Rekam JeJak Sahabat Merah Putih Saat Erupsi Merapi Sejak 2 Nopember 2010 Di Selo – Boyolali

5 02 2011

¨ Deskrispsi “ Sahabat Merah Putih “

Awalnya kami mengira saat gunung merapi erupsi tanggal 26 Oktober 2010, merapi telah usai memenuhi janjinya. Dorongan itulah yang mengantarkan kami ke daerah Selo – Boyolali suatu daerah dengan zona 5 km (ring 1) dari puncak merapi di bagian utara.

Saat itu, tanggal 2 Nopember 2010 jumlah relawan hanya belasan orang dengan dukungan logistik cukup untuk memenuhi kebutuhan pengungsi 500 orang. Ditambah program trauma healing telah dirancang dan dipersiapkan sebelum kedatangan kami di wilayah gunung merapi.

Tetapi merapi berkehendak lain, tanggal 3 Nopember 2010, Merapi kembali melazimkan erupsinya saat matahari terbenam, dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang kami miliki, atas azas rasa kemanusiaan kami melakukan apa yang kami bisa dan ada. Tidak menjauh dari gunung merapi bukan berarti melawan kedikjayaan merapi melainkan selalu bersama masyarakat lereng merapi yang saat itu butuh “ditemani” agar segala keluh kesahnya di rasakan, agar segala ketakutannya ditanggung bersama dan agar selalu hadir dalam kehangatan satu keluarga yaitu Indonesia Raya.

Gelombang energi yang terdiri dari emosi keshalehan kian memuncak dengan rasa ingin berbuat lebih banyak “menemani” masyarakat lereng merapi yang tengah kesendirian akibat ketidakberdayaan pemerintah  daerah Boyolali mengatasi keluh kesah rakyatnya. Di Sanalah kami menyatukan tekad sesama relawan dengan membentuk wadah berwajah egalitarian berwawassan kebangsaan yaitu SAHABAT MERAH PUTIH. Kami mengalirkan virus “kebersamaan anak bangsa” berbuat untuk berbagi atas dasar Merah Putih. Model kerelawanan bercorak kultural menjadi pilihan beberapa sahabat kami yang telah bergabung dalam konsorsium yang dengan sendirinya telah dilegalkan semesta Gunung Merapi. Telah meyatukan hati dalam persaudaraan Sahabat Merah Putih yaitu ; Drupadi Foundation, Sehati Gapul Galas, Yayasan Rumah Hati, Mustang 88 FM, Nurul Dholam, DMC Dompet Dhuafa, Corps Dakwah Pedesaan, UIN Yogyakarta, UIN Jakarta, UPN Surabaya, UPN Yogyakarta, UNISSULA Semarang, UMS, aktivis pemuda Batu-Malang dan relawan lokal lereng merapi-merbabu.

¨ Evakuasi

Rabu, 3 Nopember 2010 sekitar pukul 18.00 masyarakat lereng gunung merapi kecamatan Selo – Boyolali berhamburan turun dari lereng gunung dengan menggunakan kendaraan roda empat pick up, kendaraan roda dua dan banyak juga yang berjalan kaki ketika gunung Merapi erupsi dengan suara bergemuruh dan suara petir di puncak merapi yang diakibatkan adanya penumpukan awan bermuatan vulkanik. Diperkirakan gelombang eksodus pengungsi berjumlah 6.000 orang terdiri dari bayi, anak-anak, dewasa dan lanjut usia.

Eksodus masyarakat lereng merapi yang mendiami bagian utara gunung merapi dapat dimaklumi karena berjarak hanya 4 km dari puncak merapi. Tim relawan yang saat itu berkekuatan 18 orang memaksimalkan pendampingan masyarakat lereng merapi yang hendak mengungsi dengan memberikan masker,  air minum dalam kemasan berbentuk gelas, 1 (satu) unit ambulance dan 2 unit kendaraan minibus untuk proses evakuasi. Tim menghentikan evakuasi karena sudah memastikan bahwa tidak ada orang yang tertinggal dengan menyisir jalan raya selo yang digunakan shelter oleh para pengungsi.

Tim selanjutnya menentukan spot untuk pengungsian di Desa Surodadi yang dianggap aman, belakangan diketahui bahwa desa tersebut hanya berjarak 8 km dari puncak merapi. Hal ini bisa dimaklumi karena pemerintah Boyolali tidak memiliki protap jalur evakuasi dan manajemen tanggap bencana yang well prepared. Selanjutnya Tim memberikan kepada pengungsi berupa selimut, tikar dan makanan selama di pengungsian.

Kamis, 4 Nopember 2010 sekitar pukul 17.30 tersiar kabar bahwa gunung merapi telah ber-erupsi kembali dengan kekuatan lebih besar dari tanggal 3 nopember. Sekitar pukul 19.00 Tim mendapat kabar dari Mas Marwan  salah satu tim SAR Selo bahwa diperintahkan untuk menjauh dari zana merapi sampai 20 km. Tim akhirnya memutuskan untuk melakukan evakuasi kembali. Kini Tim memiliki kerja yang berat karena pengungsi terdahulu harus ditambah dengan masyarakat Surodadi yang harus di ungsikan juga. Tim menentukan spot pengungsian di Desa Candisari – Ampel Boyolali, dengan keterbatasan logistik yang tersisa Tim membagikan kembali keperluan pengungsi berupa selimut, kebutuhan bayi dan supplay makanan berupa mie instant, beras, nasi bungkus, roti dan air minum dalam kemasan. Selanjutnya Tim mendirikan dapur umum.

 

¨ Supplay Logistik Dan Dapur Umum “

Selama pengungsi di camp pengungsian ( mendiami rumah penduduk dan kantor kepala desa yang berada di Ampel-Boyolali ) Tim yang saat itu telah memproklamirkan dirinya menjadi Sahabat Merah Putih mendirikan Dapur Umum yang berada di desa Ngegek Ampel – Boyolali memproduksi antara 1000 – 2000 nasi bungkus setiap harinya dan menghentikan kegiatan dapur umum sekitar tanggal 18 Nopember 2010 mengingat pengungsi telah kembali ke tempat kediaman masing-masing.

Saat itu Sahabat Merah Putih meng-cover kebutuhan pengungsi yang mendiami 33 titik pengungsian di wilayah Ampel Boyolali berjumlah 3,596 orang terdiri dari 97 balita, 500 anak-anak , 110 Lansia dan 2,999 berkisar usia 13-60 tahun. Selain distribusi nasi bungkus. Sahabat Merah Putih mensupplay logistik berupa ; mie instant (kemasan karton), air minum dalam kemasan (kemasan karton), beras (kemasan karung), selimut, tikar, kebutuhan mandi dan cuci, makanan bayi, susu, teh, gula, sarung, pakaian (baru), pakaian layak pakai, biskuit, kue kering, pampers, pembalut wanita dan lain-lain.

 

¨ Pemutaran Film “

Untuk menghidari rasa kejenuhan para pengungsi, Sahabat Merah Putih membuat program untuk malam hari berupa “ Barak theatre “ dengan memutarkan film sebagai berikut :

– Tanggal 4 Nopember di Aula Desa Candisari Judul Film My Name Is Khan

– Tanggal 10 Nopember di Musholla Dukuh Cuken Judul Film Laskar Pelangi

– Tanggal 11 Nopember di Musholla Dukuh Karangtalun Judul Film Laskar Pelangi

 

¨ Trauma Healing “

Tujuan kegiatan   :  Membantu mengurangi resiko trauma terutama bagi anak-anak korban dampak merapi yang berada di pengungsian daerah candisari dan sekitarnya.

Sasaran                :  Anak-anak pengungsian yang berasal dari lereng merapi bagian utara kecamatan Selo- Kabupaten Boyolali

 

NO

Tanggal Tempat Kegiatan Bentuk Kegiatan

1

9 Nov 2010 All Survey
2 10 Nov 2010 Gatak-Kembang Perkenalan dan game-game penyemangat. Peserta 20 anak
3 11 Nov 2010 a.  Cuken (pagi) 

b.  Gatak (sore)

Permainan, diselingi dengan pembekalan materi-materi keagamaan. 

Cuken 35 anak. Gatak 25 anak

4 12 Nov 2010 a.   Karang Talun 2 

b.   Gatak

c.    Balai desa Ngagrong

Permainan dan pembekalan materi agama
5 16 Nov 2010 a.    Gatak 

b.    Cuken

c.     Balai desa Ngagrong

d.    Tonolayu

e.     Surodadi ampel

Jumlah personel bertambah. Lima lokasi dalam satu waktu. Trauma healing yang dikemas dalam TPA.

 

¨ Pemeriksaan Kesehatan “

Dampak pengungsi di tempat pengungsian bukan saja secara phisikys tetapi juga berdampak timbulnya penyakit yang diakibatkan menurunnya daya tahan tubuh dan pola hidup selama dipengungsian. Konsorsium Sahabat Merah Putih yang turut membidani bidang kesehatan melakukan pemeriksaan dan pengobatan para pengungsi sebagai berikut :

–   Tanggal 4 Nopember 2010 bertempat di posko Surodari oleh Tim LKC Dompet Dhuafa. Dengan sasaran para pengungsi yang berasal dari lereng merapi yang tadi malam mengungsi di wilayah Surodadi

–     Tanggal 12 – 15 Nopember 2010 Tim relawan  human care Universitas Sultan Agung Semarang yang berjumlah 9 orang diketuai oleh Sapto Brastokoro terdiri dari dokter dan perawat melakukan tindakan pemeriksaan kesehatan kepada pengungsi di wilayah Ampel – Boyolali yang menyebar di beberapa titik pengungsian (rumah penduduk)

 

¨ Penyuluhan, Pemberian Vitamin Dan Pakan Ternak “

Dompet Dhuafa melalui “Kampoeng Ternak” melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang ternak sapi dan pemberian nutrisi/vitamin di balai pertemuan dukuh plalangan pada hari rabu, 3 Nopember 2010 dengan dihadiri sekitar 60 peternak sapi.

Mengingat sejak erupsi besar mengalami puncaknya tanggal 5 Nopember 2010 hampir seluruh areal rumput di lereng merapi tertutup material abu vulkanik. Sahabat Merah Putih menyuplai pakan berupa rumput kepada peternak sapi yang berada di desa Lencoh pada tanggal 19 Nopember 2010.

 

¨ Penyaluran Hewan Qurban “

Menjelang hari raya Iedul Adha, Sahabat Merah Putih menerima hewan qurban sebanyak 18 ekor sapi dan 5 ekor kambing dengan sohibul qurban sebagai berikut :

– 1 ekor sapi atas nama Alm. H. Sudharmono Bin Wiriodirejo

–  1 ekor sapi atas nama Sri Adyanti Binti Sudharmono

– 1 ekor sapi atas nama  Ratu emma Norma Sudharmono

– 1 ekor sapi atas nama masing-masing Alm H. Sudharmono Bin Wiriodirejo, Kuneng Bin Abdullah B.M, Andi Saming Binti Andi Atjo

– 1 ekor sapi atas nama masing-masing H. Tantyo Aji Pramudyo Bin Sudharmono, Mnawarah Binti Bau Kuneng, Dhaneswara S Bin Tantyo AP, Dhani Isti Aditiyanti Binti Tantyo AP, Normastuti Adhidni Murkhimidah Binti Tantyo AP.

– 1 ekor sapi atas nama Ny. Jundan

– 2 ekon sapi pemberian dari Jamaah Masjid Al-Ikhlas

–  10 ekor sapi pemberian dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pemberian hewan qurban tersebut telah disalurkan sebagai berikut :

–  6 ekor sapi dan 5 ekor kambing di wilayah Ngegek dan Candisari ( Kecamatan Ampel Boyolali )

– 1 ekor sapi di plalangan Selo – Boyolali

– 1 ekor sapi di Jaraan Selo – Boyolali

– 5 ekor sari di daerah pabelan – magelang

– 1 ekor sapi di UIN Yogyakarta

– 1 ekor sapi di Muntilan – Magelang

– 1 ekor sapi  di Salam – Magelang

– 2 ekor sapi di daerah boyolali

 

¨ Investigasi Kerugian Material “

Insfrakstruktur

a. Bangunan

Kondisi rumah tinggal masyarakat seluruhnya hampir beratap abu tebal, hampir 80% kondisi kontruksi atap genting bangunan rumah tinggal banyak melengkung ke arah bawah karena banyak menanggung beban abu yang menempel (serta hujan yang tidak stabil (rintik-rintik) menyebabkan kondisi atap semakin banyak menangung beban abu). Secara khusus kondisi rumah yang hancur kurang lebih sebanyak 55 rumah tinggal, 51 kandang ternak, 3 masjid, 2 sekolah dasar  (spesifikasi kerusakan: kontruksi atap, dapur, teras  dan rumah roboh total).

b. Penerangan

Kondisi dari pertama kali gunung Merapi erupsi hingga saat laporan ini dibuat mengalami mati total, penerangan yang ada menggunakan sentir/obor dari bahan bakar minyak tanah dan solar yang sangat terbatas disetiap dukuhnya (biasanya setiap malam meraka berkumpul menjadi satu untuk mendapatkan kebutuhan penerangan). Mereka (para penduduk tempatan) menuturkan akan harapan bantuan genset untuk penerangan sementara serta bahan bakar minyak tanah dan solar yang mereka butuhkan untuk penerangan rumah serta penerangan jalan.

c. Pengairan

Sumber pengairan daerah sekitar Selo-Boyolali sangat terbatas. Pengairan menggantungkan pada sumber besaran debit air, selain itu juga terbatasnya sumber mata air pada daerah tersebut yang letaknya kurang lebih hampir memerlukan 5-10 KM panjang pipa air menuju sumbernya. System pengairan masyarakat menggunakan model paralel disetiap dusunnya, selain itu minimnya bak penampungan di setiap dusun yang hampir dihuni lebih dari 100 jiwa dari data jiwa dusun yang terkecil. Alur atau denah jalannya pipa air menuju setiap dukuh melewati jalur rawan/ bahaya berupa tebing-tebing terjal serta aliran sungai seperti sungai jalan air dan jalur lahar gunung Merapi. Sumber mata air warga sekitar dari sumber kali Apu, kali Sepi, sehingga memerlukan bantuan tiang-tiang pancang untuk menghubungkan pipa air yang melintasi tebing-tebing disekitar gunung Merapi. Kondisi pengairan masyarakat setelah terjadinya erupsi gunung Merapi sangat menghawatirkan, debit air yang diterima masyarakat sangat terbatas, tiang-tiang pancang pipa penghubung tebing-tebing juga tidak normal kembali, banyak yang retak dan hampir terlepas disebabkan gerakan tanah dari gempa tektonik juga dikarenakan kedalaman tiang pancang yang tidak ergonomis. Selain itu pipa-pipa air banyak juga yang terputus dan hancur akibat terkena tumbukan patahan pohon serta batu-batuan aliran lahar dingin. Selain air dan sanitasi, kebutuhan masyarakat akan MCK juga sangat kurang jumlah maupun kwalitasnya.

2.       Pendidikan

Pendidikan masyarakat sekitar gunung Merapi di daerah sekitar Selo, semenjak erupsi terjadi mengalami kelumpuhan.  Sekolah-sekolah sudah mulai buka sejak tanggal 22 nov 2010 tetapi masih belum berjalan dengan lancar  karena status merapi sampai saat ini masih awas. Satu sekolah mengalami kerusakan di daerah Tlogolele.

3.       Kesehatan

Kecuali penyakit  ISPA, batuk-pilek, tidak ada keluhan berarti dari masyarakat, baik balita-dewasa maupun lansia. Namun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dari bahaya debu abu vulkanik kurang mendapat perhatian serius baik dari msyarakat itu sendiri maupun pemerintah setempat.

4.       Pertanian

Semenjak erupsi terjadi pertanian warga lumpuh total dan mengalami kerugian besar karena gagal panen dan berhentinya gerak pokok perekonomian masyarakat. Kurang lebih untuk mengembalikan stabilnya gerak pertanian masyarakat baru dapat di lihat hasilnya 4 bulan ke depan. Kebutuhan akan pupuk sangat diharapkan seperti Urea, Za, pupuk organic serta kebutuhan bibit tanaman kol, wortel, daun bawang, tomat, kacang panjang, dan jagung.

 

¨ Rehabilitasi “

Terhitung sejak tanggal 18 Nopember 2010, posko Sahabat Merah Putih di Ngegek – Ampel dipindahkan kembali ke posko semula yaitu di Jaraan Selo – Boyolali mengingat pengungsi sudah kembali ke tempat kediaman masing-masing.

Adapun program pendampingan kepada masyarakat lereng merapi lebih di fokuskan pada rehabilitasi atas  erupsi gunung Merapi, walau BPPTK Yogyakarta belum menurunkan status awas program dijalankan di areal lereng merapi sebagai berikut :

– Pembersihan Abu Vulkanik

Program pembersihan abu vulkanik di laksanakan pada infrastruktur jalan dan sekolah sejak tanggal 19 Nopember dan berakhir tanggal 23 Nopember 2010. Program ini bertujuan untuk normalisasi sarana jalan yang digunakan masyarakat ditambah untuk mendorong masyarakat agar turut bersama membersihkan material abu vulkanik yang memenuhi areal pemukiman.

– Investigasi & Rekomendasi

Relawan Sahabat Merah Putih melakukan investigasi atas dampak erupsi merapi masyarakat kecamatan Selo terutama yang tinggal di lereng merapi. Temuan hasil investigasi tersebut telah di rekomendasikan ke pemerintah daerah yaitu Bupati Boyolali dengan nomor surat : 010/DMS-S.PUTIH/XI/2010 tertanggal 25 Nopember 2010 untuk segera ditindaklanjuti.

Selain hasil investigasi yang telah direkomendasikan, Sahabat Merah Putih memberikan bantuan logistik material pipanisasi untuk sanitasi kepada masyaakat dukuh Jaraan dan Stabelan.

– Support Logistik Sembako

Program Support logistik sembako dilaksanakan pada tanggal 25-26 Nopember 2010 dengan rincian sebagai berikut :

– Plalangan              : 185 KK

– Jaraan                    : 120 KK

– Jerakah                  : 230 KK

– Sepi                        : 260 KK

– Bakalan                : 120 KK

– Sumber                  : 86 KK

–  Stabelan                : 115 KK

– Ranang                  : 65 KK

–  Belang                   : 55 KK

–  Takeran                 : 117 KK

–  Klakah Bawah      : 195 KK

– Klakah Atas          : 170 KK

– Lencoh                   : 85 KK

– Wates                    : 60 KK

– Temu Sari              : 98 KK

 

Selanjutnya program Sahabat Merah Putih dilanjutkan dengan rencana pendirian kepustakaan yang ditempatkan di Desa Lencoh dan pendampingan peningkatan sosial ekonomi masyarakat lereng merapi melalui eko wisata yang mengedepankan masyarakat berbasis pertanian dan peternakan. Ditambahkan pula akan dilakukan pemetaan oleh Bakorsutanal yang mulai disosialisasikan tanggal 12 Februari 2011.

Salam,

Merapi Satukan Hati !

 

 

 

 

 

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: