“QURBAN” sebuah kontemplasi dan muhasabah

8 12 2008

 

2162008473Hakekat Qurban bukanlah semata perbaikan gizi bagi kaum duafa, bukan pula sekedar bagi-bagi rezki “daging” dari orang-orang muslim yang mampu berkorban, tetapi ada makna yang lebih dalam dan santun daripada  itu dimana didalamnya terdapat kolaborasi yang harmonis dari Membangun Misi, Visi dan Harapan, Kekuatan Spiritualitas, Kekuatan Emosional dan Manajemen Diri.

 

Membangun Misi, Visi dan Harapan

Misi utama hidup manusia untuk beribadah kepada Tuhan sedangkan Visi adalah apa yang kita imajinasikan, inginkan dan pikirkan. Kemunculan visi karena bercampurnya antara pengetahuan keyakinan dan perasaan yang membentuk imajinasi, keinginan dan pikiran baru tentang masa depan.

Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan keluhuran budi pekerti (HR Bukhari.) Sifat yang luhur dan terpuji adalah cinta kebenaran, kesabaran (Ismail ketika akan disembelih oleh Ibrahim), kasih sayang, kedermawanan, keberanian dan keadilan.

Manusia hidup dalam spektrum perjalanan panjang yang diawali dengan kelahiran dan diakhiri dengan kematian dengan harapan tujuan akhir dan visi yang besar untuk bertemu Tuhan di Surga

 

Kekuatan Spiritualitas

Tuhan tidak pernah tidur dan selalu mencatat apa yang dilakukan manusia. Tidak ada satupun kejadian yang tidak diketahui oleh Tuhan, dan yakinilah bahwa Tuhan akan selalu melihat kita dalam 24 jam.

Spiritual adalah keyakinan atau berhubungan dengan sesuatu kekuatan yang paling tinggi, kekuatan Kreatif (Ozier, Erb, Blais &Wilkinso)

Kekuatan Spiritualitas ditentukan oleh kekuatan keyakinan dan kekuatan prinsip-prinsip dalam hidup. Tidak ada yang bisa membawa kita damai dan sejahtera selain kemenangan prinsip-prinsip seperti prinsip Ibrahim dalam menyembelih Ismail. Kekuatan Spiritual akan menjadikan kita memiliki arah dan tujuan pribadi yang jelas diatas prinsip yang kuat dan benar dengan tidak mengharap imbalan didunia melainkan imbalan di akhirat.

Kekuatan Emosional

Kegagalan mengendalikan hawa nafsu (emosionalitas) dapat mengalahkan kemampuan berpikir rasionalitas, sehingga dapat menurunkan produktifitas berpikir, bersikap dan bertindak. Tindakan dan emosi yang tidak berakar pada nilai-nilai spiritual maka laksana pohon tinggi yang tidak berakar kuat akan rawan diterjang gelombang badai ujian.

Berani hidup jangan takut mati. Takut mati jangan hidup.Takut hidup mati saja (KH. Imam Zarkasy)

Yang dikatakan kuat bukanlah yang menang bergulat tetapi yang dapat mengendalikan dirinya pada waktu marah (ketika Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih anaknya)

 

Manajemen Diri

Manejemen adalah pengaturan dan jika tidak ada sasaran dan keteraturan hidup maka tidak ada kemuliaan. Melakukan ibadah (QURBAN) dengan teratur bagi seorang muslim yang mampu menunjukkan kemampuan manejemen diri yang baik.

Tuhan mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi yang utuh memiliki integritas dan tidak munafik yaitu pribadi-pribadi yang memiliki kesatuan antara keyakinan ucapan dan tindakan. Semua hukum, nilai-nilai, akhlak dan kebenaran memerlukan integritas untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hidup bersifat fitrah alam yang hanya dapat memetik buah hanya setelah menyiapkan benih, menanam, menyirami, memupuk dan merawatnya.

 

(Eddy Prazet, DVM., staf ahli Drupadi Foundation)

 


Aksi

Information

2 responses

9 12 2008
win's

Isinya Sangat Menyentuh sekali dan Maknaya sangat dalam untuk sebuah pencerahan diri……

10 12 2008
Vet

Enchanting…very enlighted

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: