Resume Temu Dan Dialog

Resume Temu Dan Dialog Warga Vila Mutiara Gading

Tentang

” Penyelesaian Banjir Secara Komprehensif “


Hari/Tanggal   :  Sabtu, 22 November 2008

Waktu              : Jam 20.30 s.d. 22.30

Tempat            : Aula Masjid Al-Muhajirin

Nara Sumber    :

– Agustian (Ketua Drupadi Foundation )

– Deni ( Kaur Kesra Kecamatan Tarumajaya )

– Munadi ( Kaur Kesra Desa Setia Asih )

Moderator      : M. Hatta

Notulis             : Taga Radjagah

Peserta            : Para Ketua RW, RT dan Warga Vila Mutiara Gading

Agustian  ; Pengantar Temu Dan Dialog

temu1Drupadi Foundation adalah ornop lokal yang berdomisili  di Vila Mutiara Gading Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya. Selalu mengawali kiprahnya dengan tetap menjaga etika, independensi dan moralitas. Kepedulian DF terhadap persoalan banjir di perumahan Vila Mutiara Gading dimulai sejak tahun 2006 dengan mengadakan acara diskusi bertajuk Banjir dan Solusinya yang dihadiri oleh Drs. H. Sarbini ( Ketua Komisi C DPRD Bekasi ), Robal ( Staff Kecamatan Tarumajaya), Selamet Daroyni ( Direktur WALHI Jakarta ) sedangkan dari pihak pengembang PT. ISPI Pratama tidak hadir melalui jawaban suratnya tertanggal 13 September 2006 berhalangan dengan alasan tugas yang sangat mendesak.

temu2Sejalan waktu sejak peristiwa banjir besar, Forum RT/RW membentuk TIM penanggulangan masalah banjir sebagai antisipasi datangnya musim hujan di penghujung tahun 2007, dan TIM bekerja dengan melakukan pendekatan ( korespondensi ) dengan pihak pengembang tetapi tidak mendapat respon yang positif sehingga TIM bekerja dengan short time melalui swadaya pembersihan kali blencong yang saat itu tidak berfungsi sebagai daerah aliran sungai.

Selanjutnya untuk menjalankan apa yang telah dikerjakan dan mengurai benang kusut persoalan banjir maka pada bulan Agustus 2008 di kediaman Bpk. Deni berkumpullah para ketua RW dan RT yang meng-amanahkan kepada Drupadi Foundation untuk melanjutkan dan meneruskan ” pekerjaan rumah ” tentang banjir yang belum ditemukan jalan keluarnya.

Pada tanggal 25 Oktober 2008, melalui undangan camat Tarumajaya ( Drs H. Effendi, Msi)  di undanglah seluruh pengembang dan industri yang berada dalam teritorial Tarumajaya untuk membahas antisipasi banjir. Hanya saja pertemuan tersebut tidak optimal karena hampir seluruh pengembang berhalangan hadir sedangkan dari pihak PT. ISPI Pratama ( Vila Mutiara Gading ) diwakili oleh Nimih seorang security yang bukan pengambil dan pembuat kebijakan.

Oleh sebab itu pada pertemuan malam ini ( 22 November 2008 ) sebagai  momentum awal untuk menyudahi soal keluh kesah ketika banjir tiba. Atau setidaknya membangun wacana atau issue agar kita tidak terus berdiam diri.

Maka langkah-langkah penyelesaian masalah banjir memiliki dua tahapan :

  1. Non Litigasi

Tahapan ini ditempuh melalui kompromi-kompromi terhadap pihak-pihak yang terlibat dan bertanggung jawab dalam hal ini pengembang dan pemerintah daerah. Kompromi tersebut berupa penyelesaian yang menyebabkan terjadinya banjir serta memenuhi rasa keadilan misalnya perbaikan sistem drainase, perbaikan jalan utama karena struktur tanahnya telah menurun dan penerapan teknologi yang dapat mengurangi debit air ketika terjadi hujan. Pada tahap ini peran pemerintah daerah sebagai fasilitator sangatlah significan. Namun bila pada tahapan non litigasi tidak tercapai maka pilihan litigasi menjadi harapan terakhir.

  1. Litigasi

Sebelum memasuki wilayah peradilan maka warga akan melakukan somasi kepada pengembang bila tidak tanggapi maka eskalasi intensitas aksi unjuk rasa menjadi bagian yang integral terhadap upaya yang sedang diperjuangkan di meja peradilan baik pada tingkat Pengadilan Negeri maupun Tingkat MA.

Tanggapan-Tanggapan :

H. Ruslan (Ketua RW. 015) :

– Selalu pernyataan dari pemerintah ( Kecamatan )  mengatakan bahwa perumahan Vila Mutiara  Gading belum diserahkan pada pemerintah daerah hal ini menyebabkan bahwa infra struktur di perumahan Vila Mutiara Gading menjadi tanggung jawab pengembang

–   Sungai dibelakang tanggungjawab siapa sebenarnya ?

–  Pertemuan ini jangan hanya sekedar wacana saja, melainkan dibuktikan dalam kegiatan yang konkrit

–    Kita harus mendukung secara optimal untuk jalur litigasi (hukum)

–  Saran untuk ISPI, tidak pernah datang diundang karena takut, oleh karena itu Camat dapat menghentikan rencana pembangunan, sebelum menyelesaikan permasalahan banjir di VMG

–   Jika pemerintah tidak berpihak kepada warga VMG  maka PBB ditahan dahulu pembayaran.

–   Harapan agar Kecamatan fokus mengurus sungai/kali

Agus (Blok. B)

–          Sangat setuju dengan penyataan H. Ruslan, dari pihak Kecamatan harus ada tindakan konkrit, karena kewajiban sebagai warga sudah ditunaikan (PBB)

–          Jika ingin somasi ke PT ISPI jangan hanya banjir, akan tetapi dapat pula kasus penipuan pemasaran (misalnya waktu memasarkan banyak fasilitas yang ditawarkan; kolam renang,  pusat perbelanjaan dll)

Partiman (Blok. C)

–          Sepertinya jalur hukum dapat ditempuh, karena pihak ISPI tidak menunjukkan I’tikad baik untuk menyelesaikan masalah

–          Perlu dukungan penuh dari masyarakat jika jalur hukum ditempuh, karena tidak menutup kemungkinan pihak pemerintah pun kita hadapi

–          Banyak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada warga

Munadi ( Kaur Kesra Desa Setia Asih )

–          Mengenai permasalahan sungai ada titik terang dengan segera direalisasikan (info dari H. Mahdi anggota DPRD ),

–          Himbauan untuk seluruh warga agar melakukan  kegiatan Jum’at bersih atau minggu bersih.

–          Kemungkinan dilain waktu H. Mahdi akan bertatap muka  langsung dengan warga vila mutiara gading

Deni  ( Kaur Kesra Kecamatan Tarumajaya )

–          Semua hasil diskusi akan disampaikan ke Camat untuk direalisasikan

–          Kecamatan berupaya memfasilitasi pertemuan antar warga dengan PT ISPI Pratama

Mas’ud (Blok. H)

–  Usul Kecamatan dan Desa membuat undangan ke ISPI, jika tidak mau datang harus ada peringatan keras

Jhoni (Blok. C)

–            Wacana yang disampaikan terlalu tinggi, oleh karena itu kita harus buat rencana untuk bulan Desember, misalnya kerja bakti di jalan utama (depan pemasaran)

–           Jika memerlukan dana kita bisa iuran sukarela

–           Demontrasi sebaiknya kita ke PT. ISPI Pratama saja

H. Agustian

Ada tiga kesimpulan yang disimpulkan dalam Temu dan Dialog malam ini,

  1. Dalam menghadapi banjir setidaknya dapat meminimalisasi banjir  dalam bentuk konkrit partisipasi warga untuk melakukan kerja bakti dengan membersihkan selokan (got) , tidak membangun bangunan di atas aliran selokan serta selalu menngupayakan keasrian dan menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
  2. Mendorong Pemerintah Daerah secepatnya untuk melakukan pengerukan kali blencong
  3. Karena pihak pengembang tidak menaruh kepedulian terhadap persoalan banjir maka DF akan melakukan Audiensi  kepada Bupati Kabupaten Bekasi untuk memediasikan kepada pihak pengembang. Agar lebih efektif maka surat yang ditujukan kepada Bupati akan ditembuskan kepada ; Presiden RI, Menteri Dalam Negeri,  Menteri Negara Lingkungan Hidup, Gubernur Jawa Barat, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat, Kepala Dinas Pengendalian Dampak Lingkungan Dan Pertambangan Kabupaten Bekasi, Muspika Tarumajaya, Kepala Desa Setia Asih,  PT. ISPI Pratama ( Pengembang Perumahan Vila Mutiara Gading, WALHI Jakarta dan YLKI Jakarta.

Demikian Resume Temu dan Dialog ini disajikan dan dibacakan kepada peserta Temu dan Dialog. Sebagai jembatan informasi warga Vila Mutiara Gading dapat mengklik www.drupadifoundation.co.cc

Bekasi, 22 November 2008

Notulis

Taga Radjagah

4 responses

13 05 2009
verry

salam pemerhati lingkungan
temen2 semua sebaik nya tidak banyak ber argument
masalah sudah ada di depan mata sebaik nya perlu aksi yg nyata
kita hanya butuh waktu satu hari untuk menuntut penanggung jawab utama yaitu PT ISPI Pratama………….
hanya ada satu Kata
DEMO SECARA BESAR……

15 05 2009
Agustian

Setujuuu!!! mudah-mudahan satu suara yaitu ” Satu Komando, satu perlawanan!!!”

3 05 2010
Seno G

Kecewa sekali dengan pengembang besar yang tidak peduli dengan kondisi masyarakat yang sudah percaya kepada mereka saat membeli property.

Kok ya nggak ada malunya ya PT IsPI Paratama yang menyandang nama besar.

Ikut prihatin

11 05 2010
Agustian

Salam,

terima kasih pak seno atas attensinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: