PENDIDIKAN MULTIKULTUR MASYARAKAT BEKASI SEBAGAI WUJUD MASYARAKAT MAJEMUK

25 05 2010

Keberagaman (diversity) masyarakat Bekasi adalah sesuatu yang unik untuk dibahas. Keberagaman tersebut bisa dicirikan dengan beragamnya kelas (strata), agama, dan bahasa, termasuk gender, orientasi seksual, usia serta keterbelakangan mental dan pisik. Kesemua itu adalah bagian dari elemen-elemen budaya masyarakat  Bekasi yang begitu beraneka ragam corak dan bentuknya.

Terkadang ekspos dari media seperti televisi, radio dan media lainnya memberikan ruang bagi anggota masyarakat untuk bersikap sterotype terhadap sebuah typical karakter masyarakat atau etnik tertentu. Kalau digambarkan seperti sebuah tayangan TV tentang film Mafia Italy yang menggambarkan betapa kejamnya kelompok mafia tersebut terhadap musuh-musuhnya antar geng. Hal ini membuat stereotype sebagian anggota masyarakat beranggapan bahwa orang-orang  Italy terbiasa dengan pola hidup seperti itu. Tentu hal ini akan merugikan etnik Italy ketika mereka bergaul dan bersosialisasi di dalam masyarakat.

Peristiwa di atas adalah sebagai salah bentuk miskonsepsi yang ada pada masyarakat kita. Oleh karena itu peran kita sebagai guru adalah membantu para siswa untuk dapat menginterpretasi dan menganalisa petunjuk-petunjuk budaya yang ada pada masyarakat sekitarnya dan yang dihadapinya sehari-hari, sehingga akan meminimalisir kesalahanpahaman terhadap persepsi budaya di luar dirinya.

Pendidikan Multikultur adalah suatu bentuk pendidikan yang mengacu pada pemahaman terhadap keberagaman bentuk budaya yang ada di dalam sebuah masyarakat melalui proses penginterpretasian dan penganalisaan terhadap isyarat-isyarat budaya tertentu di masyarakat baik dalam bentuk skala mikro maupun makro.

Dengan mengaplikasikan pendidikan multikultur akan memberi ruang kepada para siswa untuk memiliki kemampuan beradaptasi terhadap beragam warna dan corak budaya yang ada di sekitar lingkungannya dan pula membekali siswa untuk tidak selalu mengukur segala sesuatu berdasar ukuran kebiasaannya sendiri yang membawa kepada kesalahpahaman di lingkungan masyarakatnya.

Philip Randolph dalam pidatonya pada momen “Washington DC Movement Converence” di Detroit menyatakan kesamaan (equality) adalah the heart and essence of democracy, freedom and justice (jantung,dan esensi dari demokrasi, kebebasan dan keadilan). Salah satu kajian yang amat menarik dalam kajian pendidikan multikultur adalah equality.

Equality (kesamaan) adalah suatu kondisi di mana setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan fasilitas umum yang diberikan oleh pemerintah, seperti pendidikan, kesehatan, jalan, dan lain sebagainya. Prinsip kesamaan ini meniadakan perbedaan baik ras, agama, latar belakang sosial, bahasa, gender ataupun etnik yang ada di masyarakat dalam pemanfaatan sebesar-besarnya fasilitas umum yang tersedia di lingkungannya. . Prinsip kesamaan ini memberikan kesempatan setiap anggota masyarakat untuk memiliki pengetahuan, skill, sikap yang menjadi bekal mereka untuk layak hidup di masyarakat.

Selain itu memahami makna kebudayaan adalah juga menjadi point penting untuk difahami oleh para siswa. Menurut Goodenough, kebudayaan adalah cara seseorang dalam menerima , meyakini, mengevaluasi dan berprilaku. Hal ini berarti budaya akan memberikan pembelajaran kepada anggota masyarakat dengan melalui beberapa pendekatan diawali dengan menerima kemudian meyakini dan menilai budaya tersebut dan akhirnya menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan.

Begitu banyak Kemajemukan (pluralistic) masyarakat yang ada di  Bekasi, sehingga sangatlah penting dikaji tentang kemajemukan dan dampaknya di masyarakat. Kemajemukan adalah suatu kondisi masyarakat yang terkadang ada kemiripan antara bentuk budaya tertentu, terkadang pula begitu besarnya jarak perbedaan antara suatu kebiasaan yang dilakukan oleh tipikal masyarakat tertentu.dibanding dengan kebiasaan masyarakat lain. Hal inilah yang menjadi pemicu kesalahpahaman antar sesama dan terkadang berujung pada permusuhan dan kebencian.

Selain itu memahami konsep demokrasi (democracy) adalah suatu hal yang amat perlu dilakukan, karena konsep ini memberikan kesempatan kepada pihak di luar diri seseorang untuk mengerti dan memahami adanya perbedaan antara satu dengan lainnya, terutama dalam hal perbedaan beropini. Demokrasi didesain untuk mempromosikan nilai-nilai kebaikan yang ada di dalam masyarakat. Hal ini dilakukan dalam rangka menghilangkan penyalahgunaan system dan wewenang dari para penguasa atau pemerintah. Ini berarti rakyat memiliki hak mengungkapkan aspirasi atau pendapatnya yang sesuai dengan naluri pilihannya. Hal ini dapat dilihat ketika adanya pemilihan Walikota, di mana setiap warga Kota Bekasi berhak menentukan pilhannya dan  dilindungi dari paksaan ataupun  provokasi dari pihak manapun.

Perbedaan gaya hidup setiap warga di  Bekasi akan mempengaruhi strata sosial atau kelas di mana warga masyarakat itu berada. Struktur kelas  di dalam masyarakat Bekasi setiap warga yang walaupun awalnya berasal dari kelas bawah, akan tetapi bila ia berusaha keras untuk belajar dan belajar menempuh pendidikan tinggi, Maka orang tersebut akan dapat menembus kepada sturuktur kelas yang lebih tinggi dalam masyarakat (meritokrasi system).

Selanjutnya  strata sosial akan ditentukan oleh beberapa hal di antaranya adalah  pendapatan, pendidikan, pekerjaan, kesejahteraan dan kekuatan di dalam masyarakat. Ini berarti tingkat sosial seseorang dapat diukur berdasarkan beberapa indikator di atas. Makin tinggi nilai indicator yang mereka miliki maka akan semakin baik strata sosial seseorang di dalam masyarakatnya. Sebaliknya makin rendah indicator tersebut, maka strata sosial seseorang akan kurang di mata masyarakat.

Kajian-kajian di atas akan dapat dikembangkan dalam rangka memenuhi akan kebutuhan masyarakat di  Bekasi yang majemuk dan sudah pasti berbeda karakter, kebiasaan, bahasa, dan budaya secara keseluruhan. Untuk itu amatlah penting menenggarai berbagai kepentingan yang kemudian dijadikan bahan kajian dalam pendidikan multikultur di Bekasi.

Konsep pendidikan multikultur perlu dikembangkan dan direalisasikan dalam wujud lebih real di setiap jenjang sekolah di  Bekasi. Pengembangan konsep ini bisa dilakukan dengan membrekdown kebutuhan-kebutuhan apa saja yang hendaknya dipenuhi sampai pada lapisan gress root, agar dapat memberikan kuda-kuda yang kuat pada warga  Bekasi dalam bermasyrakat. Selain itu  juga yang terpenting adalah dengan menjadikan pendidikan multikultur sebagai sebuah agenda pembelajaran di sekolah akan membantu Pemda  Bekasi untuk membangun tipikal masyarakat yang maju dan berbudaya tinggi. Dengan karakter saling menghargai, membangun, mengingatkan dan menginovasi demi percepatan kemajuan Kota Bekasi yang  Agamis dan Cerdas.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: