SALAM

drupadi-new-logo

Berangkat dari sebuah kesadaran akan nasib dan perubahan masyarakat Tarumajaya Bekasi. Drupadi Foundation mengawali kiprahnya melalui pendekatan pencerdasan melalui sekolah gratis yang diberi nama Sekolah Alam “ Anak Sholeh “ pada tingkat Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar yg berlokasi di Perumahan Vila Mutiara Gading Bekasi.

Melalui model kurikulum berbasis kompetensi dengan moto “ Be smart and be a good attitude “ dan dengan pembekalan pada domain skill, kognitif dan attitude diharapkan kedepan terjadi gelombang perubahan pada tingkat generasi yang cerdas dan mampu bersaing dengan kelas menengah dan atas.

Kini melalui perencanaan social engineering Drupadi Foundation mencoba berikhtiar melalui berbagai bentuk model kegiatan yang mengarah kepada perbaikan ekonomi keumatan, advokasi , budaya dan pencerahan melalui komunikasi agar terjadi sinkronisasi terhadap kebijakan kekuasaan dan problematika keumatan yang mesti di dengar oleh penyelenggara kekuasaan. Agar mimpi umat sama terhadap mimpi penguasa.

Drupadi Foundation yang memposisikan sebagai Ornop lokal   memiliki komitmen membawa perubahan masyarakat yang termarjinalkan  dengan mengedepankan indepedensi, etika, dan membuka partisipan  yang sejalan dengan semangat egalitarian.

Kepada siapa pun yang ingin mengusung tema-tema perubahan  dan berjuang untuk hajat orang banyak kiranya dapat bersama atau setidak-tidaknya dalam pertautan satu ide-satu perubahan dan satu pembaharuan yang berpihak kepada rakyat.

Kenapa Drupadi

dewi-drupadiDalam epos Mahabarata cerita sosok Drupadi  yang sangat controversial adalah penganut poliandri menurut terminology Islam tidak dikenal dan tidak dibenarkan. Namun ketika cerita tiba di tanah jawa dan Islam mulai “diperkenalkan” Drupadi adalah prameswari Prabu Puntadewa. Dia bersedia diajak lara lapa dan tapa brata. Kemana saja Prabu Puntadewa pergi Drupadi setia menyertainya. Bahkan ketika Pandawa dibuang selama 14 tahun lamanya. Drupadi dengan tulus hati mendampingi. Dia benar-benar mustika wanita, teladan para putri ( Dr. Purwadi, M.Hum:197 )

Drupadi sosok perempuan yang memiliki komitmen tinggi ketika dipermalukan oleh Dursasana dan melukai perasaan kehormatan perempuan. Drupadi bersumpah tidak akan bersanggul sebelum dikeramasi oleh darahnya Dursasana.Komitmen dan kesetiaan janji pun terbukti ketika terjadi dalam perang Baratayuda. Dursasana terbunuh oleh Werkudara. Dan Werkudara memenuhi janji Drupadi dengan mengkeramasi darah Dursasana sehingga Drupadi dapat bersanggul kembali.

Sepenggal cerita Drupadi mengisyaratkan bahwa untuk membumikan kesetiaan, janji, keyakinan, kebenaran perlu ketulusan hati dan kesabaran ” becik ketitik ala ketara, sapa kang mbibiti ala wahyune sirna, pada akhirnya kebenaranlah yang akan mencapai kejayaan “.

Carut marut negeri ini sesungguhnya akibat ketidakberpihakan penguasa kepada kepentingan rakyat dengan mendahulukan kaum pemilik modal. Seolah kesejahteraan dan penikmat kemakmuran cukup diwakilkan oleh penguasa, elit politik dan komprador kapitalis. Keterwakilan itulah yang menyebabkan struktur piramadi berbanding terbalik walau secara akumulasi angka pertumbuhan menunjukan peningkatan. Maka dapat dipastikan terjadi ketimpangan. Marjinalisasi dengan sendirinya menjadi kelompok yang “kalah” dari keadaan social, ekonomi dan politik.

Diilhami kesetian Drupadi yang menjadi ikon Drupadi Foundation untuk melakukan aktifitas “melawan” untuk perubahan dan berpihak terhadap kebenaran. Menjalankan lara lapa dan tapa brata mencapai kemuliaan dengan melahirkan pandawa untuk membawa kesejahteraan lahir batin. Walau berkesan  hinduisme sesungguhnya sivitas Drupadi Foundation memiliki pendekatan religius Islam dengan performa  rahmatan lil alamin dan lebih mengedepankan substansi ketimbang arti simbolik itu sendiri.

Hikmah

“Allah menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi alhikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” ( QS 2:269)

Kecintaan-Ku berhak dimiliki orang-orang yang mencintai di jalan-Ku. Kecintaan-Ku berhak dimiliki orang-orang yang saling menyambung hubungan dijalan-ku. Kecintaan-Ku berhak dimiliki orang-orang yang saling menasehati di jalan-Ku. Dan Kecintaan-Ku dimiliki orang-orang yang saling memberi (berkorban) di jalan-Ku. Orang-orang yang saling mencintai di atas mimbar-mimbar dari cahaya, hingga para nabi, orang-orang siddiq, dan para syuhada merasa ngiri dengan posisi mereka ( Kanjeng Nabi Muhammad )

Satya Bangsa kuru

Satyakening naya atoh pati

yeka palajaring atapa

gunung wesi wasitane

tan kedhap ing pandulu

ning dumadi dadining bumi

akasa uwang iriya

sasamaptanipun

jatining purba wasesa

tan ana lara pati kalawan urip

uripe tansah tunggal

“Bersumpahlah dengan atas nama gugur

yaitu laku orang tapa di peperangan

menurut ajaran luhur

tak henti melihat

pada segala hal di muka bumi

langit dan seisinya

semua hamba Tuhan

tiada gugur tiada hidup

hidupnya sudah manunggal

12 responses

7 11 2008
Ibnu Gozali

Assalamualaikum Wr. Wb

MAS AGUSTIAN, Makasih atas kontaknya. Saya bersyukur ada sekolah alam di Tarumajaya. Smoga Allah selalu memberi jalan dan kemudahan didalam proses belajar mengajarnya. Menjawab pertanyaan mas Agustian semalam, saya mau tambahkan, supaya weblog kita bisa masuk di jejaring google ada beberapa cara : 1. dengan http://www.google.co.id/addurl dan sering-sering mengikuti dan mengisi mailing list, sekalian promosi wesite blog kita secara gratis. Jika ada pertanyaan lainnya bisa klik di : http://www.google.co.id/faq.html#ranking

makasih ya..

Ibnu Gozali
Wassalamualaikum Wr. Wb

17 11 2008
Drs.Semuel A.Mamangkey Bsc.

Sangat setujuh pak dan salud kalau ada sekolah alam, karena setelah saya tinggal di Tarumajaya lebih dari 8 tahun saya baru menyadari bahwa kesadaran untuksekolah masyarakat di kecamatan kita nih sangat kecil ya…..bukan cuma itu sih mungkin kesempatan kerja semakin menipis sehingga pendapatan masyarakat semakin terbatas (memang daerah kita ini boleh saya bilang daerah minus ya) karena alamnya gersang, airnya keasinan dan lahannya sebagian besar bukan lagi milik putra-putri asli desa di kecamatan Tarumajaya (hampir semua sudah milik developer bukan ? )
Akhirnya aku sering melihat penduduk asli kita Tarumajaya mayoritas hidupnya hanya sebagai pengelolah lahan kerontang ini.
Boleh saya tambahkan masukan bung ?
Begini ceritanya : (kayak penampakan aja he he…)
Saya masuk di Kampung Bogor itu tahun 99 saat perumahan saya baru dibangun saya termasuk penghuni awal karena baru berapa blok, saya melihat anak-anak usia kerja di sekitar perumahan saya ini kasian banget, mereka jarang yang tamat SMA kebanyakan putus sekolah, ditambah lagi TIDAK PUNYA SKILL APA-APA DALAM ARTI KETERAMPILAN LAIN.Padahal saat itu 8 thn lalu ada skilL2 kasar tetapi cukup menghidupkan seperti, Tukang beton, tukang kayu, tukang besi,montir, tukang listrik, plumbing (pipa-pipa) bahkan sampai pada tukang gali lobangpun gak ada, jadi saya harus bawah dari Jawa dan Tambun (Bekasi timur), yang ada orang kampung ini hanya bangga jadi HANSIP, TAPI OKEYLAH AT LEAST KEAMANAN TERJAMIN.
Ngecat rumah saja, saya pernah sewa orang kampung malah jadi masalah, Bayangkan padahal setahu saya skil-skill ini di desa saya diajarkan oleh orang tua, jadi sekalipun saya mengecap pendidikan tinggi tetapi saya bisa bertani, bertukang (walaupun hanya tahu cara menghitungnya). Terbukti lho…Pengalaman saya 4 x rumah saya di renovasi tukang yang dari kampung yang sok maksa upah borongan malah rugi karena perhitungan saya lebih tajir… he he..(artinya dititik dia merasa rugi akhirnya minta nego lagi, tapi saya setujuh aja karena bangga dalam hati bahwa saya bisa menghitung bangunan walaupun tamanan SMEA dan Sarjana Pendidikan bukan jurusan Teknik he he he.
Kalau mau diajarkan bertani mungkin rakyat kita ini harus jelih ya melihat peluang paling bisa tani ikan tawar untuk supply ke Jakarta. Banyak skali danau kagetan di daerah Tarumajaya, lihat saja nganggur kan ?
Artinya disini kita bisa lihat bahwa ada pergeseran kebutuhan keterampilan
sebagai nilai jual yang harus ditumbuhkan di lingkungan Tarumajaya, yaitu

1. Harus diarahkan ke pendidikan yang mengarah ke Teknikal apakah kelautan (untuk mendukung Tanjung Priok) sebagian besar teman saya pelaut bilang Indonesia kekurangan tenaga ABK (anak buah kapal) bukan ABG lho.
2. Anak-anak usia sekolah ini diarahkan untuk belajar keterampilan-keterapilan atau sekolah yang praktis tetapi cepat mereka praktekan dan mudah seperti ,Jadi tukang, batu /besi ,montir, dimana tentunya cita-cita tingginya kalau mau lanjut ya insinyur. atau kalau memang sekarang banyak yang menganggur (usia kerja) diadakan sekolah alam yang langsung seperti diatas, misalnya belajar membuat cor beton, mengikat besi, menyusun bata atau batako, instalasi listrik, sampai pada yang agak advance belajar plester dan ngacik….wah saya kira yang gini gak perlu Akademi kan ?

3. Sekolah Alam ini harus diperjuangkan sebagai kurikulum nasional yang diakui (karena memang bagus banget kok ) karena yang utama dibentuk bukan semata-mata skill (psikomotor) atau keterampilan, tetapi lebih pada motivasi, minat belajar, attitude, semangat bersatu, setia kawan, berani terima tantangan dan kenyataan hidup ? Kenapa saya bilang begini, saya banyak melihat banyak penggangguran justru cuma karena banyak manusia yang tidak mau menerima “kenyataan hidup” artinya cita-cita jadi insinyur gakpunya biaya dan kesempatan, eh malah tidur-tiduran bermalas-malasan (gak mau kerja) dan paling parah malam-malam minum minuman keras, mabok dan ganggu orang…. ketahuilah bahwa situasi seperti inilah lahan subur bagi Narkobah itu.

eh….. lupa bahwa cuma diminta tanggapan… he he he.
Sebagai rakyat SETIA ASIH mungkin inilah seembun harapan yang bisa saya sumbangkan ke Anda.

Tks Sukses ya Pak,
Hormat saya,
Drs. Semuel A. Mamangkey Bsc.
Motivator, Trainer and Retail Espert (Peneliti Ahli Deperindag RI)
Corporate Training & Development Manager
PT. Mitra Adiperkasa TBK
” Number One Retail Marketing Company in Indonesia ”

Terima kasih atas segala masukannya, mhn dukungan terhadap pendirian sekolah alam untuk kaum tak berpunya segera terealisasi ( krn selama ini siswa msh blejar di dalam rumah) walaupun begitu model pendidikan berkualitas tetap kami kedepankan. oh ya bpk dpt saksikan sekolah alam drupadi di tayang pd hari Rabu 19/11/08 jam 21.00 (kalo ga salah) di DAAI TV pada segmen Dunia Relawan

17 11 2008
desta

Blog ini tampilannya keren Banget…..Mudah2an Tujuan nya sebagus tampila Blognya.

Thanks atas attensinya, doakan komitmen dan idealisme terus terpelihara, oh ya km dpt saksikan sekolah alam drupadi di tayang pd hari Rabu 19/11/08 jam 21.00 (kalo ga salah) di DAAI TV pada segmen Dunia Relawan

26 11 2008
Rus Sulistyono

Salam sejahtera Bapak Agustian,
Saya ikut rapat banjir waktu itu, saya tinngal di E7/15 rt2/rw15 warganya Pak H. Ruslan. Saya ingin tahu tentang perkembangan rapat itu. Apakah pengerukan lumpur sungai jadi dilakukan? Apakah akan ada kerja bakti masal? Ataukah masih akan rapat lagi?
Terimakasih banyak, salam sejahtera.

Salam,
Pak Rus menurut informasi yang kami terima bahwa pada hari Minggu pagi ( 23/11) ada mobilisasi alat berat berupa beckho lengkap dengan pelampungnya. Sepertinya pekerjaan pengerukan lumpur di kali blencong sudah dimulai. Yang mesti kita pikirkan adalah bagaimana kita membuat saringan sampah yang datangnya dari kotamadya ( pejuang ). Hal ini yang juga merupakan bagian yang akan dibicarakan dengan Bupati Bekasi.

Terima kasih atas attensinya

8 12 2008
Sibab

Pak Rus, upaya rekan-rekan untuk mengurangi banjir itu luar biasa, tapi coba kita liat dari sudut pandang Developer juga (artnya kita orang Vila musti jujur juga mengakui bahwa kebanjiran bisa dieliminasi) dengan cara mau manata kembali saluran yang disediakan oleh developer>
Begini pak :
Di belakang Blok B dan D sudah disediakan saluran selebar 4 meter untuk pembuangan air vila, tapi apa yang terjadi masyarakat di Blok B dan D yang tinggal di pessir kali itu sudah membangun bangunan permanen ya untuk dapur lah, jemuran bahkan ada yang sudah dibangun tingkat untuk rumah. Jujur saja pengurus Drupati pada umumnya kalau saya lihat dari susunan pengurusnya umumnya penghuni baru di vila. Tahun 2003an pihak Developer sudah berapa x mengirim mesin berat untuk mengali saluran itu tapi justru ‘saat itu penghuni vila berbondong-bondong mengusir alat berat itu dalam arti tidak mau membongkar bangunan mereka (blok B dan E).
Lah….. kalau kita mau menjadi pahlawan kesiangan tetapi tidak juga mau mengoreksi diri , biar diundang RI satu pun ke vila , gak fer dong…….
Artinya kita cuma mepolitiser situasi menjadi keruh…tanya saja sama pak Kinen dan Udin satpam yang sudah lama sekali di vila ,sebenarnya yang lebih tahu sejarahnya. Saya tetap membela perjuangan kita tapi janganlah kita cuma menyusun strategi menghantam developer (sekalipun memang bayak janji surga dari developer IPSI itu).

Wasalam
Sibab

9 12 2008
Agustian

Salam,
terima kasih atas komentarnya, penilaian bpk terhadap DF sebagai pahlawan kesiangan dan mempolitisir masalah banjir kpd pengembang adalah hak bpk untuk memberikan apresiasi ke DF. Perlu kami sampaikan bahwa dalam masalah banjir kami meletakan masalah secara proporsional, mana tanggung jawab pemerintah, tanggung jawab pengembang dan warga itu sendiri. Soal bangunan di Blok B dan D sering kali dibahas pada pertemuan yg dihadiri oleh para RT. DF tak memiliki wewenang untuk membongkar bangunan tsb. Pihak Trantib (pemerintah) yg memiliki kewenangan u/ membongkar bangunan yg tdk sesuai peruntukannya, hal ini sdh disampaikan kepada pihak Desa Setia Asih maupun Camat Tarumajaya. Memang benar penyelesaian masalah banjir yang paling sulit adalah membangun kesadaran warga itu sendiri, salah-salah jika tidak bijak dalam menanganinya dapat menimbulkan konflik horisontal.

9 12 2008
Sibab

Oceh deh boss, susah dong kalo gitu ya…..mending kita kumpul duit beli pompa aja x

10 12 2008
Yapto

Ada dikit masukan….pak Agus, mari kita himbau dulu penghuni vila ini mau bayar uang sampah…karena kebanyakan yang buang sampah di selokan mereka-mereka yang enggan bayar iuran sampah….jadi sampahnya numpuk dibelakng TK Aljihad, bayangkan saja; sampah bisa dilalui jalan kaki, karena padatnya sampah itu.
Kalo ada penghuni yang masih buang sampah di got, perlu ditatar lah..
Gak karuang-karuang (berantakan) lah hidupnya orang gitu, sudah tinggal di VILA yang termewah di Bekasi kok pola hidup masih gitu he he he…
Btw kebanjiran adalah tanggung jawab katong samua, DF okay ….

Yapto
Nyong Ambon

10 12 2008
Agustian

Salam,
Tugas kita bersama adalah mengingatkan pertanda kita sayang kepada orang yang mempunyai perilaku hidup meminjam istilah pak Yapto gak karuang-karuang. Kampanyekan terus hidup bersih dengan senantiasa menjaga keasrian lingkungan. DF mengucapkan terima kasih atas attensi pak Yapto

Kitorang basudara

12 12 2008
yapto

So butul itu bung,
katong samua tinggal satu lokasi musti saling peduli,
Saya dengar smalam aparat kecamatan Tarumajaya, beserta teamnya mami lurah
ke Vila dan melihat-lihat jalan dan selokan, dan syukur denger-denger mau diusahakan untuk dirapikan jalanannya sehingga kita bisa bermain sepatu roda
di komplex, ini mungkin cikalbakal upaya semua teristimewa DF lah…karena sudah berupaya menjembatani masalah katong samua.
kita doain saja semoga pemerintah ada dana karena dana pemerintah semua datang dari kesadaran kita juga membayar pajak.
bayar pajak…….awasi penggunaannya he he he
Ok Bro, sukses ya…. sering lewat depan rumah nyengir-nyengir aja bang Agus,
Kapan-kapan mampir dong di lapak ngopi kaum penunggu di Vila dekat danau yang kini tlah menjadi objek wisata air kang Deni… he he

16 03 2009
lidyaconsultations

Pak Agustian.. ngomong masalah banjir… memang susah-susah gampang, susah karena menyangkut kesadaran bersama dan mudah jika kita kerjakan bersama. Ada kabar katanya akan ada perbaikan jalan setelah pertengahan tahun ini, apa benar itu pak? Kalau boleh tau kasih tahu dong kapan persisnya, apa habis pemilu? atau bahkan setahun lagi? yang jelas jika jalan di perbaiki, bangunan yang tidak layak saluran airnya musti di pugar tuh, karena percuma jika jalan bagus tapi selokan mampet, lambat laun jalan akan rusak lagi, tul ga pak? Oh ya jalan-jalan di setiap gang juga banjir ini liputannya : http://miftahulkhoir.co.cc/?p=126

Satu lagi Pak Agustian, senang jika saya bisa bertemu dengan Bapak. Kapan-kapan kita ketemuan ya pak. Waktu itu ada undangan dari Drupadi di Masjid Al-Muhajirin, tapi sayang waktunya bersamaan dengan jadwal rutin pengajian. Oh ya, Ibu Hj. Yoyoh Masruroh caleg kita jadi sekretaris di Drupadi ya? ga nyangka, salut saya. Sabtu kemarin beliau datang bersilaturahmi ke tempat pengajian kami, dengan kunjungan seperti itu kami jadi bisa lebih dekat dengan beliau. Oh ya liputan videonya bisa di lihat di http://miftahulkhoir.co.cc/?p=268

Kalau di lihat dari pengurus-pengurusnya, Drupadi pasti maju. Smoga Allah selalu meringankan langkah-langkah hambanya yang sholeh da sholehah. Amiin

18 03 2009
Agustian

Salam,
Berdasarkan hasil pertemuan di Dinas Tata Ruang Dan Pemukiman tanggal 18 Februari 2009, di dapat keterangan bahwa pihak pengembang telah manandatangani berita acara serah terima dengan syarat-syarat yang telah ditandatangani oleh instansi terkait dan pihak pengembang telah menyetujui bahwa perbaikan sarana jalan, dan drainase akan dilaksanakan pada akhir bulan Maret. Untuk lebih jelas dapat dilihat check list sarana jln dan drainase yang akan diperbaiki oleh ketua RW-nya ( pak Eko). Oleh sebab itu mohon dibantu pengawasannya.

Terima kasih atas dukungan dan supportnya, oh ya dengan senang hati jika kita bertemu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: