TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1430H :sebuah komitmen dan harmoni dari introspeksi, motivasi dan implementasi

29 12 2008

masjidku7“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati dimuka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Surat An-Nisa ayat 100)

“Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya karena Allah dan RasulNya,maka hijrahnya iyu menuju Allah dan RasulNya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan”. (Hadist Riwayat Bukhari Muslim)

INTROPEKSI
Menjelang Tahun Baru 1430H ini sudah saatnya kita mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat. Introspeksi diri dalam menyambut tahun baru hijriah, adalah sangat-sangat perlu bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat, penilaian dan penimbanagan ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan kita. Intropeksi dilakukan untuk mengendalikan semua bentuk amalan perbuatan yang hendak kita lakukan dengan penuh pikiran, pertimbangan, dan pertanggung jawaban.

Kita sadar bahwa diakui atau tidak usia kita telah berkurang. Sementara investasi pahala untuk simpanan di akhirat masih sangat tipis, dibanding nikmat-nikmat Allah yang setiap detik selalu mengalir tiada putus-putusnya .

“Seorang mu’min tidak akan pernah terjerumus dalam jurang yang sama dua kali”. (HR Muslim).

Dari sini kita akan lebih banyak belajar pada sejarah untuk membangun masa depan kita. Dalam arti kata lain kita akan menjadi pribadi yang pandai membangun masa depan berdasarkan pikan masa lampau yang santun. Dan kita dengan langkah ini tidak mengulang kesalahan masa lalu.

MOTIVASI

Memahami tahun hijriyah akan lebih mengakrabkan kita dengan alam, dan otomatis akan lebih mendekatkan kita kepada Allah Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW. dari kota Makkah menuju kota Madinah. Setiap awal tahun hijriyah seperti ini kita seharusnya sebagai umat Islam segera membangun semangat baru untuk meningkatkan ketakwaan dalam diri kita. Meningkatkan ketaatan kepada Allah.

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada(Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.(Surat At-Taubah ayat 105).

Hijrah adalah momentum kebangkitan kaum Muslim. Nilai utamanya bukanlah pada proses perpindahannya. Tapi pada keyakinan tadi : Bahwa kita tidak pernah sendiri, ada Allah di atas kita, dan Allah-lah yang menjadi alasan dan tujuan segala gerak dalam hidup seorang hamba.Hijrah adalah perpaduan yang sangat seimbang antara keyakinan yang kuat dengan kekuatan amal yang nyata. Inilah motivasi yang paling tinggi bagi seorang mukmin. Perubahan besar yang terjadi karena perpaduan keduanya menjadi sangat luar biasa

Dari studi literatur ada 5 (lima) perpaduan unsur motivasi berbasis Qur’an :

1. Pekerjaan kita diperhatikan oleh Allah, sehingga menuntut optimasi tanpa batas.
2. Pekerjaan kita juga telah diberikan bingkai prinsip dasar oleh apa-apa yang dicontohkan oleh RasulNya. Bingkai        yang diberikan oleh Rasulullah ini begitu utuh, ada bingkai keadilan, ada bingkai    hubungan sosial, ada bingkai pelestarian lingkungan, ada bingkai waktu, ada bingkai hak dan kewajiban dan banyak lagi.
3. Pekerjaan kita mestilah berhasil guna, mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi banyak orang.
4. Ada banyak bagian yang kita tidak ketahui dari pekerjaan kita. Ada campur tangan yang tak terjangkau oleh akal dalam keberhasilannya atau bahkan kegagalannya.
5. Optimasi kerja akan selalu berhadapan dengan keterbatasan manusiawi. Tapi tidak ada yang sia-sia karena pekerjaan kita bukan saja berorientasi dunia, tapi harus menembus ruang dan waktu, menjadi tabungan pensiun di masa kekal dimana kita tidak dituntut untuk bekerja lagi.

Dengan datangnya tahun baru ini, semoga semangat untuk membangun kemegahan akhirat lebih kuat dari semangat untuk membangun kemegahan dunia. Dalam permulaan tahun baru hijriyah ini, kita umat Islam membangun tekad baru, untuk meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kepada Allah dengan penuh kesadaran.

IMPLEMENTASI

Dengan datangnya Tahun Baru 1430H ini kita tingkatkan kuantitas dan kualitas amalan yang baik untuk kita kerjakan. Dan meninggalakan semua perbuatan yang tidak bermanfaat. Kita senantiasa berusaha untuk menjadi hamba Allah SWT yang taat akan perintahnya, dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangannya. Dan bukanlah Allah SWT telah berfirman bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah, dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan, baik itu dalam beribadah, bekerja, bermasyarakat, dan berkreasi. Marilah kita ganti kemaksiatan dengan semangat memperbanyak amalan-amalan saleh.

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu Muhammad, maka jika kalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kamu sekalian dikembalikan”. (Surat An-Anbya34-35)

Manusia memiliki batasan waktu, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak akan mengundurkannya barang sesaatpun, dan tidak dapat pula memajukannya. yang pasti kesempatan itu tidak akan pernah ada untuk kedua kalinya. Ini berarti umur kita bukannya semakin bertambah, tetapi sebaliknya dari tahun ketahun umur kita semakin berkurang. Oleh sebab itu marilah kita isi hidup kita ini dengan memperbanyak amalan soleh, belajar dengan giat, bekerja dengan ikhlas, dan beribadah dengan hanya mengharap ridho Allah SWT semata.

Maka marilah kita pergunakan kesempatan hidup ini dengan meningkatkan taqwa kita kepadanya dan menambah semangat beramal ibadah yang lebih besar lagi. Kembali kepada masalah introspeksi diri dalam menyambut tahun baru hijriah, adalah sangat-sangat perlu bagi kita untuk berkaca diri, menilai dan menimbang amalan-amalan yang telah kita perbuat, penilaian dan penimbangan ini bukan hanya untuk mengetahui seberapa besar perbuatan kita. Tapi itu semua dilakukan untuk mengendalikan semua bentuk amalan perbuatan yang hendak kita lakukan dengan penuh pikiran, pertimbangan, dan pertanggung jawaban.

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya”. (HR Achmad).

Berbahagialah bagi mereka yang memperoleh nikmat umur yang panjang dan mengisinya dengan amalan-amalan yang baik dan perbuatan-perbuatan yang bijak. Adalah suatu tindakan yang bijak, jika manusia berbuat salah kemudian ia sadar dan memperbaiki kesalahannya dengan berbuat amalan yang baik dengan komitmen tidak akan mengulangi kesalahannya itu.

 

“Selamat Jalan 1429 H, Selamat Datang 1 MUHARRAM 1430H ”
Semoga Allah memberi segala kemudahan bagi kita
Wallahu A’lam
Laa Haula wa Laa Quwwata Ila Billah

 (Eddy Prazet, DVM., Staf Ahli DRUPADI FOUNDATION)

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: