  belum lagi cerita ke-khusyuan shalat di Masjidil Haram dengan keutamaan lebih baik seribu kali shalat di tempat lain. Sampai tempat-tempat berdoa yang makbul mulai dari safa sampai marwah, maqam Ibrahim, mencium hajar aswad walau harus beradu sikut, dari raudhoh sampai ziarah ke makam Rasulullah dan cerita  tempat-tempat ziarah lainnya. Seolah cap kemabrur-an dan gelar haji telah sempurna dengan ganjaran mendapatkan tempat di surga. Begitulah cerita yang sering kita dengar dari seseorang yang telah selesai menunaikan ibadah haji. Dan seperti biasa Mbok Minah mendapat hadiah berupa tasbih, sajadah dan tak ketinggalan air zamzam.

Dari musim haji ke musim haji, Mbok Minah dan cap kemisikinannya tidak pernah berubah. Dan perilaku orang yang telah berhaji  terhadap Mbok Minah juga tidak berubah yaitu pandangan terhadap kemiskinan Mbok Minah adalah ladang menaburkan rizki (charity) sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan rizki yang Tuhan telah berikan. Upaya merubah status sosial Mbok Minah atau setidak-tidaknya memutus mata rantai kemiskinan bukan urusan dan tanggung jawab sosialnya. Itu urusan Mbok Minah, menurutnya charity yang telah diberikan kepada Mbok Minah sudah melepas rasa tanggung jawab sosial baik menurut perintah Tuhan maupun logika rasional materialisme. Padahal tidaklah demikian orang yang telah berhaji dengan pengharapan mabrur harus menjadi duta Tuhan menyebarkan rasa ar-rahman dan ar-rahiem yang dimenifestasikan dengan sesuatu yang konkrit yaitu mencari akar masalah yang menyebabkan kemiskinan Mbok Minah. Perilaku inilah pernah dikritisi oleh Muhamad Yunus pendiri Grameen Bank ( Bank untuk kaum miskin ).

Siapa yang tidak kenal Mbok Minah ? hampir seluruh orang sekampung mengenalnya. Mbok Minah mensyukuri atas kemiskinan yang menderanya  tapi perilaku (human behaviore) memiliki kekayaan yang amat sangat luar biasa. Rumah Mbok Minah adalah tempat langganan persinggahan  bagi pengendara sepeda motor saat hujan turun. Dengan keterbatasan Mbok Minah sangat memuliakan tamu yang singgah ke rumahnya yang secara kebetulan memang rumah Mbok Minah berada di pinggir jalan raya. Belum lagi ia rela dibangunkan bila tetangganya membutuhkan pertolongan persalinan karena Mbok Minah memiliki keahlian persalinan secara konservatif. Belum lagi cara mendapatkan rizki untuk menghidupi keluarganya Mbok Minah menjaga betul etika dan moralitas dalam menjajakan sayuran di pasar. Bagi Mbok Minah dalam mencapai kemuliaan pencitraan diri harus menghindari sikap menyakiti orang lain, berlaku tidak adil dan memperkaya diri dengan menyusahkan orang lain (korupsi)

Mbok Minah tidak menyandang predikat “hajjah” di musim haji ia hanya merasakan cerita dan melantunkan talbiah di Mushallanya. Tetapi attitude Mbok Minah adalah ruang spiritual ibadah haji. Karena Mbok Minah tidak memiliki ruang ganda antara spiritualitas dan realitas tanpa spiritualitas. Mbok Minah adalah cerminan dan pembelajaran untuk memahami sebuah subtansi agama dan membumikan perintah Tuhan. Dengan begitu perjalanan spiritual ibadah haji harus membawa dampak terhadap perilaku dan kebermanfaatan kepada orang lain.

avatarAgustian

(Ketua Drupadi Foundation )