“THE FIVE OF FREEDOM” animal welfare dalam kajian Islam

11 12 2008

4709016823Penjara Metropolis, Lantai 4, Sel No. 13, 30 Pebruari Th. 2017, berpenghuni Si Bejo yang nasibnya tak seberuntung namanya sejak dia divonis pengadilan 6 Bulan karena seharian membiarkan kucingnya ketakutan tidak bisa turun dari pohon, selain Bejo kasus serupa juga menimpa Amara karena lupa memberi makan burungnya sampai mati didalam kandang dan divonis 12 bulan oleh pengadilan. Potret diatas kedepan mungkin bisa terjadi pada siapa saja termasuk kita yang melanggar Undang-Undang tentang Kesejahteraan dan Perlindungan Hewan yang RUUnya baru di apply pemerintah ke dewan.

“Tiada makhluk yang merayap di bumi, tiada burung yang terbang dengan sayap-sayapnya, melainkan mereka adalah umat-umat yang serupa dengan kamu. Kami tidak mengalpakan sesuatu di dalam Alquran, kemudian kepada Pemelihara mereka, mereka akan dikumpulkan.” (Surah 6:38).

ANIMAL WELFARE diartikan sebagai kesejahteraan satwa yaitu suatu usaha untuk memberikan kondisi lingkungan yang sesuai bagi satwa sehingga berdampak ada peningkatan sistem psikologi dan fisiologi satwa. Kegiatan ini merupakan kepedulian manusia yang diberikan dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup secara individual terutama bagi satwa yang terkurung dalam kandang atau terikat tanpa bisa leluasa bergerak. The five of freedom (lima hak kebebasan) merupakan pedoman untuk mengetahui apakah satwa-satwa tersebut sejahtera dan sekaligus langkah yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan satwa.

Kesejahteraan hewan di Indonesia harus sudah mulai dipublikasikan kepada masyarakat. Sebetulnya dalam praktek sehari-hari masyarakat (peternak) telah memperlakukan hewan peliharaannya dengan baik dengan penuh kasih sayang karena mereka sadar bahwa dengan perlakukan yang baik hewan akan sehat, cepat tumbuh menjadi besar dan segera dapat dijual. Namun karena tuntutan kebutuhan industri peternakan untuk memacu produksi peternakan dengan menerapkan peternakan intensive masalah kesrawan mulai muncul. Pelanggaran kesejahteraan hewan menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan bagi hewan belum mendapat perhatian secara serius. Salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam mensosialisasikan kesejahteraan hewan kepada masyarakat yaitu dengan melaksanakan pendidikan. Dan bersama-sama dengan masyarakat mendorong pemerintah untuk segera menerbitkan dan mengimplementasikan undang-undang kesejahteraan hewan dan perlindungan hewan .

Lima hak kebebasan hewan dapat diuraikan sebagai berikut :

1.BEBAS DARI RASA LAPAR DAN HAUS Tersedianya air minum dan makan yang layak, higienis dan memenuhi gizi serta sesuai dengan   musim. Pemberian makanan yang tepat dan proporsional.

2.BEBAS DARI RASA PANAS DAN TIDAK NYAMAN Adanya tempat berteduh, area untuk istirahat dan fasilitas yang sesuai dengan perilaku satwa.

3.BEBAS DARI LUKA, PENYAKIT DAN SAKIT Pengobatan dan pencegahan penyakit, diagnosa yang cepat dan tepat serta lingkungan yang higienis sehingga kuman patogen (bahaya) dapat dicegah dan dikontrol.

4.BEBAS MENGEKSPRESIKAN PERILAKU NORMAL DAN ALAMI Tersedianya ruang tempat tinggal yang memadai, fasilitas kandang yang sesuai dengan tingkah laku (behavior) satwa dan adanya teman untuk berinteraksi sosial.

5.BEBAS DARI RASA TAKUT DAN PENDERITAAN Tidak ada konflik (pertengkaran) antar atau lain species, tidak adanya gangguan dari hewan pemangsa (predator).

Hewan di peternakan, dipekerjakan, kesayangan, percobaan, serta untuk pertunjukkan bahkan yang masih liar sekalipun menginginkan adanya kondisi lingkungan yag alamiah, aman dan nyaman. Perlakuan yang tidak menyiksa dan melukai hewan.stress merupakan tanda hewan tidak sejahtera. Bila terus dibiarkan akan berdampak pada gangguan reproduksi,metabolisme, fungsi immune (kekebalan tubuh), tingkah laku, pertumbuhan serta perkembangan dari satwa tersebut. Stres tidak bisa dibiarkan terus menerus, harus segera dicegah dan tingkatkan kesejahteraan satwa. Dari sudut pandang dokter hewan stress merupakan bahaya potensial yang berdampak pada semua aspek kesehatan satwa.

Ajaran Islam jika dikaji dengan cermat mengungkapkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, terutama ajaran yang berkaitan dengan kesejahteraan hewan. Islam tidak melarang vegetarisme. Patut diperhatikan bahwa banyak negara Islam sekarang ini mulai sadar akan manfaat dari diet vegetarian dan melihat bahwa vegetarisme dibenarkan oleh kepercayaan Islam. yang sangat aktif dalam mempromosikan manfaat diet vegetarian murni di dunia Islam modern, baik itu ditinjau dari sudut kesehatan maupun kesejahteraan hewan. dan menunjukkan bagaimana kebaikan hati dan keasih sayang kepada hewan adalah kebajikan yang diterangkan secara rinci oleh Islam.

Dalam Kitab Suci Alquran banyak ayat-ayat yang mengacu pada kesucian hidup hewan dan hak-hak hewan yang sederajat untuk hidup dalam damai, mencari Tuhan, dan berkembang menuju kesadaran Tuhan, serta serupa dengan manusia di bumi ini.

“Tidakkah kamu melihat bagaimana segala yang di langit dan di bumi menyanjung Allah, dan burung-burung mengembangkan sayap-sayap mereka? Masing-masing – Dia mengetahui solatnya, dan sanjungannya, dan Allah mengetahui apa yang mereka buat. (Surah 24:41)

Komunitas hewan yang terbentuk akan menawarkan pelayanan mereka kepada umat manusia. Kitab Suci Alquran sama sekali tidak menganjurkan agar kita menjadi pencabut nyawa mereka:

“…Begitulah Kami menundukkan mereka untuk kamu, supaya kamu berterima kasih.” (Surah 22:36)

“Dia yang melantik kamu khalifah-khalifah (pengganti-pengganti) di bumi.” (Surah 35:39)

Alquran menekankan bahwa hewan dan manusia memiliki hak yang sama terhadap kekayaan bumi , juga mengatakan bahwa di mata Tuhan, mereka sama dengan manusia, dan Tuhan berkomunikasi dengan mereka dengan cara yang sama persis dengan manusia(Surah 25:48-49, 32:27, 79:31-33 

Kepercayaan dan ajaran Islam dengan kuat mengakui kesucian kehidupan hewan. Islam tidak pernah menyuruh manusia untuk membunuh hewan dan memakan dagingnya. Kitab Suci Alquran dan banyak Orang Suci Muslim menekankan manfaat dari vegetarian consumption dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia serta ekologi.

 

Masyarakat Indonesia dengan kultur masyarakat yang agamis, mestinya dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam usaha perwujudan akan kesejahteraan hewan, kita semua harus percaya bahwa semua agama pasti memerintahkan kita menuju kebaikan dan melarang kita berbuat dosa dan kerusakan, begitupun bila hal tersebut diterapkan dalam konsep kesejahteraan hewan.

Jika kemakmuran hewan tercapai, maka tercukupilah kebutuhan pangan yang sehat, dan akan semakin kuat menghadapi segala macam penyakit. Tak sekadar penyakit yang menyerang binatang itu sendiri namun juga yang dapat menular kepada manusia.Kesejahteraan terkait pula dengan lingkungan, dia tak dapat berdiri sendiri. Makin baik lingkungan tempat hewan tinggal makin terjaga pula kesehatannya.

“SAVE ANIMAL, ENJOY YOUR LIFE”

(Eddy Prazet, DVM., staf ahli Drupadi Foundation)

 

 


Aksi

Information

6 responses

12 12 2008
Vet

Animal welfare need to be imposed in our country. If we admit as civilized beings we should concern to animal welfare

12 12 2008
Agustian

ok, vet!

15 12 2008
R.Tri prayudhi

Bagus artikelnya…….bila satwa sejahterah manusia juga akan sejahterah

22 07 2010
m.hariyanto

saya kurang sepakat istilah animal welfare dengan kesejahteraan satwa, karena menurut saya sejahtera=kaya raya atau banyak harta dan tidak menjamin bahagia, hingga ada nyanyian bagai burung disangkar emas= walau kaya tapi tak bahagia, saya lebih suka dengan penggunaan istilah peduli satwa, sulit sih memang untuk mengetahui bagaimana takaran satwa bahagia dan sejahtera karena belum ada teknologi yng bisa menterjemahkan bahasa satwa, jika harus meninggalkan mengkonsumsi satwa wah …kayaknya kurang arif juga karena dlm islam hanya satwa tertentu saja yang tdk boleh dimakan.

22 07 2010
m.hariyanto

sorry lupa, terima kasih artikelnya manarik
Assalamualikaum WR.WB

22 07 2010
Agustian

Salam, terima kasih atas komentarnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: